
Sesampainya di jakarta jeny meminta pada tomy agar mereka pulang ke rumah orang tuanya dan tomy langsung menurutinya. Mereka berdua langsung pulang menuju rumah kedua orang tua jeny dengan reyhan yang menyupirinya.
Kedatangan mereka di sambut dengan hangat oleh mamah jeny. Tidak mau membuat putri dan menantunya semakin merasa lelah mamah jeny pun menyuruh tomy dan jeny untuk istirahat terlebih dulu.
Tomy menurut. Pria tampan itu menggandeng jeny naik ke lantai 2 menuju kamarnya untuk istirahat.
Tomy merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sedangkan jeny, wanita itu memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dulu sebelum beristirahat.
Tomy menghela nafas. Seulas senyum berlahan terukir di bibirnya. Tomy kembali mengingat saat hari pertama pernikahan mereka. Saat itu rasa bingung merayapi hatinya. Namun tomy tidak bisa berbuat apapun selain mempertahankan rumah tangganya dengan jeny. Meskipun pada saat itu tomy sendiri belum menyadari perasaanya seperti sekarang.
“Terimakasih tuhan.. Terimakasih untuk semua yang telah kau berikan padaku..” Gumam tomy merasa sangat bersyukur dengan apa yang di milikinya sekarang.
“By...”
Tomy menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar mandi. Jujur tomy masih sangat penasaran dengan panggilan sekata yang di lontarkan oleh istrinya.
Tomy bangkit dan duduk di tepi ranjang. Pria tampan itu tersenyum kemudian menepuk tempat di sebelahnya memberi kode agar jeny mau mendekat.
“Nggak mau. Kamu bau..” Tolak jeny.
Tomy menghela nafas. Pria tampan itu mencium aroma tubuhnya sendiri. Sebuah keryitan muncul di keningnya ketika tomy tidak mencium aroma apapun selain aroma parfum yang di pakainya.
“Nggak bau kok.” Kata tomy.
Jeny terkekeh. Wanita itu mendekat sambil menggosok rambut panjangnya yang basah menggunakan handuk.
“Mandi dulu sana.. Aku mau di peluk soalnya..” Katanya berdiri dengan jarak 1 meter dari suaminya.
“Kalau mau di peluk sekarang juga ayo sini.. Ngapain harus nunggu aku mandi dulu sayang..”
“Pokonya kamu mandi dulu. Kalau nggak mandi sekarang aku mau istirahat di kamar mamah aja.” Balas jeny cepat.
Tomy langsung bangkit dari duduknya. Tanpa melepas dulu semua pakaian yang melekat di tubuhnya pria itu langsung berlari menuju kamar mandi. Tomy benar benar tidak mau melewatkan hal manis dan mesranya dengan jeny.
Jeny yang melihat tingkah lucu suaminya terkekeh geli. Sebenarnya tomy tidak bau. Tomy tetap wangi. Namun karna mereka habis bepergian jauh menurut jeny tidak baik jika tidak langsung membersihkan dirinya. Apa lagi mereka sempat keringetan yang pasti ada bakteri tidak baik menempel di tubuhnya.
__ADS_1
Selesai mandi tomy langsung naik ke tempat tidur. Pria tampan itu menggelengkan kepalanya melihat jeny yang sudah terlelap tanpa menunggunya. Namun tomy berusaha untuk mengerti. Tomy tau jeny sedang gampang lelah sekarang karna sedang mengandung calon buah hatinya.
Ketika tomy hendak membaringkan tubuhnya suara ketukan pintu berhasil mengalihkan perhatianya. Tomy segera turun dari ranjang dan melangkah menuju pintu untuk membukanya.
“Mamah..”
“Tom.. Bisa mamah bicara sebentar?”
Tomy terdiam sesaat. Wajah mamah mertuanya tampak sangat serius meskipun seulas senyum terukir di bibirnya.
“Jeny sudah tidurkan?” Tanya mamah jeny lagi.
Tomy menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan mamah mertuanya tentang jeny.
“Ikut mamah sebentar..” Perintahnya.
Tomy menurut. Pria tampan itu keluar dan menutup pelan pintu kamar jeny. Dengan langkah pelan tomy mengikuti mamah mertuanya yang melangkah lebih dulu darinya.
