Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 229


__ADS_3

Tok tok tok


Ketukan suara palu dari meja hakim membuat sarah menangis. Mendengar putusan telak hakim yang menjatuhkan hukuman sampai 15 tahun penjara pada suaminya membuat sarah benar benar merasa sangat sakit. Sarah tidak tau apa jadinya jika sampai elo tau tentang hukuman yang sedang di jalani lorenzo nantinya.


Di samping kanan dan kiri sarah kedua orang tuanya duduk dan tersenyum lega mendengarnya. Mereka berdua merasa lega karna akhirnya lorenzo mendapat hukuman atas beberapa kasus kriminal yang di lakukanya. Mulai dari penipuan sampai percobaan pembunuhan pada tomy juga pembunuhan berencana pada angel.


“Nak..”


“Elo pasti akan sedih kalau tau yang sebenarnya mah.. Elo juga pasti akan benci sama lorenzo.. Aku nggak mau itu terjadi.. Aku nggak mau..” Tangis sarah memeluk tubuh mamahnya.


Papah dan mamah sarah hanya diam saja. Mereka senang dengan vonis hukuman untuk lorenzo namun juga sedih melihat putri semata wayangnya terpuruk. Dan lagi lagi semua itu karna lorenzo.


“Aku takut mah... Aku takut elo membenci papahnya..” Tangis sarah di pelukan sang mamah.


Papah sarah hanya bisa menghela nafas. Sarah benar benar wanita hebat yang pantang menyerah. Sudah berkali kali sarah mendapatkan sakit dari lorenzo tapi semua itu tidak juga membuatnya menyerah. Sarah bahkan tidak pernah berniat untuk meninggalkan lorenzo selangkahpun.


Sementara itu lorenzo hanya bisa tertunduk lemas menunggu polisi yang akan membawanya kembali ke tahanan. Semuanya sudah terlanjur. Nasi sudah menjadi bubur. Lorenzo kini harus menanggung buah dari perbuatanya.


Tomy yang berada tepat di belakang lorenzo juga hanya bisa diam saja. Apa lagi saat melihat sarah yang menangis terisak di pelukan mamahnya. Semua itu membuat tomy bimbang. Terlebih jika mengingat elo yang sangat haus akan kasih sayang dari lorenzo.


“Pak..”


Tomy bangkit dari duduknya mengabaikan reyhan yang juga hadir dalam pengadilan itu. Pria tampan itu tidak ingin berlama lama di ruangan bising itu. Tomy takut tidak bisa menahan rasa kasihanya pada sarah. Karna tomy tau apa yang di lakukanya memang sudah benar. Lorenzo patut di hukum.


Dengan kecepatan maximal tomy mengendarai mobilnya. Pria tampan itu ingin cepat cepat sampai di rumah dan menemui istrinya. Di saat hatinya bimbang juga ragu hanya jeny yang bisa membuatnya tenang. Hanya dengan menatap senyum wanita itu mampu membuat tomy merasa damai kembali juga yakin dengan apa yang memang sudah menjadi keputusanya.

__ADS_1


Tidak lama mobil tomy sampai di depan gerbang. Tomy segera membunyikan klakson mobilnya membuat pak satpam dengan cepat langsung membukakan pintu gerbang untuknya.


Setelah pintu gerbang terbuka tomy kembali melajukan mobilnya pelan memasuki pekarangan luas rumahnya.


Di dalam rumah jeny yang sedang menikmati buah di ruang tamu tersenyum melihat mobil suaminya yang mulai memasuki pekarangan luas rumahnya. Wanita cantik itu kemudian meletakan sepotong buah apel yang sedang di nikmatinya di atas piring. Jeny bangkit dari duduknya dan melangkah pelan dengan memegangi piggang bagian belakangnya menuju pintu utama berniat untuk menyambut kepulangan suaminya.


“By..” Senyum jeny menyalimi tomy kemudian memeluk tubuh kekar suaminya.


Tomy tersenyum. Di balasnya lembut pelukan istrinya. Tomy juga beberapa kali menciumi rambut tergerai jeny penuh kasih sayang. Dan seperti apa yang menjadi keyakinanya, hatinya langsung terasa damai juga tenang hanya dengan menatap wajah cantik jeny juga memeluk tubuhnya.


Tin tiiinn..


