Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 214


__ADS_3

Jeny menatap khawatir pada tomy yang sedang di tangani oleh dokter axel. Meskipun jeny memang terbiasa menangani orang terluka parah tapi melihat luka di perut suaminya jeny merasa takut juga khawatir. Luka itu terlihat mengerikan di mata jeny karna suaminya yang mengalami.


“Aku takut mbak..” Lirih jeny.


Angel yang ada di samping jeny hanya mampu menghela nafas. Jika dirinya di posisi jeny mungkin angel juga akan merasakan hal yang sama.


“Sabar yah.. Do'ain yang terbaik aja untuk pak tomy..” Senyum angel menyentuh dan mengusap usap kedua bahu bergetar jeny.


Jeny hanya bisa menganggukan kepalanya. Dalam do'anya nama tomy tidak pernah tidak di sebut. Tapi sekarang kondisi pria itu sangat mengkhawatirkan. Demamnya tidak kunjung turun sudah berjam jam.


Dokter axel menutup pelan pelan kaos panjang rajut yang di kenakan tomy. Dokter tampan itu menghela nafas. Apa yang di khawatirkanya hampir saja terjadi. Luka tomy seperti akan ter infeksi. Dan demam yang di alami tomy adalah salah satu gejalanya. Beruntung jeny langsung mengatakan padanya sehingga infeksi itu masih bisa di cegah.


“Bagaimana dokter?” Tanya jeny pelan.


Dokter axel bangkit dari duduknya di tepi ranjang. Pria itu kembali menutupi tubuh menggigil tomy menggunakan 2 selimut tebal.


“Sepertinya luka pak tomy akan infeksi. Dan demamnya adalah salah satu gejalanya. Tapi semuanya akan baik baik saja. Sudah saya kasih obat untuk infeksinya. Nanti setiap 4 jam sekali kamu bisa oleskan salep ini.” Jawab dokter axel.


“Bagaimana dengan demamnya?” Tanya jeny lagi.


“Demamnya mungkin sebentar lagi akan turun. Saya sudah menyuntikan obat penurun demamnya tadi.” Senyum dokter axel menjawab lagi.


Jeny menghela nafas lega. Jeny pikir tomy terkena racun dari pisau lorenzo. Wanita itu kemudian mendekat pada tomy dan duduk di tepi ranjang. Di usapnya lembut kening tomy yang masih terasa panas. Selama dokter axel mengoleskan obat infeksi pada perutnya tomy sama sekali tidak terusik. Pria itu terus memejamkan matanya dengan wajah pucat.


“Terimakasih dokter..” Senyum jeny menatap dokter axel.


“Sama sama jeny.” Angguk dokter axel.


Angel yang mendengar penuturan dokter axel ikut merasa lega. Tomy adalah sosok pria idaman bagi semua wanita. Tidak heran jika jeny begitu takut kehilanganya. Dan angel yakin sikap tomy yang lembut dan penuh cinta membuat jeny tidak bisa tanpanya.


“Semoga pak tomy cepat pulih yah..” Senyum angel mendo'akan.

__ADS_1


“Ya mbak amiin.. Minta do'anya mbak.” Balas jeny menganggukan kepala dan tersenyum menatap angel.


“Pasti.”


Dokter axel tersenyum mendengarnya. Dokter tampan itu merasa menemukan kembali angel nya yang dulu. Tapi meskipun begitu sikap angel sekarang tidak mampu membuat dokter axel merasakan kembali indahnya cinta di hatinya. Dokter axel tau itu hanya sementara karna setelah ingatanya kembali angel pasti akan kembali seperti sedia kala. Bukan seperti angel sekarang yang benar benar seperti angel di masa lalu.


“Dokter sudah malam. Kita pulang sekarang yah.. Jeny juga pasti kan mau istirahat..”


Dokter axel tersadar dari lamunanya. Dokter tampan itu menoleh pada angel kemudian tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya menyetujui ajakan angel. Dokter axel juga sebenarnya sudah mengantuk. Tubuhnya juga terasa pegal pegal.


“Jeny.. Kita pulang dulu. Kabari saya kalau ada apa apa. Dan semoga pak tomy cepat pulih.”


“Ya dokter. Sekali lagi terimakasih.” Senyum jeny.


