
Tomy terus menatap jeny yang tampak tidak berani untuk mengangkat kepalanya. Wanita itu menyuapkan pelan makanan ke dalam mulutnya dengan terus menundukan kepalanya.
“Makan yang banyak.” Kata tomy tegas.
Jeny menutup matanya. Karna terlalu capek jeny sampai tidak nafsu makan siang tadi. Jeny bahkan tidur sampai begitu lama saking lelahnya. Jeny juga belum sempat mencoba semua baju yang di belinya.
“Maaf by...”
“Aku nggak suka ya jen kalau kamu sampai telat makan begini...” Sela tomy.
Jeny menghembuskan nafasnya pelan. Hari ini entah kenapa nafsu makanya sedikit berkurang. Dan menjelang tidur siang tadi jeny terus memilkirkan sarah yang tidak lain adalah bagian dari masa lalu tomy juga dirinya.
“By...” Panggil jeny menatap tomy yang melengos. Jeny tau tomy marah karna khawatir padanya.
Jeny meraih segelas air putih yang ada di sampingnya kemudian meminumnya sedikit. Wanita itu kemudian kembali menatap tomy yang enggan untuk menatapnya.
“Tentang elo.. Entah kenapa aku berpikir bahwa mamahnya adalah kak sarah.”
Kedua mata tomy sedikit melebar mendengarnya. Jeny bisa mempunyai pikiran yang begitu tepat dengan kenyataanya.
“By.. Misalnya benar kak sarah mamahnya elo, apa kamu akan kembali mengejar dia?” Tanya jeny pelan.
Tomy memejamkan sesaat kedua matanya. Jeny masih berpikir bahwa dulu tomy mencintai sarah. Tomy menoleh dan menatap jeny yang juga sedang menatapnya.
“Kenapa kamu sampai punya pikiran seperti itu?” Tanya tomy.
Jeny diam. Dulu tomy sangat dekat dengan sarah. Bahkan saat pulang pun tomy tidak menemuinya melainkan menemui sarah. Sarah bahkan bercerita pada jeny bahwa mereka sempat makan siang bersama.
Tomy berdecak pelan. Pria itu menyentuh lembut dagu jeny dan mengangkatnya menuntun wajah cantik wanitanya agar mau menatapnya.
“Setelah semua yang terjadi apa kamu masih ragu dengan perasaan aku?” Tanya tomy lirih.
Jeny hanya diam saja. Hubungan tomy dan sarah dulu tidak pernah menemui titik terang. Mereka berdua dekat namun tomy tidak pernah mengungkapkan perasaanya. Dan jeny takut perasaan itu kembali dan tumbuh subur kembali di hati suaminya. Jika memang akan begitu bagaimana nasib jeny dan anaknya nanti.
__ADS_1
“Jeny dengarkan aku..”
Jeny menatap tepat pada kedua mata suaminya. Dan kali ini wanita itu tidak dapat membaca tatapan suaminya. Namun sorot keseriusan tetap dapat jeny lihat dari kedua mata suaminya.
“Aku mungkin memang punya rasa sama sarah.. Tapi itu dulu banget.. Dan rasa itu udah nggak ada. Asal kamu tau jeny, aku tidak pernah mencintai sarah.”
Jeny menggelengkan kepalanya. Jika memang tomy tidak pernah mencintai sarah kenapa pria itu selalu bersikap lembut dan menemani sarah kemanapun sarah pergi. Tomy bahkan sering mengajaknya makan siang bersama sarah. Dan jeny merasa saat itu tomy menganggapnya sebagai adik yang tidak tau apa apa yang sedang menemani sang kakak kencan.
“Tapi dulu kamu..”
Cup
Ucapan jeny terhenti karna tiba tiba tomy mengecup singkat bibirnya.
“Apa yang aku lakukan dulu murni hanya sebatas teman. Dan sikap lembut aku pada sarah hanya sebatas untuk menghargai kebaikanya. Bukankah kita harus baik pada orang yang baik pada kita?”
Jeny tetap diam. Meskipun tomy sudah mengatakan yang sebenarnya namun apa yang ada di dalam hati jeny tidak bisa menerima begitu saja penjelasan itu. Tomy dulu sangat dekat dan baik pada sarah. Dan sarah adalah satu satunya gadis yang dekat dengan tomy selain jeny saat itu.
