Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 234


__ADS_3

Dokter axel menatap angel yang keluar terburu buru dari rumah jeny dan tomy. Sejujurnya pria tampan itu tidak tega membiarkan angel pergi seorang diri. Entah apa yang di rasakanya tapi dokter axel merasa tidak tega pada wanita cantik itu.


Dokter mengangkat sebelah alisnya ketika angel membuka tas dan mengeluarkan benda pipih miliknya. Angel tampak sedang sangat buru buru. Saat angel sedang mengotak atik ponselnya datanglah taxi yang mungkin memang sudah di pesan wanita itu. Angel segera masuk dan saat itu juga ponsel dokter axel berdering.


”Dia nelephone saya?” Gumam dokter axel menatap layar menyala ponselnya dimana nama angel tertera disana.


Yah. Semenjak tinggal kembali bersama kedua orang tuanya angel memang sudah menikmati semua fasilitasnya sendiri. Mungkin hanya mobil saja yang belum di sediakan oleh kedua orang tuanya.


“Halo..”


“Dokter, aku dalam perjalanan menuju rumah pak leo. Tapi aku tidak tau alamatnya. Bisa tolong dokter kirimkan alamat pak leo sekarang?”


Dokter axel mengeryit mendengarnya. Angel mengatakan sangat tidak nyaman jika berdekatan dengan leo. Tapi tiba tiba angel menelphone nya dan meminta dokter axel mengirimkan alamat leo padanya.


“Dokter..”


“Untuk apa kamu ke rumah pak leo?” Tanya dokter axel menyela ucapan angel.


Hening sesaat. Angel diam dan tidak langsung menjawab pertanyaan dokter axel yang diam diam mengikuti taxi yang sedang di tumpanginya.


“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada pak leo dokter.” Jawab angel pelan.


Dokter axel tersenyum hambar mendengarnya. Keputusanya untuk mengikuti angel ternyata salah besar. Angel tetap seperti saat bersamanya dulu. Begitu mudah jenuh dan akhirnya pergi ke orang lain.


Dokter axel menghentikan mobilnya berlahan hingga akhirnya tertinggal jauh oleh taxi yang di tumpangi oleh angel. Pria itu sudah bertekad untuk benar benar menjauh dan pergi. Namun hatinya terus goyah saat menatap wajah angel yang begitu polos seperti anak kecil yang tidak tau apa apa.


Dokter axel memejamkan kedua matanya sesaat kemudian memutuskan sambungan telephone nya. Pria tampan itu merasakan semuanya seperti dulu. Begitu sesak dan menyakitkan.

__ADS_1


Tidak mau menganggap dirinya cemburu dokter axel segera mengirim alamat leo pada angel. Dan tidak lama angel pun membalas dengan mengucapkan terimakasih dengan emoticon senyum yang membuat dokter axel merasa semakin hancur.


“Kamu nggak perlu cemburu axel.. Mereka memang pasangan yang serasi. Sama sama penghianat.” Gumam dokter axel tersenyum hambar.


Sementara itu di kantor tomy tampak sangat tidak bisa konsentrasi dalam rapatnya bersama para client pentingnya. Pikiran pria tampan itu terus berpusat pada istrinya yang baru beberapa menit di tinggalkanya. Tomy bahkan tidak mengemukakan pendapat apapun dan hanya mendengarkan saat client nya sedang berbicara.


Reyhan yang saat itu menemani tomy menghela nafas kemudian menggelengkan pelan kepalanya. Menurutnya bos besarnya itu terlalu lebay. Jeny memang sedang hamil. Tapi wanita itu tidak sendiri di rumahnya. Ada orang orang yang pasti akan menjaga dan melayaninya dengan baik. Seperti bibi, sisi dan pak satpam.


Selesai rapat tomy langsung keluar dari ruang rapatnya dan pergi tanpa pamit pada para client yang tampak kebingungan dengan sikap anehnya. Reyhan yang mengerti dengan tatapan para client tomy langsung meminta maaf atas sikap tomy dan memberikan alasan yang tentunya bisa di terima oleh para client tersebut.


“Reyhan bisa lebih cepat lagi?” Tanya tomy saat reyhan mengemudikan mobil miliknya.


“Maaf pak, tapi jalanan sedang sangat ramai. Jika saya menambah kecepatan terus itu akan sangat berbahaya untuk kita juga untuk pengendara lain.”


