Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 130


__ADS_3

“Begini nak tomy, saya kesini mau membicarakan tentang hubungan kalian berdua.”


Tomy mengeryit mendengar apa yang di katakan oleh pria baya berambut pirang di depanya. Entah kemana arah pembicaraan itu. Tetapi tomy merasa ada sesuatu yang perlu tomy jelaskan.


“Hubungan apa maksudnya?” Tanya tomy bingung.


Ayah dan ibu rachel terkekeh dan saling menatap lagi. Keduanya menatap tomy dengan tatapan bangga kemudian menghela nafas.


“Hubungan kamu dan rachel nak.. Kami sangat berterimakasih karna kamu sudah menjaga dan menyayangi rachel dengan baik. Dan itu sudah cukup membuat kami yakin nak.. Kami..”


“Tunggu om, tante. Saya benar benar tidak mengerti dengan pembicaraan ini. Saya dan rachel hanya teman. Kami tidak ada hubungan apapun.”


Senyum di bibir orang tua rachel langsung sirna seketika begitu mendengar apa yang di katakan tomy.


“Nak tomy, tapi bukanya kamu yang menjaga rachel selama di rumah sakit? Kamu juga yang menolong rachel saat kecelakaan. Dan kamu juga yang selalu meluangkan waktu untuk rachel selama 5 tahun ini.. Bagaimana mungkin kalian tidak ada hubungan apa apa?”


Tomy tertawa pelan. Rupanya kedua orang tua rachel sudah salah faham. Tomy bahkan tidak pernah sekalipun meladeni rachel yang selalu mendatanginya.


“Nak tomy tolong jangan permainkan kami.. Kami sudah sangat berharap pada nak tomy. Dan kami juga sudah yakin nak tomy adalah yang terbaik untuk putri kami.” Imbuh ayah rachel.


“Maaf om, tante. Tapi saya dan rachel memang hanya teman. Dan tentang yang menolong dan menjaga rachel di rumah sakit juga bukan saya. Tapi asisten saya.” Jelas tomy.


“Tapi nak...”


“By...”


Suara serak jeny membuat tomy juga kedua orang tua rachel menoleh. Tomy yang melihat jeny masih mengucek kedua matanya tersenyum. Tomy tau jeny pasti terbangun dan mencari keberadaanya. Sedangkan kedua orang tua rachel tampak diam dan bingung dengan kehadiran jeny.


“Sayang..”


Tomy bangkit dari duduknya. Pria itu melangkah mendekat pada jeny kemudian memeluk dan mencium lembut kening wanita itu.


“Kok bangun..?” Tanya tomy sambil merapikan anak rambut jeny yang berantakan sampai menutupi keningnya.

__ADS_1


“Aku cariin kamu..” Balas jeny dengan nada manja.


Melihat perlakuan lembut tomy pada jeny kedua orang tua rachel pun semakin penasaran. Keduanya ikut bangkit berdiri dan melangkah mendekat pada tomy dan jeny.


“Nak tomy.. Siapa wanita ini?” Tanya ayah rachel dengan suara tegasnya.


Tomy menolehkan kepalanya begitu juga dengan jeny. Kedua mata wanita itu langsung terbuka sempurna dan menatap bingung pada kedua orang tua rachel.


“Oh iya om, tante. Perkenalkan ini istri saya. Namanya jeny.” Senyum tomy merangkul mesra pinggang jeny.


Kedua mata ibu rachel langsung terbelalak. Wanita berdress coklat gelap itu menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di katakan tomy.


“Istri?” Tanya ayah rachel dengan tatapan tajamnya.


Tomy menganggukan kepalanya dengan senyuman bangga. Tomy akan menjelaskan nanti jika jeny marah padanya. Dan untuk saat ini tomy ingin memperkenalkan dengan bangga pada kedua orang tua rachel siapa wanita yang berhasil menguasai hatinya.


“Ya om.. Dan dia sedang hamil.” Jawab tomy.


Kedua tangan ayah rachel mengepal erat. Pria itu menatap jeny yang menatap nya bingung dengan tatapan tajam dan penuh kebencian.


Tomy menghela nafas. Pria itu menggelengkan kepalanya menatap kepergian kedua orang tua rachel.