Suara klakson mobil membuat jeny dan tomy langsung melepaskan pelukanya. Pasangan suami istri itu langsung menatap ke arah pintu gerbang dimana mobil sarah sudah berhenti disana.


“Kak sarah.. Itu mobil kak sarah kan by?” Tanya jeny mendongak menatap suaminya.


Tomy tidak tau maksud dan kedatangan sarah ke rumahnya. Padahal tadi wanita itu masih menangis di pelukan mamahnya di dalam ruang pengadilan. Tapi sekarang sarah sudah ada di depan gerbang rumahnya yang artinya wanita itu menyusulnya.


“Pak buka pintunya..” Perintah tomy pada pak satpam.


“Baik pak.” Angguk pak satpam kemudian langsung membukakan pintu gerbang untuk sarah.


Sarah melajukan mobilnya cepat dan berhenti tepat di samping mobil mewah tomy. Wanita cantik berambut lurus itu keluar dan turun dari mobilnya.


Tomy dan jeny yang masih berdiri di tempatnya menatap sarah dalam diam. Apa lagi melihat wajah memerah dan mata sembab sarah yang sangat menyedihkan.

__ADS_1


Sarah melangkah pelan menghampiri tomy dan jeny dalam diam. Wanita itu kembali meneteskan air matanya menatap pasangan suami istri yang tampak sangat harmonis dan bahagia itu. Iri tentu saja sarah rasakan apa lagi mengingat hubunganya dengan lorenzo tidak pernah baik dan harmonis seperti hubungan tomy dan jeny.


“Kak sarah..” Senyum jeny tipis menatap sarah yang kini sudah berada tepat di depanya dan tomy.


Sarah memejamkan kedua matanya. Bibirnya bergetar dengan air mata yang kembali menetes menganak sungai di pipinya.


Pelan pelan sarah berlutut di depan tomy. Kepalanya tertunduk dengan kedua bahunya yang bergetar hebat. Demi elo juga lorenzo sarah tidak keberatan untuk bersimpuh di depan tomy.


“Sarah kamu..”


“Tomy.. Aku mohon tolong cabut tuntutan kamu pada lorenzo..” Sela sarah dengan suara lirih dan bergetarnya.


Tomy menelan ludahnya. Sarah sampai menyusulnya hanya untuk memohon dan bersimpuh di depan kakinya. Dan itu sarah lakukan untuk lorenzo. Tomy benar benar tidak menyangka dengan apa yang di lakukan sarah. Lorenzo sudah sangat kejam padanya tapi sarah tetap membela bahkan sampai merendahkan dirinya untuk pria bermata sipit itu.


“Sarah kamu nggak perlu melakukan ini.. Aku menuntut lorenzo bukan tanpa alasan..” Kata tomy mencoba mengabaikan sarah.


Sarah terisak mendengarnya. Suaminya memang jahat dan kejam. Tapi bagaimanapun juga lorenzo adalah suaminya. Papah dari putra kesayanganya. Dan mendengar vonis dari hakim yang mengatakan lorenzo harus mendekam sampai 15 tahun lamanya di dalam penjara sarah tidak bisa diam saja. Kalau hanya 1 tahun 2 tahun sarah bisa menerimanya. Tapi 15 tahun itu sangatlah lama. Dan elo pasti akan beranjak dewasa seiring berjalanya waktu. Sarah tidak mau elo membenci papahnya jika tau apa yang sudah di lakukan lorenzo.


“Aku tau tomy.. Aku tau..” Angguk sarah faham.


“Tapi tolong kamu pikirkan lagi.. Elo akan sangat kecewa jika tau apa yang sebenarnya.. 15 tahun bukan waktu yang sebentar.. Aku mohon tomy..”


Tomy melengos. tekadnya memberi hukuman setimpal pada lorenzo tidak akan bisa di ganggu gugat sekalipun sarah bersujud di kakinya.


“Tolong pikirkan anakku juga.. Aku mohon..”

__ADS_1


Tomy menelan ludahnya. Lorenzo orang yang sangat licik. Bisa saja kediamanya sekarang adalah salah satu taktiknya agar tomy iba padanya hingga akhirnya tomy membebaskanya. Dan setelah itu bukan tidak mungkin juga lorenzo akan kembali menyusun rencana untuk berbuat jahat lagi bahkan labih dari sebelumnya.


“Maaf sarah.. Keputusanku sudah bulat. Lorenzo tetap harus di hukum”


__ADS_2