
Daniel perlahan masuk ke dalam kamar berukuran kecil sorotan matanya menapat tajam pada anisa yang tengah duduk ,
Plak
Anisa membulatkan mata saat daniel menampar wajahnya bekas tangan daniel terpampang di wajah mulus anisa , anisa mengerutkan keningnya merasakan kulitnya terbakar karna tamparan daniel yang sangat keras, daniel menatap tajam anisa dia melihat bekas tamparannya yang merah seketika , darah segar mengalir dari sudut bibir anisa , anisa hanya diam sambil merah bibirnya saat darah segar mengalir disudut bibirnya , dia melihat tanganya yang merabah bibirnya dia bercah darah di ujung jarinya , bukanya menangis atau mengeluh anisa lebih menunjukan wajah dinginnya .
Daniel menunduk kemudia tangangannya memegang gadu anisa dengan kasar sambil menekan kedua sisi dagu anisa , membuat anisa meringis kesakitan dibuatnya “ jangan berpikir jika aku kejam jika kau lebih lahnad dariku , andai kau tak memalingkan wajah saat alisa membutuhkan pertolonganmu ini semua tidak akan pernah terjadi” ucapan daniel pas pas menusuk bagian hati anisa , dengan tatapan dingin senyum sinis terpampang diwajah daniel, kemudian mendoronv tubuh anisa sampai terlentang diatas kasur,
Keadaan ruangan berukuran kecil itu berantakan suara desahan dari mulut daniel memenuhi ruangan itu saat dia melai menyatukan tubuhnya dan tubuh anisa , keringat keduanya mengalir karna minimnya ruang dan juga tak ada AC diruangan kecil itu ,
Setelah menyalurkan hasratnya daniel keluar kamar membiarkan anisa terbaring tak berdaya karena perbuatannya , bahkan pria itu melakulan sampai 3 kali membuat tubuh anisa terasa remuk karna penyatuan mereka, andai saja tak ada telepon masuk daniel tidak akan melepaskan anisa sampai laki laki itu merasa puas dengan penyatuan mereka
__ADS_1
“ kenapa selalu aku yang merasakan semua ini” tangis anisa pecah saat daniel sudah menghilang dibalik pintu , ada beberapa bekas gigitan di tubuh anisa yang menyisakan perih dibagian kulitnya tak sedikit gigitan yang di tinggalkan daniel mengeluarkan darah , anisa menyeka air matanya kemudian memakai pakaianya yang berserakan.
Anisa mengidik ngeri mengingat perlakuan daniel, pikir anisa apakah saat ini dia meniha dengan hewan buas yang tak berprasaan , perlakuan daniel terhadapnya sama persis dengan perlakuan sarah selama anisa tinggal di rumah orang tua kandungnya , dia akan selalu disalahkan dalam tiap hal uang terjadi dirumah itu.
“ kurasa sumpah serapah wanita itu didengar oleh Allah” anisa tersenyum penuh ironi , setelah menikah dengan daniel , pria itu menyuruh anisa untuk menutup cafenya , anisa baru sadar jika laki laki itu tidak menginginkan dia bekerja bukan karna dia ingin menafkahi dirinya melainkan menyiksa batinnya .
**
Sekitar jam 8 malam daniel dan beberapa temanya drada diklub malam , menegak minuman dan juga ditemani wanita cantik yang sudah siap menjajahkan tubuhnya dengan mengenakan pakaian yang kurang kain , wanita wanita itu duduk di pangkuan para laki laki tampan yang ada di dalam runag VIP itu ,
“ buaknkan katamu Vano datang kemana dia kenapa samapi saat ini batang hidungnya belum nongol” tanya daniel sambil meminum win yang ada di gelasnya
__ADS_1
Eko dan juga rio bercumbu dengan wanita yang sudah dia boking diruangan itu tanpa rasa malu , “ sebentar lagi datang” ujar eko kemudian melanjutkan kegiatanya *** bagian dada wanita yang duduk dipangkuannya itu.
Daniel mengangguk paham dengan apa yang dikatakan eko , Vano adalah salah satu pewaris dari perusahaan terbesar di Asia bahkan perusahaanya selama beberapa tahun menyandang pringkat pertama dalam dunia bisnis selama dikelola oleh vano , kedua orang tua vano mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1