Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 233


__ADS_3

Jeny tersenyum menatap suaminya yang tampak sangat tidak semangat berangkat ke kantor pagi ini. Jeny tau suaminya tidak ingin pergi. Tapi keadaan di kantor membuatnya terpaksa harus meninggalkan istri tercintanya itu sejenak.


“By jangan cemberut gitu dong.. Nanti client kamu kabur gimana?”


Tomy menghela nafas mendengar pertanyaan yang di selingi candaan oleh istrinya. Jika saja rapat hari ini bisa di wakili oleh reyhan tomy tidak perlu ke kantor meninggalkan istri tercintanya.


“Sayang tapi..”


“Kan kamu udah telephone mamah.. Sebentar lagi pasti mamah datang buat nemenin aku.. Kamu nggak usah terlalu khawatir by..” Sela jeny tersenyum manis menatap suaminya yang berdiri di depan cermin.


Tomy berdecak pelan. Tomy tidak ingin selangkah saja keluar dari rumahnya meninggalkan jeny. Apa lagi sekarang adalah detik detik istrinya menuju melahirkan.


“Aku janji setelah rapatnya selesai aku langsung pulang.” Kata tomy.


Jeny bangkit dari duduknya di tepi ranjang. Dengan langkah pelan jeny mendekat pada tomy. Jeny menyentuh lembut dasi suaminya yang masih tampak kendur kemudian mengeratkanya.


“Iya by.. Aku percaya selalu sama kamu..”


Tomy mengecup lembut kening istrinya. Tidak tega rasanya jika harus keluar rumah meski hanya sebentar. Tomy sadar jeny sedang sangat membutuhkan perhatianya. Jeny juga membutuhkan tanganya untuk menuntunya saat naik turun tangga.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat tomy dan jeny menoleh. Mereka berdua menatap kompak ke arah pintu kamar mereka yang tertutup rapat.


“Itu pasti bibi..” Senyum jeny.


Tomy menganggukan kepalanya setuju. Pria tampan itu kemudian membiarkan istrinya melangkah menuju pintu kamar untuk membukanya.


“Bu.. Maaf.. Di bawah ada bu angel..”


Jeny mengangkat sebelah alisnya bingung. Angel sudah bertamu ke rumahnya di pagi pagi seperti itu membuatnya bertanya tanya.


“Sama dokter axel bi?” Tanya jeny panasaran.


“Nggak bu.. Bu angel sendirian.” Jawab bibi.


Jeny semakin merasa bingung juga penasaran. Wanita hamil itu kemudian menoleh menatap suaminya yang hanya diam di tempatnya.

__ADS_1


“Kenapa sayang?” Tanya tomy melihat kebingungan istrinya.


“By.. Kata bibi di bawah ada mbak angel tapi nggak sama dokter axel.”


Tomy mengeryit bingung. Setahunya wanita itu tidak pernah pergi seorang diri selama di rawat dokter axel. Penasaran tomy pun segera mengajak jeny untuk turun ke lantai 1 rumahnya.


“Mbak angel..” Lirih jeny.


Angel yang sedang duduk terdiam di ruang tamu tampak tidak menyadari kehadiran tomy dan jeny. Wanita cantik itu terus melamun dengan tatapan lurus ke depan.


Deringan ponsel tomy berhasil menyadarkan angel. Wanita itu menolehkan kepalanya dan tersenyum pada tomy dan jeny.


“Sayang sebentar..” Senyum tomy merogoh saku dalam jas hitamnya dan meraih ponsel berwarna hitamnya.


Jeny menganggukan kepalanya. Wanita itu terus berdiri di samping tomy yang sedang berbincang lewat telephone dengan reyhan.


“Eemm.. Sayang rapatnya sebentar lagi mau di mulai. Aku berangkat yah.. Kamu hati hati di rumah.. Jangan kecapek an. Jalanya pelan pelan aja..”


Jeny tertawa mendengarnya. Wanita itu hanya menganggukan kepalanya mengiyakan apa yang di katakan suaminya. Jeny menyalimi tomy kemudian mencium singkat bibir tipis pria tampan itu sebelum tomy benar benar berangkat ke kantor menggunakan mobil mewahnya.


