Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 287


__ADS_3

Esoknya tomy langsung menuju bandara karna rolan yang sudah menelephone nya memberitahu bahwa susan dan tante juga omnya sudah sampai di bandara. Tomy juga tidak lupa memberitahu jeny bahwa adiknya akan segera pulang dan berkumpul kembali bersamanya.


Jeny tersenyum menatap mobil mewah suaminya yang mulai keluar dari pekarangan luas rumahnya. Jeny juga sangat tidak sabar ingin bertemu dan berkenalan dengan susan juga om dan tantenya tomy. Meskipun sebenarnya jeny juga merasa sedikit ragu. Jeny khawatir susan yang asli juga tidak akan menyukainya. Jeny takut kisah indahnya dengan tomy akan kembali di uji. Apa lagi melihat suaminya yang sepertinya sangat menyayangi adiknya. Jeny takut kehadiran susan yang asli akan mengikis rasa sayang dan cinta tomy padanya.


“Enggak.. Aku nggak boleh berpikir negatif tentang susan.. Aku harus yakin semuanya akan baik baik saja.” Gumam jeny mencoba menghilangkan rasa ragu juga gundah di hatinya.


Namun kemudian jeny kembali menghela nafas. Keyakinanya tidak bisa menjamin apapun. Semuanya belum tentu baik baik saja mengingat dirinya saja tidak pernah di beritahu tentang susan sebelumnya oleh suaminya.


“Bu.. Ada telephone dari bu maya..”


Suara sisi membuat jeny menoleh. Wanita itu kemudian tersenyum dan menganggukan kepalanya. Jeny melangkah menuju ruang tengah. Entah kenapa sang mamah menelephone nya ke nomor rumah bukan ponselnya.


Jeny mendudukan dirinya di kursi samping meja kecil tempat telephone rumahnya berada. Tanganya meraih gagang telephone yang di posisikan terlentang oleh sisi dan menempelkan telephone tersebut di telinganya.


“Hallo mah...”


“Ya sayang. Mamah telephone ke handpone kamu tapi nggak bisa. Kamu gimana kabarnya?”


Jeny menepuk jidatnya. Wanita itu memang lupa mengecash ponselnya saking sibuknya mengurusi buah hatinya yang saat ini masih terlelap karna semalaman tidak tidur.


“Ya tuhan.. Jeny lupa ngisi baterainya mah.. Maaf.. Kabar jeny baik. Mamah sama papah bagaimana?”


Mamah jeny terkekeh di seberang telephone. Wanita itu tau putrinya memang ceroboh meskipun memang mempunyai otak yang cerdas.


“Mamah sama papah juga baik sayang. Bagaimana cucu kesayangan mamah? Sudah bisa apa dia sayang?”


Jeny tertawa mendengar pertanyaan mamahnya. Putranya belum bisa melakukan aktivitas apapun selain terlentang. Wajar saja, karna bayinya baru akan genap satu bulan seminggu lagi. Dan pertanyaan mamahnya benar benar membuat jeny merasa lucu.


“Mamah ada ada aja. Faraz belum genap satu bulan mah.. Belum bisa ngapa ngapain.” Jawab jeny.


“Ah ya... Mamah lupa sayang. Saking seneng dan tidak sabarnya mamah mau di panggi oma..” Tawa mamah jeny di seberang telephone.


Jeny menggelengkan kepalanya. Wanita itu kemudian menguap karna rasa kantuk yang memang sedang di tahanya.

__ADS_1


“Kamu ngantuk sayang?” Tanya mamah jeny.


Jeny tersenyum.


“Ya mah.. Semalam jeny nggak bisa tidur.. Faraz sedikit rewel..” Jawabnya.


“Ya tuhan.. Kamu sabar ya sayang.. Menjadi ibu memang tidak mudah..”


Jeny tersenyum mendengarnya. Wanita itu memang merasakan capek dan pegal di sekujur tubuhnya karna posisi tidurnya yang tidak bisa berubah ubah. Tapi jeny juga sadar itu sudah menjadi resikonya sebagai seorang istri juga ibu untuk anaknya.


“Ya mah.. Jeny seneng kok.. Jeny jadi nggak bosen karna ada yang di kerjain.. Jeny juga nggak jenuh karna ada teman ngobrol..”


“Ya sayang.. Sebagai seorang istri kita memang harus pandai pandai mengsyukuri nikmat dari tuhan.. Kita juga harus bisa melakukan apapun..” Balas mamah jeny.


Jeny terdiam. Apapun artinya segalanya. Dan sampai sekarang jeny belum bisa melakukan seluruh pekerjaan ibu rumah tangga.