“Aku...”
Jeny tidak dapat berkata apa apa. Tomy memang selalu meng iyakan apa maunya. Tomy juga selalu menemaninya bahkan setelah jarak mereka jauh karna saat SMP tomy harus pindah rumah.
“Sayang.. Tolong jangan berpikir yang tidak tidak.. Itu bisa berpengaruh pada perkembangan anak kita.. Kamu harus selalu tenang. Dan kamu juga harus selalu berpikir positif.”
Jeny menghela nafas. Wanita itu kemudian menganggukan kepalanya meng iyakan apa yang di katakan tomy. Apapun yang terjadi jeny harus tetap bisa menjaga dengan baik anak dalam kandunganya.
Tomy tersenyum. Pria itu mengecup singkat kening jeny. Mungkin wanita itu ragu padanya tentang sarah. Tapi tomy tidak mempermasalahkanya. Jeny ragu karna mencintainya. Jeny ragu juga karna takut kehilanganya.
“Lanjut lagi makanya yah..” Senyum tomy mengusap lembut pipi chuby jeny.
“Suapin..” Manja jeny.
“Iyah... Aku suapin deh..”
__ADS_1
Tomy meraih piring yang ada di depan jeny. Pria itu menyendok nasi, lauk serta sayur kemudian menyuapkanya pada jeny dengan lembut.
“Kamu harus makan yang banyak sayang.. Aku nggak masalah kok kamu gendut juga.. Aku bakal tetep kuat gendong kamu.”
Jeny mengerucutkan bibirnya. Wanita itu tidak terima di katakan gendut oleh suaminya meskipun pada kenyataanya memang berat badanya naik derastis setiap bulanya.
“Aku nggak gendut..” Kata jeny dengan mulut penuh makanan.
Tomy tersenyum.
“Iya iya.. Nggak gendut sayang.. Kamu sexy.” Balas tomy mengalah.
Jeny tertawa senang. Walau dalam hati wanita itu masih terasa mengganjal tentang nama sarah yang tidak lain adalah nama mamah elo.
Selesai menemani jeny makan tomy langsung mengajak jeny untuk ke ruang keluarga. Pria itu berniat menghabiskan waktu sorenya untuk sekedar bersantai menemani istrinya menonton acara drama kesukaan istrinya.
“Aku sebel banget ih sama dia by.. Dia tuh doyan selingkuh tau nggak. Pacarnya dimana mana. Mentang mentang kaya.” Umpat jeny dengan wajah sebal menatap layar televisi yang sedang menayangkan serial drama kesukaanya.
Tomy tersenyum geli. Baru kali ini tomy menemani jeny menonton drama kesukaanya dan ternyata sifat jeny dan mamahnya tidak jauh berbeda saat menonton drama. Mereka berdua sama sama terlalu mendalami karakter tokoh dalam drama yang di tontonya.
“Ini lagi.. Jadi istri lembek banget. Udah tau suaminya doyan selingkuh masih mau aja. Gemas aku.”
Kali ini jeny bahkan sampai mencubit tangan tomy yang sedang mengusap usap perutnya saking gemasnya pada tokoh istri lemah di drama tersebut.
Tomy meringis namun tetap diam. Tomy tidak ingin mengganggu istrinya menonton. Jadi pria itu pasrah saja meskipun jeny mencubit bahkan sampai hampir menggigit lenganya.
“Sudah nontonya?” Tanya tomy ketika drama yang di tonton jeny selesai.
“Udah.. Tapi aku gemes banget by. Istrinya itu loh.. Bodoh banget ih.”
Tomy menggelengkan kepalanya. Dengan lembut di belainya pipi chuby jeny.
“Jangan marah marah sayang.. Kan itu hanya akting.”
__ADS_1
Jeny berdecak. Meskipun memang hanya akting tapi baginya tetap saja sikap lembek tokoh istri di drama itu menggemaskan. Terlalu lemah dan mengalah meskipun suaminya suka selingkuh.
”Tetep aja bikin gemes.”