Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 275


__ADS_3

Rio menatap rolan yang terus saja diam sejak di cerca oleh sandra. Meskipun memang rio juga merasa sandra adalah susan yang sebenarnya. Tapi menurut rio mereka tidak bisa begitu saja mengatakan pada tomy sebelum menemukan bukti juga penyebab bisa munculnya susan palsu di jakarta.


“Boss bilang kita harus secepatnya mengusut kasus ini. Tapi hampir 3 hari kita disini om nya boss belum juga kunjung menampakan batang hidungnya.” Kata rio memecahkan keheningan antara mereka berdua.


Rolan menoleh mendengar apa yang di katakan oleh rio. Pria itu kemudian mengingat apa yang sandra cecar padanya.


“Kita harus bertindak cepat.”


Rio menganggukan kepalanya.


“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya rio meminta pendapat rolan.


“Kita temui susan sekarang juga.” Jawab rolan mantap.


“Maksudnya sandra?” Tanya rio lagi memastikan.


Rolan menganggukan kepalanya. Baginya pekerjaan yang di lakoninya bukan tentang seberapa besar dia di bayar. Tapi seberapa kuat nyalinya untuk mengungkap suatu kebenaran.


“Bagaimana caranya? Kamu tau bukan sandra selalu tidur di temani mommy nya?”


Rolan menghela nafas. Kedua wanita itu memang tidur bersama dalam satu kamar. Mereka berdua seolah tidak mau di pisahkan dan sedang saling menjaga satu sama lain.


“Kita pancing sandra keluar kamarnya.”


Rio terdiam sesaat. Sebenarnya mereka bisa saja langsung masuk ke kamar sandra dan tantenya tomy dan mengintrogasi mereka berdua. Namun berhubung misteri tentang bagaimana munculnya susan palsu belum ada petunjuk mereka berdua tidak mungkin bertindak gegabah. Karna bisa saja semua itu juga rencana om dan tantenya tomy.


“Bagaimana caranya?” Tanya rio menghela nafas.


Rolan terdiam. Saat ini tante tomy mengenalinya sebagai teman susan. Meskipun memang wanita itu sangat ramah namun rolan merasa wanita itu juga berusaha menjaga jarak darinya dan rio.


Ceklek


Rolan dan rio kompak menoleh ke arah pintu yang sedikit demi sedikit mulai terbuka. Kedua pria itu saling menatap merasa bingung juga curiga jika yang membuka pintu kamar yang mereka tempati adalah sandra.

__ADS_1


“Kita pura pura tidur.” Kata rolan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang di susul oleh rio.


Pelan pelan tante tomy masuk ke dalam kamar yang di tempati rolan dan rio. Dengan berbekal sebuah pisau dapur di tanganya wanita berkuncir rendah itu berjalan mengendap endap. Tatapanya mengarah pada rolan dan rio dengan sangat waspada seakan takut jika tiba tiba kedua pria itu terbangun dan menangkap basah dirinya.


“Aku tidak akan membiarkan maria menyakiti susan lagi..” Gumamnya.


Tante tomy mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan. Wanita itu memastikan bahwa di dalam kamar itu tidak ada benda apapun yang bisa di gunakan rolan dan rio untuk menyerangnya.


Setelah merasa di dalam ruangan itu tidak ada benda apapun selain tas rolan dan rio wanita itu pun berjalan menuju ranjang dimana rolan dan rio berada saat ini. Begitu sampai tepat di depan ranjang, dengan sangat tinggi wanita itu mengangkat pisau yang di pegangnya dan mengarah lurus pada perut rolan yang berbaring terlentang. Meskipun dengan tubuh bergetar serta kedua matanya yang berkaca kaca namun wanita itu tetap berusaha menguatkan hati juga tekadnya.


“Pergilah kau ke neraka.” Katanya.


Rolan yang memang sudah tau apa yang akan di lakukan tante tomy dengan sikap segera bangkit dan melompat dari atas ranjang sehingga wanita itu terkejut dan langsung mengejar rolan.


“Jangan kalian anggap saya dan putri saya bodoh. Mau apa kalian kemari hah?! Apa yang ingin maria lakukan lagi?”