Entah apa yang rachel katakan pada keduanya sehingga mereka berdua sampai menyalah artikan hubunganya dengan rachel.


“Mereka siapa? Dan kenapa sepertinya mereka marah pada kamu setelah tau aku istri kamu?” Tanya jeny bingung.


Tomy tersenyum. Dengan lembut di belainya pipi chuby jeny.


“Mau tidur lagi?” Tanya balik tomy.


Jeny menggelengkan kepalanya. Wanita itu menatap tomy dengan tatapan sebal karna tomy tidak menjawab pertanyaanya.


“Ayo aku jelaskan..” Senyum tomy merangkul mesra pinggang jeny dan menggiringnya untuk duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Jeny hanya menurut saja. Jeny bahkan juga diam saat tomy mendudukanya di pangkuanya.


“Dengar baik baik sampai aku selesai. Jangan marah oke?” Senyum tomy mengecup singkat pipi chuby jeny.


“Oke..” Angguk jeny tersenyum manis.


Tomy menghela nafas. Pria itu mulai menyelusupkan kedua tanganya di pinggang jeny dan memeluknya mesra. Pria itu mengangkat tubuh jeny dan mengubah posisi wanita itu menjadi duduk di pangkuanya dengan posisi membelakanginya.


“Mereka itu adalah kedua orang tua rachel sayang. Mereka kesini untuk memperjelas hubungan aku dan rachel. Mereka mengira aku dan rachel mempunyai hubungan spesial.” Mulai tomy menjelaskan.


“Apa? Terus kamu mau? Apa mereka meminta kamu untuk menikahi rachel? Lalu bagaimana dengan aku dan anakku nantinya? Aku nggak mau di poligami. Aku nggak mau berbagi.”


“Sssttt.. Dengar dulu sayang..” Sela tomy.


“Kamu tau kan aku hanya mencintai kamu.. Aku nggak mungkin mau menikahi rachel.. Dan aku.. Aku nggak mungkin ninggalin kamu dan anak kita demi wanita lain..” Lanjut tomy.


Jeny menghela nafas. Rachel wanita yang cantik, elegan dan sepertinya juga pintar. Jeny takut suaminya akan tergoda dan akhirnya meninggalkanya juga anaknya.


“Ayah rachel marah begitu tau kamu istri aku sayang.. Mungkin mereka salah mengartikan perkenalan aku dengan rachel. Dan kamu, kamu nggak perlu khawatir apa lagi sampai marah. Sampai kapanpun hanya kamu yang ada di hati aku juga di samping aku.”


Berlahan senyum jeny mulai terukir. Wanita cantik itu menyentuh tangan tomy yang mengusap perut ratanya. Jeny percaya pada apa yang di katakan tomy. Buktinya tomy bahkan dengan gampangnya memperkenalkan jeny pada kedua orang tua rachel sebagai istrinya.


“Percaya kan sama aku sayang?” Tanya tomy mencium bahu terbuka jeny.


Jeny menganggukan kepalanya. Senyumnya terukir begitu manis di bibirnya. Kebahagiaan terpancar jelas lewat pancaran kedua mata indahnya.


“Terimakasih sudah percaya sama aku.. Terimakasih sayang.. Aku cinta sama kamu. Hanya kamu dan selalu kamu yang aku inginkan.” Ungkap tomy semakin mengeratkan pelukanya.


Jeny terus tersenyum. Hatinya terasa sangat berbunga bunga. Ungkapan cinta tomy membuatnya merasa terbang di kelilingi ribuan kupu kupu yang membuatnya tidak bisa untuk tidak merasa bahagia. Apa yang keluar dari mulut tomy tentang cinta terasa begitu indah dan nyata. Dan jeny percaya bahwa mungkin tomy memang jodoh dan takdirnya.


“By aku...”


Ucapan jeny terhenti. Wanita itu bingung harus bagaimana mengatakan semua yang sedang di rasakanya. Semua terasa masih membingungkan. Tapi jeny tidak bisa munafik. Jeny bahagia bersama tomy. Dan jeny nyaman berada dalam dekapan hangat pria tampan itu.

__ADS_1


“Kenapa sayang?” Tanya tomy lembut.


“Eemm.. Enggak kok. Nggak papa.”


__ADS_2