Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 206


__ADS_3

Dokter axel mengeryit melihat angel yang tampak bolak balik di atas ranjang. Dokter tampan itu kemudian mengangkat tangan kirinya menilik jam yang melingkar di pergelangan tanganya. Malam sudah larut namun angel belum juga terlelap.


Dokter axel menghela nafas kemudian menggelengkan kepalanya. Pria tampan itu mencoba berpikir positif. Mungkin angel memang sedang tidak bisa tidur.


“Dokter.”


Suara angel membuat dokter axel kembali berpaling dari laptopnya. Angel sudah terduduk di tengah ranjang dengan posisi badan yang menghadapnya.


Yah. Selama angel berada di rumah dokter axel mereka memang tidur dalam satu ruangan yang sama. Semua itu dokter axel lakukan demi menjaga angel. Tempat tidur mereka pun tidak sama dalam satu ranjang. Dokter axel lebih memilih tidur di sofa sedang angel di atas ranjang yang hanya berjarak 3 meter dari sofa tempatnya tidur.


“Boleh aku tanya sesuatu?” Tanya angel menatap dokter axel.


Dokter axel menganggukan kepalanya. Namun karna saat itu lampu memang sudah di matikan dokter axelpun sadar angel tidak mungkin bisa melihat dengan jelas anggukan kepalanya.


“Boleh.” Jawab dokter axel akhirnya.


Angel menghela nafas. Wanita berambut ikal itu tidak bisa melupakan kata ikatan indah yang di katakan oleh leo. Apa lagi pria itu begitu sangat serius menatapnya.


“Pak leo.. Siapa dia sebenarnya? Apa aku pernah ada hubungan sama dia?”


Pertanyaan angel membuat dokter axel menelan ludahnya. Leo mungkin kebablasan berkata. Pantas saja angel terlihat bingung sedari tadi.


“Aku benar benar tidak tau apapun dokter. Aku juga tidak kenal dengan baik siapapun selain dokter. Jadi tolong kasih tau aku semua yang aku tidak tau.” Lanjut angel dengan suara pelan.


Dokter axel menghela nafas. Di tutupnya dan di letakan laptop yang sedang di pangkunya di atas meja di depan sofa yang di dudukinya. Dokter axel bangkit berdiri kemudian kembali menghidupkan lampu kamar itu.


Yang pertama di lihat saat lampu kembali menyala adalah wajah sendu angel. Dokter axel tau dan mengerti. Angel pasti sangat bingung sekarang. Banyak orang orang yang tidak di ingatnya.


“Angel.. Sebenarnya kamu dan pak leo memang pernah mempunyai hubungan.” Kata dokter axel memulai.

__ADS_1


Dokter tampan itu memang awalnya akan menunggu dengan sabar sampai angel mengingat kembali semuanya. Namun jika dirinya tidak menjelaskan angel pasti akan terus di hantui rasa bingung dan penasaranya. Karna dokter axel sendiri tidak tau sampai kapan angel lupa ingatan.


“Apa?” Lirih angel menutup mulutnya menatap dokter axel tidak percaya.


“Kamu pernah menikah dan hidup bahagia dengan pak leo.” Sambung dokter axel tenang.


Angel menggelengkan kepalanya. Perasaanya selalu biasa saja saat berada di dekat leo. Angel bahkan cenderung merasa risih dan tidak nyaman. Angel juga merasa tidak merasakan getaran apapun seperti orang yang berada dekat dengan orang yang di cintainya.


“Tapi sekarang kalian sudah bercerai. Pak leo sudah menceraikan kamu.”


“Apa karna aku pernah gila?” Tanya angel cepat.


Dokter axel terdiam. Dokter axel sudah tau mengenai alasan leo menceraikan angel. Dan dokter tampan itu bisa memakluminya. Leo mungkin hanya ingin semua orang di dekatnya baik baik saja.


“Bukan. Tapi karna kamu yang memintanya.” Jawab dokter axel jujur.


Angel menelan ludahnya. Wanita itu menyentuh dadanya sendiri. Tidak ada perasaan apapun yang membuat dadanya sesak. Rasanya biasa saja. Hanya saja angel kaget mengetahui perihal tentang ikatan pernikahan yang kata dokter axel bahagia bersama leo.


Dokter axel menggelengkan kepalanya.


“Setahu saya tidak.” Jawabnya.