Tomy berdecak mendengarnya. Pria itu melengos menatap mobil mobil yang memenuhi jalanan siang itu. Reyhan tidak berbohong. Tomy melihat sendiri bagaimana padatnya jalanan siang itu.


Setelah beberapa menit bahkan hampir setengah jam perjalanan akhirnya mobil tomy sampai tepat di depan pintu gerbang rumahnya. Karena tidak sabar, tomy pun turun dari mobil dan membuka sendiri pintu gerbang yang tidak sedang di kunci itu. Sedang reyhan, pria berjambul itu melongo melihat tingkah berlebihan bosnya.


Reyhan melajukan pelan mobil tomy memasuki area luas rumah tersebut setelah pak satpam membukakan pintu gerbang untuknya.


“Kamu nggak ada rasa apa apa kan sayang?” Tanya mamah tomy pada jeny yang sedang asik memakan buah anggur.


Saat ini mereka sedang mengobrol ringan di taman belakang rumah sembari menunggu kepulangan tomy yang sedang rapat.


Jeny menggelengkan kepalanya menatap polos mamah mertuanya. Yah, mamahnya memang tidak jadi datang ke rumahnya karna harus menemani sang papah ke acara rekan bisnisnya.


“Papah gimana kabarnya mah?” Tanya jeny kemudian setelah menelan buah anggur yang di kunyahnya.

__ADS_1


“Papah baik kok jen.. Setelah menjalani perawatan di singapore kemarin kondisi papah membaik.. Papah juga sudah tidak mengeluh sakit lagi pada dada sebelah kirinya..”


Jeny menganggukan kepalanya tersenyum.


“Syukurlah.. Maaf ya mah jeny nggak bisa jenguk papah untuk sekarang.. Tomy nggak ngizinin jeny kemana mana selain ke dokter.. Itupun hanya untuk periksa kandungan dan harus tomy sendiri yang menemani aku..” Kata jeny sendu.


Mamah tomy tersenyum mendengarnya. Dengan lembut di sentuh dan di usapnya perut buncit jeny.


“Nggak papa sayang.. Yang penting kamu dan cucu mamah sehat yah.. Papah juga ngerti kok..”


“Mamah, jeny..”


Suara berat tomy membuat jeny dan mamah tomy menoleh. Kedua wanita cantik itu tersenyum menatap tomy yang sedang melangkah mendekat padanya.


Sesampainya di depan jeny dan mamahnya tomy langsung menyalimi mamahnya kemudian di salimi oleh jeny. Tomy juga tidak lupa memberi kecupan lembut di kening jeny membuat jeny merona karna tomy melakukanya di depan mamahnya.


Mamah tomy yang melihatnya tersenyum bahagia. Wanita berambut ikal itu masih sangat mengingat bagaimana jeny datang kepadanya dan mengatakan ingin mengakhiri hubungan pernikahanya. Namun karna memang takdir menginginkan mereka untuk bersatu sehingga sampai saat ini keduanya masih bersama dengan cinta dan kasih yang terlihat begitu indah menghiasi hubungan tali pernikahanya.


“Loh, mamah maya mana?” Tanya tomy yang memang juga menelephone mamah jeny sebelum berangkat ke kantor.


“Mamah nggak bisa datang by.. Ada acara sama papah katanya.” Jawab jeny tersenyum menatap wajah tampan suaminya.


Tomy menganggukan kepalanya mengerti. Pria tampan itu kemudian beralih menatap sang mamah yang berada di samping istrinya.


“Papah nggak ikut mah?” Tanya tomy menatap sang mamah.


“Nggak nak.. Papah bilang mau istirahat di rumah saja.” Jawab sang mamah.

__ADS_1


Tomy mengangguk. Tomy sebenarya sangat merindukan papahnya. Tapi karna kesibukan selalu menyita waktunya sehingga tomy tidak pernah sempat untuk berkunjung ke rumah kedua orang tuanya 2 bulan ini. Dan sekarang tomy ingin memusatkan semuanya hanya pada jeny sehingga rasanya tidak mungkin jika dirinya pergi berkunjung ke rumah kedua orang tuanya.


“Mah.. Maaf.. Tomy selalu sibuk dengan dunia tomy sendiri sampai tidak pernah menjenguk papah sama mamah.”


__ADS_2