Rio ikut bangun. Pria itu pelan pelan mendekat pada tante tomy yang terus mengincar rolan.


“Tante saya bisa jelaskan. Kami berdua hanya..”


Rolan berhenti melangkah karna tubuhnya sudah tersudut di pojok ruangan. Pria itu benar benar tidak tau apa yang di maksud oleh tante tomy.


Ketika tante tomy hendak menikam rolan dengan pisau dapur yang di tanganya, rio langsung memukul lengan wanita itu sehingga pisau yang di pegangnya langsung terlempar. Wanita itu memekik kemudian tersungkur di lantai tepat di depan rolan.


“Brengsek kalian !! Belum cukup kalian menyandra suami saya?!” Pekiknya mulai menangis.


Rolan dan rio saling menatap. Wanita itu menangis penuh luka menatapnya bergantian. Entah siapa yang di maksud maria oleh sandra juga tante tomy.


“Mommy !”


Sandra muncul dan langsung berlari memeluk wanita yang di panggilnya mommy. Sandra ikut menangis melihat mommy nya yang duduk di lantai di tengah rolan dan rio.


“Apa mau kalian sebenarnya hah?!”

__ADS_1


Rolan dan rio menggelengkan kepalanya.


“Kami tidak melakukan apapun. Tapi tante berusaha melukai rolan. Kami hanya berusaha melindungi diri.” Kata rio.


Sandra menggelengkan kepalanya tidak percaya. Wanita itu kemudian bangkit berdiri dan menatap rolan dan rio bergantian.


“Kalau kalian mau membunuh saya silahkan. Tapi tolong lepaskan daddy saya. Dan jangan sakiti mommy saya.” Katanya dengan suara serak.


“Boss tomy yang menyuruh kami kesini dan menyelidiki kalian.”


Sandra langsung berhenti menangis mendengar rolan menyebut nama tomy begitu juga dengan tante tomy yang bangkit dari duduknya di lantai.


“Kami berdua tidak tau siapa maria. Tujuan kami kesini untuk menyelidiki tentang susan.” Kata rio jujur.


Sandra dan tante tomy saling menatap kemudian tersenyum dan menangis lagi. Mereka berdua langsung berpelukan dengan senyuman di dalam tangisnya.


“Mom.. Kakak pasti tau yang sebenarnya mom..” Lirih sandra.


“Ya sayang. Sebentar lagi semuanya akan terungkap.” Angguk tante tomy membalas erat pelukan putri angkatnya itu.


Rio dan rolan tersenyum mendengarnya. Meskipun detak jantung keduanya masih sangat cepat karna terkejut dengan apa yang hampir saja menimpanya. Mereka berdua tidak menyangka jika tante tomy ternyata sangat waspada.


“Tapi...”


Tante tomy langsung melepaskan pelukanya pada sandra kemudian menatap rio dan rolan penuh selidik.


“Apa buktinya kalau memang kalian di suruh tomy? Saya tau disana sudah ada susan. Maksud saya maria.”


Rolan dan rio saling menatap satu sama lain. Rolan kemudian mengambil ponselnya yang ada di meja kecil samping ranjang yang mereka tempati. Rolan menunjukan bukti chattingnya dengan tomy membuat sandra dan tante tomy langsung percaya.


“Baiklah kalau memang begitu. Tapi saya minta tolong, tolong bebaskan suami saya dulu. Dia di sekap oleh maria. Maria juga mengancam akan membunuhnya jika saya dan susan berani melaporkanya ke pihak yang berwajib.” Tangis tante tomy.


“Ya tuhan.. Bagaimana bisa ini terjadi tante? Dan siapa maria? Kenapa bisa maria mempunyai wajah seperti susan?” Tanya rolan merasa sangat iba juga kasihan pada susan alias sandra dengan tante tomy.

__ADS_1


Sandra(susan) menghela nafas.


“Maria adalah sahabat saya. Dia melakukan semua itu karna iri dengan apa yang saya miliki. Dan dia juga diam diam jatuh cinta pada kak tomy.”


__ADS_2