Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 123


__ADS_3

Ketika memasuki kamarnya tomy melihat jeny yang sudah berbaring di atas ranjang dengan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Tomy menghela nafas pelan kemudian mendekat. Pria itu tidak duduk di tepi ranjang melainkan berlutut tepat di depan perut istrinya.


“Sayang.. Aku minta maaf..” Katanya lirih.


Jeny hanya diam saja dan terus memejamkan kedua matanya pura pura tertidur. Jeny tidak menolak perminta maafan suaminya. Tetapi jeny tetap membutuhkan penjelasan dari segala tingkah suaminya akhir akhir ini.


“Aku tau aku salah.. Aku nggak ada saat kamu butuh..” Lanjut tomy menatap wajah tenang jeny dengan kedua mata berkaca kaca.


Tomy menelan ludahnya kemudian menghela nafas lagi. Tomy mencoba mengumpulkan seluruh keberanianya untuk menjelaskan semuanya pada jeny. Tomy juga sedang berusaha mempersiapkan dirinya untuk menerima amarah juga amukan istrinya nanti.


“Sayang aku...”


Tomy terdiam sejenak. Apapun resikonya nanti tomy tetap merasa harus mengatakan semuanya pada jeny.


“Aku.. Malam itu pergi untuk menjenguk rachel yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan mawar.”


Kedua mata jeny langsung terbuka lebar. Wanita itu menatap tomy yang berlutut di depanya kemudian menggelengkan pelan kepalanya. Jeny tidak menyangka tomy bisa begitu sangat perduli pada rachel dan meninggalkanya begitu saja yang malam itu sedang mengalami sakit pada perutnya yang akhirnya di larikan kerumah sakit oleh bibi, sisi, juga pak satpam.


“Aku minta maaf.. Aku nggak tau kalau kamu..”


“Segitu perdulinya kamu sama dia? Kamu bilang dia hanya sekedar kenalan bagi kamu.. Tapi kamu malah jauh perduli sama dia dari pada sama aku?” Sela jeny menatap tomy tidak menyangka.


Tomy menelan ludahnya. Malam itu tomy tidak tau bahwa istrinya juga sedang kesakitan. Tomy pergi buru buru karna polisi menelephone nya juga merasa kasihan pada rachel yang tinggal seorang diri di indonesia tanpa keluarga ataupun saudara.


“Sayang aku bener bener nggak tau kalau kamu juga sedang sakit perut..”


Jeny bangkit dari berbaringnya. Wanita itu meneteskan air mata setelah tau apa yang di maksud urusan oleh tomy saat itu. Dadanya terasa sesak. Dan rasa kecewanya semakin besar.


“Sayang aku tidak ada maksud apa apa. Aku hanya kasihan sama rachel. Dia di indonesia sendirian tanpa keluarganya.” Lanjut tomy terus berusaha menjelaskan.

__ADS_1


Ketika tomy hendak menyentuh tanganya jeny langsung menjauh dengan menggeser tubuhnya. Wanita itu tidak ingin tomy menyentuhnya.


“Sayang.. Aku minta maaf.. Aku tau aku salah.. Tapi sumpah aku tidak ada maksud lain..”


“Terus kenapa kamu selalu menghindar saat mengangkat telephone? Apa itu dari rachel juga?” Sela jeny bertanya dengan suara lirih seraknya.


Tomy menatap jeny. Air matanya ikut menetes menatap istrinya yang berderai air mata karna kesalahanya.


“Itu telephone dari reyhan sayang.. Aku bener bener nggak bohong. Aku menghindar karna aku nggak mau kamu salah faham.. Aku nggak mau kamu salah mengartikan maksud baik aku.. Aku menyuruh reyhan untuk menangani rachel selama rachel belum sadarkan diri.”


Jeny tertawa dalam tangisnya. Tomy bahkan sampai menyuruh reyhan untuk menjaga rachel. Sama seperti dulu saat tomy menyuruh reyhan untuk selalu mengawal dan mengantar kemanapun jeny pergi.


“Segitu pentingnya rachel untuk kamu..”


