
Jeny menceritakan semuanya pada tomy meskipun dengan masih sesekali terisak. Wanita itu bahkan masih terus meneteskan air mata karna terus merasa bersalah pada sarah.
“Sayang.. Itu bukan salah kamu.. Tapi salah lorenzo. Dia juga kan bohongin kamu..” Kata tomy melepaskan pelukanya.
Tomy menyeka air mata yang terus membasahi pipi chuby istrinya. Tomy sudah tau lama siapa lorenzo bahkan dari mereka kuliah. Dan sekarang jeny dengan sendirinya tau siapa lorenzo tanpa tomy memberitahu. Bahkan jeny tau dari istri sah lorenzo sendiri.
“Tapi by.. Aku tetap salah.. Aku nerima ajakan kak lorenzo hampir setiap hari saat itu.. Dan saat itu kak lorenzo sama sekali tidak bilang kalau dia sudah menikah..”
Tomy tersenyum mendengarnya.
“Sayang... Sampai kapanpun juga lorenzo nggak akan mau kasih tau kamu kalau dia sudah menikah bahkan punya anak..”
Jeny terdiam. Sulit rasanya mempercayai kenyataan Meskipun jeny sendiri menyadari raut wajah elo sangat mirip dengan lorenzo. Mulai dari mata sipitnya hingga bibir tipisnya.
“Udahlah...Nggak usah terlalu di pikirin. Yang penting sekarang kamu udah tau.. Dan kamu nggak perlu nyalahin diri kamu sendiri. Yang salah itu lorenzo. Bukan kamu..”
“Tapi by.. Kak lorenzo kan bangkrut. Bagaimana dengan elo nanti?” Tanya jeny.
Tomy terdiam sesaat. Tomy tidak pernah memikirkan hal itu karna memang tomy tidak tau bahwa lorenzo sudah menikah.
“By...”
“Itu bukan urusan kita sayang..” Sela tomy cepat.
“Tapi kan...”
“Sayang please.. Aku nggak mau ada masalah menimpa rumah tangga kita. Dan aku nggak mau ada salah faham lagi.” Sela tomy lagi.
Jeny terdiam. Jeny juga mungkin tidak akan rela jika tomy kembali dekat dengan sarah. Tapi jika mengingat elo jeny merasa sangat tidak tega.
“Udah.. Sekarang kamu nggak perlu mikirin sarah apa lagi lorenzo. Mereka punya kehidupan sendiri. Dan mereka bukan anak kecil apa lagi orang tidak mampu yang harus kamu bantu.” Kata tomy.
Jeny menelan ludahnya. Apa yang di katakan tomy memang benar. Tapi melihat elo menangis hati jeny rasanya tidak tega. Jeny kembali teringat pada fani yang sampai hembusan nafas terakhirnya tidak bisa mendapatkan kasih sayang tulus dari angel.
“Ya udah mending sekarang kamu istirahat.. Aku mandi dulu yah..” Senyum tomy.
__ADS_1
Jeny menganggukan kepalanya. Wanita cantik itu tersenyum dan menutup kedua matanya menerima kecupan singkat dari tomy di keningnya.
Jeny menghela nafas setelah tomy masuk ke dalam kamar mandi. Apa yang di katakan suaminya memang benar. Apapun yang terjadi pada sarah dan lorenzo bukanlah salahnya. Di samping itu jeny juga tidak pernah tau bahwa lorenzo sudah menikah. Lorenzo tidak pernah menyinggung soal itu padanya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat jeny mengurungkan niatnya untuk memejamkan mata. Jeny berlahan bangkit dari ranjang dan turun kemudian melangkah pelan menuju pintu untuk membukanya.
“Bibi.. Kenapa?” Tanya jeny begitu membuka pintu kamarnya.
“Maaf bu.. Di bawah ada pak lorenzo.”
Senyum di bibir jeny langsung sirna. Lorenzo datang lagi ke rumahnya. Pria bermata sipit itu benar benar tidak punya perasaan. Bisa bisanya lorenzo tetap mengganggunya sementara dirinya sudah mempunyai anak dan istri.
“Baik. Saya akan turun sekarang.” Tegas jeny.
Sesaat jeny terdiam. Wanita itu menoleh menatap pintu kamar mandi dimana tomy berada sekarang. Jeny berpikir mungkin lebih baik dirinya menemui lorenzo sendiri dari pada bersama tomy. Tomy pasti akan melarangnya dan jeny tidak akan bisa mengeluarkan semua unek uneknya pada lorenzo.