Angel yang melihat kemesraan dan keharmonisan hubungan rumah tangga tomy dan jeny ikut tersenyum bahagia. Wanita itu bahkan sempat membayangkan jika dirinya dan dokter axel juga bisa seperti tomy dan jeny mungkin dirinya akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.


“Mbak.. Apa kabar?” Tanya jeny setelah mendudukan dirinya di samping angel.


Angel tersenyum manis pada jeny.


“Seperti yang kamu liat jeny.. Aku baik baik saja. Kamu sendiri gimana kabarnya?” Jawab angel kemudian bertanya balik pada jeny.


“Aku juga baik mbak..” Senyum jeny.


Angel menganggukan kepalanya. Wanita itu kemudian menundukan kepalanya. Niatnya datang ke rumah jeny adalah untuk bertanya tentang fani.


“Mbak kesini nggak sama dokter axel?”


Angel tersenyum hambar. Bersama dokter tampan itu adalah keinginan terbesarnya saat ini. Tapi apa daya jika dokter axel saja enggan untuk berada dekat lagi denganya. Dokter axel bahkan begitu sangat dingin padanya seperti sudah tidak ingin lagi ada hubungan apapun. Dokter axel juga menolak dengan tegas ajakan angel untuk berteman.


“Aku sudah nggak tinggal lagi di rumah dokter axel jen. Aku sudah bersama kedua orang tuaku..” Jawab angel menoleh pada jeny.

__ADS_1


Jeny terdiam ketika angel tersenyum padanya. Wanita itu tampak sangat sedih meskipun bibirnya terus tersenyum tapi kedua matanya memancarkan kesedihan.


“Jeny boleh aku tanya sesuatu?”


Jeny menelan ludahnya. Jeny khawatir angel menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya. Dan jeny takut jika jawabanya salah dan akan menimbulkan masalah.


“Tanya apa mbak?” Tanya jeny balik dengan suara pelan.


“Tentang anaku.”


“Fani?” Tanya jeny memastikan jika angel memang sudah tau siapa fani.


“Ya. Dokter axel bilang kamu sangat baik pada fani. Dokter axel sudah menceritakan semuanya. Tentang siapa aku dan bagaimana aku.”


Jeny diam lagi. Jeny pikir dokter axel akan terus mendampingi angel sampai ingatan wanita cantik itu pulih.


“Jeny. Apa benar aku tidak pernah menjenguk fani selama fani sakit? Apa benar aku sekejam itu?”


Jeny menelan ludahnya. Setahu jeny angel memang tidak pernah menjenguk fani. Jeny bahkan tidak pernah bertemu dengan angel selama mengajak fani mengobrol dan bermain di taman. Bahkan fani juga selalu menceritakan pada jeny ingin bisa bermain dengan angel seperti bermain denganya.


Jeny menghela nafas kemudian menganggukan kepalanya pelan menjawab pertanyaan angel.


“Kenapa? Kenapa aku bisa sekejam itu pada anaku sendiri?”


Jeny menatap sendu pada angel yang mulai menangis terisak. Jeny tidak tau cerita yang sebenarnya. Dan jeny merasa tidak berhak mengatakan apapun pada angel.


“Mbak.. Aku minta maaf.. Aku nggak bisa jawab pertanyaan mbak.. Kalau mbak memang ingin tau yang sebenarnya mbak bisa tanyakan langsung pada pak leo.. Mbak tanyakan baik baik sama pak leo..”


Angel berhenti menangis. Wanita itu langsung mengusap kasar air mata yang membasahi pipinya. Angel menoleh dan menatap jeny dengan sebelah alis terangkat.


“Pak leo..?” Tanya angel.


“Ya mbak.. Pak leo pasti akan menjelaskan semuanya sama mbak angel..” Senyum jeny menjawab pertanyaan angel.


Angel terdiam. Dokter axel mengatakan leo adalah mantan suaminya. Itu artinya leo lebih tau dan lebih mengerti dengan alasanya kenapa saat itu tidak mau menjenguk fani meskipun dokter axel sudah berkali kali menghubunginya.


“Pak leo.. Kamu benar. Aku harus tanya pak leo..”

__ADS_1


Angel langsung bangkit dari duduknya kemudian melangkah cepat meninggalkan jeny yang hanya bisa diam saja. Angel merasa harus segera mengetahui alasanya waktu itu kenapa sampai menelantarkan fani. Putrinya sendiri.


__ADS_2