“Ya. Kita permisi.”


Dokter axel kemudian melangkah keluar dari kamar tomy dan jeny. Sedang angel, wanita itu masih berdiri di tempatnya di depan ranjang king zise tomy dan jeny.


“Ya mbak..” Angguk jeny tersenyum menatap angel.


Angel kemudian mendekat pada jeny. Dengan lembut di peluknya tubuh jeny. Angel tersenyum di balik punggung jeny kemudian melepaskan pelukanya.


“Aku pulang yah.. Selamat malam.” Katanya kemudian berlalu.


Selama dalam perjalanan angel terus saja diam. Pikiranya kembali memusat pada hubunganya dengan dokter axel. Angel mulai merasa ragu dan tidak percaya dengan kenyataan bahwa dirinya dan dokter axel tidak ada hubungan apa apa. Dan semua itu angel sadari setelah melihat tomy dan jeny. Misalnya siang tadi, tomy rela mengabaikan lukanya demi angel. Dan menurut angel itu sama persis seperti yang di lakukan dokter axel selama angel masih di ikat. Dokter axel rela menahan rasa lapar asal angel kenyang lebih dulu. Dokter axel juga dengan telaten mengurusnya. Dan lagi dokter tampan itu tidak pernah keberatan membersihkan ranjang karna saat itu angel melakukan semuanya di atas ranjang.


“Kamu kenapa?”


Angel menoleh sekilas pada dokter axel kemudian melengos menatap ke jalanan ramai yang sedang di lewatinya. Angel merasa dokter axel membohonginya.


“Nggak papa dokter.” Jawabnya.

__ADS_1


Dokter axel mengangguk. Pria tampan itu tidak bodoh. Dia tau angel sedang memikirkan sesuatu. Tapi dokter axel tidak ingin bertanya karna dokter itu merasa itu bukanlah urusanya.


Hening


Tidak ada lagi percakapan antara angel dan dokter axel. Mereka berdua fokus dengan pikiranya masing masing hingga mobil dokter axel sampai di halaman luas kediamanya.


“Dokter. Boleh aku bertanya?”


Dokter axel terdiam dan mengurungkan niatnya ketika hendak membuka pintu mobilnya. Pria itu mengangkat sebelah alisnya menatap angel penasaran.


“Apa?” Tanyanya.


“Kapan dokter akan mengantar aku bertemu dengan orang tuaku. Bukankah akan lebih baik kalau aku tinggal bersama mereka berdua?”


Dokter axel tertegun mendengar pertanyaan di akhir kalimat yang di lontarkan angel. Dokter axel merasa angel seperti sedang ingin menjauh dan menghindar darinya.


“Kita kan tidak ada hubungan apa apa. Takutnya ada fitnah atau mungkin para tetangga di kompleks ini banyak yang tidak suka dengan kita tinggal berdua.”


Dokter axel ingin sekali berkata dia tidak perduli dengan omongan tetangga kompleksnya. Namun sebisa mungkin dokter axel menahan agar tidak melontarkan ucapan itu. Angel mungkin memang mulai merasa jenuh bersamanya. Seperti dulu saat menjalin cinta denganya. Dan dokter axel kembali sadar angel memang bukan wanita yang tepat untuknya.


Dokter axel menghela nafas. Lorenzo sudah tertangkap sekarang. Meskipun memang pria itu masih berada di rumah sakit tapi dokter axel yakin angel sudah aman sekarang.


“Besok. Besok saya akan antar kamu ke rumah kedua orang tua kamu.” Jawab dokter axel tersenyum tipis.


Angel menelan ludahnya. Wanita itu pikir dokter axel akan menahanya dan mempertahankanya agar tetap berada di samping pria itu.


“Sudah malam. Ayo masuk.” Ajak dokter axel kemudian keluar lebih dulu dari mobilnya meninggalkan angel yang hanya diam menahan rasa kecewanya.


“Tuhan.. Bantu aku mengingat semuanya..” Lirih angel dengan suara bergetar.


Angel menarik nafasnya dalam dalam kemudian menghembuskanya berlahan. Wanita itu kemudian turun dari mobil dan mendekat pada dokter axel yang menunggunya.

__ADS_1


“Besok saya akan bantu kamu membereskan semua barang barang kamu.”


__ADS_2