“Bibi temani saya yah..” Pinta jeny.
Jeny menuruni anak tangga dengan bibi yang mengikuti di belakangnya. Jeny memang sengaja meminta bibi untuk menemaninya agar lorenzo tidak berani macam macam padanya.
“Hy..”
Lorenzo tersenyum dan bangun dari duduknya di sofa. Pria tampan itu menyapa jeny seperti biasanya.
“Untuk apa lagi kakak kesini?” Tanya jeny menatap lorenzo datar.
Senyum di bibir lorenzo langsung sirna. Jeny tidak pernah sesinis itu padanya. Jeny selalu menyambutnya dengan baik setiap lorenzo datang.
“Aku.. Kesini untuk kamu..”
Jeny tertawa sinis. Wanita itu melipat kedua tanganya di bawah dada kemudian mengintari lorenzo yang kebingungan dengan sikap tidak biasa jeny.
“Pria macam apa kamu ini kak.. Nggak punya hati. Nggak punya perasaan.”
__ADS_1
“Apa maksud kamu jeny.. Aku..”
“Jangan pura pura tidak tau kak. Kakak pikir aku nggak tau apa kalau kakak udah nikah bahkan punya anak sama kak sarah..?” Sela jeny tegas.
Kedua mata lorenzo membulat. Apa yang di rahasiakanya selama ini dari dunia luar akhirnya terbongkar. Dan jeny tau semuanya.
“Jeny aku...”
“Aku nggak mau denger apapun lagi dari pria nggak punya hati nurani seperti kakak. Kakak tau? Kak sarah tadi siang kesini dengan elo yang terluka dan menangis. Itu karna kakak kan?”
Lorenzo hanya menggelengkan kepalanya. Pria itu tidak tau harus beralasan apa pada jeny. Jeny sudah terlanjur tau tentang sarah juga elo.
“Kak sarah mengatakan semuanya sama aku.. Dan kak sarah sampai menangis menceritakan bagaimana egois dan kejamnya seorang lorenzo.” Tekan jeny menatap lorenzo penuh benci.
“Jeny aku bisa jelasin... Semua ini...”
“Stop. Aku nggak mau denger apapun lagi dari kakak. Sekarang lebih baik kakak pergi dan jangan pernah menginjakan kaki di rumah ini lagi. Pintu rumah ini tertutup untuk orang tidak berhati nurani seperti kakak.” Sela jeny lagi mengusir lorenzo.
Lorenzo menggelengkan kepalanya. Apa yang di katakan jeny benar benar membuatnya merasa hancur. Lorenzo mengakui dirinya dan sarah memang sudah menikah dan memiliki elo. Tapi lorenzo sama sekali tidak menginginkan pernikahan itu.
“Jeny dengerin aku dulu.. Aku nggak pernah mencintai sarah. Yang aku cinta itu kamu.” Kata lorenzo menatap jeny serius.
“Apa? Cinta? Kakak mencintai aku?” Tanya jeny tidak menyangka dengan apa yang lorenzo katakan.
“Ya aku mencintai kamu. Dari dulu sampai sekarang. Dan aku selalu berusaha ada untuk kamu karna aku yakin suatu saat pintu hati kamu akan terbuka dan mau menerima aku.” Jawab lorenzo.
Kedua tangan jeny mengepal erat mendengarnya. Lorenzo masih berani mengatakan mencintainya. Padahal pria itu tau jeny sudah bersuami dan lorenzo pun sudah mempunyai anak dan istri.
“Kak lorenzo dengar dan ingat baik baik. Kalaupun di dunia ini hanya ada satu laki laki yaitu kakak, Aku tidak akan mau sama kakak.”
Lorenzo merasakan lututnya melemas. Penolakan jeny sangat nyata dan tajam menusuk hatinya saat ini.
“Kenapa? Apa karna aku udah bangkrut? Apa karna aku udah nggak punya apa apa lagi?” Tanya lorenzo menatap jeny dengan tatapan terluka.
Jeny tertawa sinis.
__ADS_1
“Harta? Aku sudah punya banyak kak. Bukan karna kakak udah bangkrut dan tidak punya apa apa. Tapi karna kakak memang nggak pantas untuk di cintai.”