Tomy menggelengkan kepalanya. Pria itu kemudian meraih tangan jeny dan menggenggamnya erat. Meskipun jeny terus meminta di lepaskan namun tomy tetap menggenggam tanganya dengan erat.


Jeny memejamkan kedua matanya. Jeny tau tomy memang orang baik. Tapi jika tomy berbuat baiknya pada rachel jeny merasa kebaikan itu mempunyai maksud tertentu. Dan dalam pikiran jeny, jeny menganggap tomy mempunyai rasa pada rachel.


“Apa kamu mencintai dia?” Tanya jeny enggan mengatap tomy yang dengan setia tetap berlutut di depanya.


Tomy menggeleng. Sedikitpun tomy tidak mempunyai rasa pada rachel. Tomy bahkan sangat ingin menjauh dan berhenti berhubungan pertemanan dengan wanita itu.


“Ya tuhan.. Jeny.. Aku nggak punya rasa seujung kuku pun sama dia. Kamu tau aku sangat mencintai kamu. Mencintai anak kita..”


Air mata jeny semakin deras menetes. Semuanya masih terasa abu abu baginya. Perasaan tomy padanya juga perasaanya pada tomy.


“Tolong mengerti.. Dan tolong percaya sama aku.. Aku nggak mungkin memiliki rasa pada wanita lain.. Hanya kamu yang dari dulu ada di hati aku jeny.. Bahkan dari kita kecil..”


Jeny diam. Wanita itu kembali meronta dan berusaha melepaskan genggaman erat tomy. Namun semakin jeny berusaha melepaskan semakin erat pula genggaman tomy di tanganya.

__ADS_1


“Sayang please.. Jangan seperti ini..” Mohon tomy menatap jeny dengan air mata yang menganak sungai di kedua pipi tirusnya.


Jeny menggeleng. Entah harus bagaimana dirinya menyikapi semua itu. Apa yang di katakan tomy berhasil membuat hatinya terasa terhimpit bahkan tertimpa batu besar.


“Percaya sama aku.. Aku hanya mencintai kamu..”


Tomy bangkit dan duduk di samping jeny dengan kedua tangan yang terus menggenggam erat tangan jeny. Setelah wanitanya berhenti berusaha melepaskan genggamanya tomy pun mengangkat kedua tangan jeny dan mengecup bergantian punggung tangan wanita itu.


“Kamu mau kan percaya sama aku?”


Jeny masih enggan menatap tomy yang kini duduk di sampingnya di tepi ranjang. Hatinya masih merasa sakit dengan apa yang sudah di lakukan suaminya.


“Sayang..” Panggil tomy lembut.


Tomy melepaskan genggaman tanganya. Pria tampan itu menyentuh kedua pipi chuby jeny kemudian mengarahkan wajah cantik jeny agar mau menatapnya.


“Ingat dan dengarkan baik baik.. Sampai kapanpun hanya kamu yang ada di hati aku.. Hanya kamu satu satunya wanita yang aku cintai.. Dan hanya kamu yang akan selalu ada di samping aku.. Apapun yang terjadi.”


Jeny menatap kedua mata tomy. Wanita itu baru menyadari bahwa tomy juga ikut meneteskan air matanya. Tomy menjelaskan semuanya dengan tangisan.


“Aku yakin kamu tau siapa aku.. Kamu pasti bisa faham dan mengerti dengan maksud aku..”


Jeny menggeleng. Kali ini jeny tidak bisa mengerti. Jeny tidak mengenal siapa rachel. Jeny juga tidak tau seberapa dekat tomy dan rachel saat di amsterdam. Dan jeny juga tidak tau bagaimana kebersamaan mereka dulu.


“Aku nggak tau tomy... Aku lupa bagaimana caranya memahami kamu juga perasaan kamu..”


Tomy menghela nafas. Meyakinkan jeny memang tidak mudah. Tetapi tomy tidak akan menyerah. Tomy akan tetap terus berjuang demi keutuhan rumah tangganya dengan jeny.


“Nggak masalah.. Aku nggak keberatan.. Asal kamu mau tetap ada di samping aku.. Apapun itu aku akan lakukan jeny. Yang jelas hanya kamu wanita yang aku cintai.”

__ADS_1


__ADS_2