“Lalu apa aku masih punya orang tua? Ayah dan ibu? Dimana mereka sekarang dokter? Kenapa tidak pernah menjenguk aku?”


Sesaat dokter axel terdiam. Kedua orang tua angel memang tidak pernah menjenguk angel selama angel bersamanya. Entah kenapa dokter axel sendiri tidak tau. Namun keduanya selalu menelephone dan menanyakan perkembangan baik angel.


“Kedua orang tua kamu masih ada. Hanya saja mereka sudah sangat renta. Mungkin itu juga yang menyebabkan mereka tidak bisa menjenguk kamu kesini.” Jawab dokter axel.


Angel memejamkan kedua matanya. Entah hukuman apa yang sedang tuhan berikan padanya sehingga angel sama sekali tidak bisa mengingat apapun. Angel berpikir sebesar apa kesalahanya di masa lalu sampai tuhan mengambil seluruh memorinya.

__ADS_1


“Dokter bisa tolong antar aku menemui keduanya?”


Dokter axel kembali diam. Saat ini keadaan lorenzo belum di ketahui dimana. Itu artinya dirinya harus lebih ekstra menjaga angel. Karna bisa saja lorenzo tiba tiba muncul dan mencelakai angel.


“Em.. Untuk saat ini jangan dulu. Tapi kamu bisa video call sama mereka jika kamu mau.” Jawab pria tampan itu.


“Tapi dokter...”


“Keadaanya belum aman untuk kamu. Tolong mengerti.” Sela dokter axel cepat.


Angel tidak bisa melanjutkan ucapanya. Wanita itu hanya mampu menundukan kepalanya. Namun tiba tiba seulas senyum terukir di bibirnya. Angel tidak bodoh. Meskipun dirinya memang tidak bisa mengingat apapun, tapi angel mengerti dan faham bahwa dokter axel sedang menjaganya dengan baik. Dokter axel tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya. Itu artinya dokter axel sangat memperdulikanya.


“Lalu dokter, bagaimana dengan kita? Apa benar kita hanya orang asing sebatas dokter dan pasienya?” Tanya angel dengan senyuman yang terukir di bibirnya.


Dokter axel tidak tau harus menjawab apa. Mengatakan yang sejujurnya pada angel sama saja dengan dokter axel menggali sendiri luka yang sedang berusaha dia kubur dalam dalam.


“Jujur aku lebih merasa dekat dan nyaman dengan dokter dari pada dengan pak leo. Apa kita juga punya hubungan? Atau mungkin kita juga pernah menikah?”


Dokter axel tersenyum hambar. Dulu impianya dan angel saat masih bersama adalah menikah dan hidup bahagia dengan banyak anak. Tapi tenyata semua itu hanyalah sebuah mimpi. Angel menghianatinya dan pergi meninggalkan luka di hati dokter axel.


“Kita hanya sebatas pasien dan dokter saja. Tidak lebih dari itu.” Jawab dokter axel berbohong.


Mendengar jawaban dokter axel wajah angel langsung terlihat sendu. Angel selalu merasa nyaman bersama dokter axel. Dokter axel juga baik dan sangat perhatian padanya. Dan angel selalu merasa bahagia jika dokter axel berada di dekatnya.


Angel menyentuh dadanya. Ada rasa berat yang seakan sedang menghimpit ulu hatinya. Rasanya sangat sesak sehingga angel sedikit kesusahan untuk bernafas. Kecewa. Itu yang sedang di rasakan angel saat ini. Padahal angel pikir saat itu dokter axel hanya bercanda saat mengatakan mereka berdua sama sama orang asing. Tapi sekarang dengan wajah seriusnya dokter axel kembali mengatakanya.


“Sudah malam. Lebih baik sekarang kamu tidur angel. Saya akan matikan lagi lampunya. Dan selamat malam.”


Angel tidak menyaut. Kedua matanya terasa panas dan pandanganya pun mengabur karna air mata yang mulai menggenangi kedua kelopak matanya. Padahal selama bersama dokter axel angel menganggap mungkin dirinya adalah salah satu bagian penting dalam hidup dokter axel karna pria itu selalu menjaga dan memperhatikanya dengan baik. Dokter axel bahkan tidak merasa jijik saat harus membersihkan ranjang juga menggantikan baju angel.

__ADS_1


“Ya tuhan.. Rasanya sangat sesak..”


__ADS_2