“Duduk..” Kata mamah jeny dengan nada memerintah namun tetap dengan lembut juga tegas.
“Maaf mah.. Ada apa?” Tanya tomy pelan.
Mamah jeny menghela nafas. Wanita cantik dengan rambut ikal di ujungnya itu menghela nafas kemudian melipat kedua tanganya di bawah dada. Mamah jeny juga menumpukan satu kakinya ke kakinya yang lain dan menatap tomy serius.
“Mamah liat hubungan kalian sudah membaik.” Kata wanita itu tenang.
Tomy hanya diam saja namun seulas senyum berlahan terukir di bibirnya. Tomy juga sangat bahagia dengan hubungan baiknya dan jeny sekarang dan tomy berharap semoga baik kedua orang tuanya maupun kedua orang tua jeny juga ikut bahagia akan hubungan baiknya dengan jeny.
“Mamah senang melihatnya tomy.. Tapi mamah bener bener nggak bisa melupakan bagaimana terpuruknya jeny tanpa kamu..” Lanjut mamah jeny.
Senyum di bibir tomy langsung pudar. Tomy tau caranya memang salah. Tapi tomy tidak punya pilihan. Semuanya tomy lakukan bukan hanya untuk dirinya juga jeny. Tapi juga untuk semuanya.
“Mah.. Tomy bisa jelasin..” Lirih tomy.
“Nggak. Nggak perlu. Kamu orang yang pintar. Dan mamah yakin kamu sudah mempertimbangkan semuanya dengan baik atas apa yang kamu pilih.. Pesen mamah hanya satu. Tolong bahagiain putri tunggal mamah selalu.. Mamah nggak akan rela kalau sampai jeny kamu sakiti..”
__ADS_1
Tomy tersenyum lagi. Sedikitpun tomy tidak pernah berpikir untuk menyakiti jeny.
“Itu pasti mah.. Tomy sangat mencintai jeny.. Dan tomy janji akan selalu membuat jeny bahagia..” Balas tomy mantap.
“Oke.. Mamah pegang janji kamu.” Kata mamah jeny menganggukan kepalanya.
“Kamu bisa istirahat sekarang.”
“Eemm... Mah.. Tomy mau kasih tau mamah sesuatu.”
Mamah jeny mengangkat sebelah alisnya menatap tomy yang terus saja tersenyum menatapnya.
“Apa itu?” Tanyanya penasaran.
“Jeny hamil mah..” Jawab tomy.
Sesaat mamah jeny terdiam. Hubungan jeny dengan tomy memang sudah lama terlihat membaik. Tapi wanita itu merasa sedikit aneh dengan kabar kehamilan putrinya.
“Hamil?” Tanya mamah jeny tanpa senyum namun justru menatap tomy penuh selidik.
Tomy menganggukan kepalanya. Senyum bahagianya terus terukir di bibirnya.
“Oh.. Ya.. Syukurlah.. Jaga baik baik calon cucu mamah... Dan mamah ikut bahagia mendengarnya.” Katanya.
Tomy menganggukan kepalanya lagi. Pria itu menghela nafas kemudian bangkit dari duduknya.
“Ya sudah mah.. Kalau begitu tomy permisi mau lanjut istirahat yah..” Senyum tomy.
“Oke..” Angguk mamah jeny mengiyakan.
Tomy melangkahkan kakinya cepat meninggalkan mamah jeny yang masih duduk di tempatnya. Wanita itu masih tampak memikirkan kabar tentang kehamilan putrinya. Meskipun memang mamah jeny juga merasa bahagia dengan kabar itu tapi menurutnya kabar kehamilan jeny terasa sangat instan. Wanita itu tau bagaimana putrinya. Rasanya tidak mungkin jika jeny bisa luluh dan begitu gampang menyerahkan dirinya pada tomy.
“Apa ada sesuatu yang aku nggak tau?” Gumam wanita itu bertanya pada dirinya sendiri.
Mamah jeny menghela nafas. Wanita itu kemudian menggelengkan pelan kepalanya. Jeny dan tomy adalah pasangan suami istri yang sah. Dan jika jeny memang hamil itu sangat wajar.
__ADS_1
“Ya tuhan.. Aku nggak boleh berpikir yang tidak tidak.. Jeny hamil.. Itu berita yang sangat baik. Aku harus berpikir positif.”