“Ya sudah sayang, kamu jaga kesehatan yah.. Jangan lupa makan dan minum vitamin.”


“Ya mah..” Angguk jeny tersenyum tipis.


Jeny menghela nafas. Kekuranganya sebagai seorang istri sangatlah banyak. Dan jeny merasa belum sempurna menjadi seorang istri karna belum bisa menyuguhkan hasil masakanya pada tomy. Tiba tiba jeny teringat akan ucapan suaminya yang mengatakan susan bisa melakukan segala hal. Di samping itu susan juga pernah menjadi seorang model. Pastilah rupa susan sangat cantik dan sempurna dengan kemampuan multitalentanya.


“Ya tuhan..” Lirih jeny.


Sedangkan di perjalanan menuju bandara tomy mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Senyuman di bibirnya terus saja menghiasi wajah tampanya. Tomy tidak menyangka hari bahagianya bertemu dengan adik semata wayangnya akan begitu cepat menghampirinya.


Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya tomy sampai di depan bandara. Pria tampan itu buru buru turun dari mobilnya dan tersenyum ketika melihat rolan dan rio yang sedang duduk santai di depan gedung bandara dengan menghisap rokok di tanganya.


“Rolan, rio !!”


Rolan dan rio menoleh mendengar seruan tomy. Mereka langsung membuang rokok di tanganya kemudian bangkit berdiri dari duduknya saat tomy melangkah menghampirinya.


“Boss datang..” Lirih rio menyikut lengan rolan.

__ADS_1


Tomy melangkah cepat menghampiri rolan dan rio. Pria tampan dengan setelan jas warna hitam itu tersenyum menatap kedua orang suruhanya.


“Mana susan?” Tanya tomy langsung.


Rolan dan rio sesaat terdiam. Mereka tidak langsung menjawab pertanyaan tomy.


“Emm... Susan..”


“Kak tomy..”


Suara susan membuat ucapan rolan terhenti. Dan mendengar suara lembut adiknya tomy dengan cepat memutar tubuhnya. Tomy terdiam dan terpaku melihat rupa mengerikan adik kandungnya. Entah apa yang di lakukan maria pada susan sehingga wajah cantik susan bisa berubah begitu sangat menyeramkan.


Tomy menelan ludahnya.


Tanganya mengepal erat dengan kedua mata berkaca kaca. Meskipun tomy sudah pernah melihat rupa adiknya lewat photo yang di kirimkan rolan namun melihat langsung wajah rusaknya membuat tomy tidak bisa untuk tidak menangis. Tomy yakin beberapa tahun belakangan ini adiknya sangat menderita karna perbuatan maria.


“Kakak.. Ini susan kak..” Lirih susan dengan suara bergetar.


Susan merasa sedih juga terpukul melihat ekspresi diam kakaknya ketika melihat wajahnya. Susan akui rupa wajahnya memang menyeramkan. Susan bahkan di takuti oleh anak kecil karna sebagian wajahnya melepuh bahkan seperti luka bakar akibat air keras yang maria siramkan beberapa tahun lalu.


Tomy meneteskan air matanya kemudian langsung menubruk tubuh adiknya. Pria itu menangis di balik punggung susan. Tomy tidak akan diam saja. Wajah cantik adiknya menjadi sangat menyeramkan karna perbuatan maria.


Tidak berbeda dengan tomy susan pun menangis dalam pelukan kakaknya. Kedua bahunya bergetar dengan isak tangisnya yang langsung terdengar menyayat bagi siapa saja yang mendengarnya. Susan tidak pernah menyangka dirinya bisa kembali bertemu dan merasakan pelukan sayang kakak kandungnya.


“Maafkan kakak yang terlambat menyadarinya..” Bisik tomy merasa bersalah karna tanpa sadar membiarkan maria berulah.


Susan menggelengkan kuat kepalanya.


“Kakak nggak salah..” Balasnya memeluk tomy erat.


Tante dan om tomy yang berada di belakang keduanya tersenyum bahagia. Setelah sekian lama akhirnya putri angkatnya bisa kembali berkumpul bersama kedua orang tua kandung serta kakaknya. Dan sebentar lagi maria akan mendapat hukuman atas perbuatanya.


Tomy yang mendayari kehadiran keduanya langsung melepaskan pelukanya pada susan. Tomy kemudian menyalimi keduanya bergantian. Tomy menatap dari atas hingga bawah keadaan omnya yang menggunakan tongkat karna kakinya yang di perban. Tomy yakin itu juga karna ulah maria.

__ADS_1


“Om, tante, apa kabar?”


__ADS_2