Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 122


__ADS_3

Jeny menatap penasaran pada tomy yang kembali melangkah keluar dari ruang rawatnya untuk menerima telephone. Entah apa yang sedang di sembunyikan oleh suaminya sehingga untuk menerima telephone saja harus menjauh darinya.


Jeny menghela nafas. Jeny mengangkat tangan kirinya. Senyumnya mengembang menatap bekas infusnya yang di plester. Jeny kemudian menundukan kepalanya. Masih dengan senyuman yang terukir di bibirnya jeny mengusap lembut perutnya. Jeny sangat bersyukur karna anak dalam kandunganya tidak kenapa napa.


“Mamah tau kamu anak mamah yang hebat sayang..” Gumamnya.


Jeny terus mengusap perutnya. Tiba tiba ingatanya kembali pada fani. Entah bagaimana keadaan gadis kecil itu sekarang.


“Tuhan.. Lindungi fani..”


Jeny memejamkan kedua matanya berdo'a kepada tuhan dan meminta agar sesuatu yang buruk tidak terjadi pada fani.


“Sayang...”


Suara berat tomy berhasil membuat jeny kembali membuka kedua matanya. Wanita cantik itu menatap tomy tanpa senyuman di bibirnya.


“Abis telephone siapa?” Tanya jeny.


Senyum di bibir tomy pudar seketika.


“Oh tadi.. Reyhan yang telephone.” Jawab tomy.


Tomy tidak bohong. Tadi memang reyhan yang menelephone nya. Reyhan memberitahu tentang perkembangan keadaan rachel yang masih belum sadarkan diri sampai sekarang.


“Harus yah kalau ada telephone kamu langsung menjauh dari aku?” Tanya jeny menatap tomy dengan tatapan yang tidak dapat di artikan oleh tomy.


Tomy diam. Kalau jeny tau dirinya menyuruh reyhan untuk menangani rachel pasti jeny akan salah faham dan mengira tomy ada hubungan dengan wanita itu.


“Maaf.. Aku hanya tidak mau mengganggu kamu.”


Jeny tertawa miring mendengarnya. Aneh rasanya mendengar jawaban tomy atas pertanyaanya.


“Sudahlah.. Aku bosan.” Kata jeny turun dari duduknya di atas brankar.

__ADS_1


Tomy menelan ludahnya. Entah apa yang di maksud bosan oleh istrinya.


Jeny melangkah keluar dari ruang rawatnya. Hari ini memang dirinya sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Wanita itu meninggalkan tomy yang masih diam di tempatnya merasa bingung sekaligus takut secara bersamaan. Tomy takut jeny tau apa yang sedang di lakukanya dengan reyhan dan akan salah faham. Tomy juga bingung harus bagaimana mengatakanya pada jeny agar istrinya itu bisa faham dan mengerti dengan maksud baiknya.


Tomy menghela nafas. Entah akan di anggap salah atau benar oleh istrinya nanti namun yang jelas niatnya baik. Dan tomy tidak memiliki maksud lain selain membantu rachel yang saat ini belum juga sadarkan diri.


Tomy meraih tas yang berisi perlengkapan baju jeny kemudian membawanya melangkah keluar menyusul jeny yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan itu mendahuluinya.


Sepanjang perjalanan dari rumah sakit menuju rumah jeny terus saja diam. Wanita itu benar benar tidak mengerti dengan tingkah suaminya 2 hari ini. Tomy juga tidak pernah menjawab dan selalu mengalihkan topik pembicaraan jika jeny bertanya tentang urusanya malam itu.


“Sayang.. Kamu mau makan sesuatu?” Tanya tomy menoleh sekilas pada jeny.


Jeny hanya menghela nafas saja. Malas rasanya menjawab pertanyaan suaminya yang sangat tidak penting menurutnya.


Tidak mendapat respon dari istrinya tomy hanya diam. Tomy tau mungkin jeny sedang marah padanya. Tomy juga tau mungkin jeny sedang bertanya tanya dalam benaknya. Ingin sekali tomy jujur dan mengatakan apa yang terjadi sebenarnya pada jeny, tapi tomy takut jeny akan marah padanya. Tomy juga takut hubunganya dan jeny akan kembali memburuk seperti saat itu.


“Emm... Mungkin kamu pengin makan takoyaki sayang?”


Lagi, jeny tidak merespon. Jeny malah membuang muka menatap keluar kaca mobil. Jeny merasa sedikit kecewa dengan tingkah suaminya kali ini. Tomy seperti orang yang sedang menyimpan rahasia dan berusaha menutupinya serapat mungkin agar jeny tidak tau.


“Sayang...”


“Kenapa kamu nggak pernah jawab dengan jelas pertanyaan aku?” Sela jeny bertanya dengan tetap membuang muka.


Tomy langsung bungkam.


“Maksudnya?”


“Jangan pura pura bodoh tomy. Aku tanya kamu ada urusan apa malam itu tapi kamu selalu mengalihkan pembicaraan. Apa yang kamu rahasiakan dari aku sebenarnya?”


Tomy benar benar tidak tau harus menjawab apa. Tomy akan jujur pada jeny. Tapi tidak untuk sekarang. Tomy perlu waktu untuk memikirkan bagaimana cara menjelaskan semuanya pada jeny. Tomy juga butuh waktu untuk menunggu sampai rachel sadar dan menjelaskan semuanya pada jeny.


“Kenapa diam?” Tanya jeny dengan senyuman hambarnya karna tomy yang tidak kunjung menjawab pertanyaanya.

__ADS_1


Tomy menghela nafas. Jika dirinya berbohong itu akan tidak baik pada akhirnya. Tapi untuk memgatakan yang sebenarnya tomy merasa belum saatnya.


Jeny memejamkan matanya. Saat itu juga air matanya menetes membasahi pipinya. Tidak mau terlihat lemah di depan tomy, jeny pun segera mengusap air matanya. Jeny tidak mau tomy kasihan padanya. Dan jeny juga tidak mau tomy menganggapnya lemah.


Hening.


Tidak ada percakapan lagi setelah itu. Jeny yang merasa pilu dengan kecurigaanya pada tomy. Dan tomy yang semakin merasa bingung harus bagaimana.


Sesampainya di halaman luas rumahnya jeny langsung turun begitu saja dari mobil dalam diam. Wanita itu melangkah cepat masuk ke dalam rumah meninggalkan tomy dengan segala kebingungan yang di rasakanya.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang..” Gumam tomy sedih.


Tomy menghela nafas. Tomy sebenarnya sudah tidak ingin lagi berurusan dengan rachel menyangkut apapun itu. Tapi kali ini berbeda. Rachel sedang tidak baik baik saja. Dan wanita itu butuh pertolongan. Sedangkan di indonesia tidak ada satu pun keluarganya. Tomy memang sudah menghubungi orang tua rachel dan mereka mengatakan akan datang. Tapi sampai sekarang keduanya belum kunjung datang sehingga dengan sangat terpaksa tomy harus menyuruh reyhan untuk sementara menjaga rachel.


Tomy melepaskan seatbelt nya kemudian turun dari mobil. Dengan langkah pelan tomy memasuki rumahnya. Jeny sedang marah padanya. Dan itu berhasil membuat tomy merasa hawa di dalam rumah sangat membosankan. Tidak ada rasa semangat di jiwanya. Juga tidak ada keceriaan di dalam rumah mewah itu.


Ketika hendak menaiki anak tangga tiba tiba ponsel tomy berdering. Tomy segera merogoh saku celana jins yang di kenakanya meraih benda pipih bercasing hitam itu. Tomy berdecak ketika melihat nama reyhan tertera disana.


“Kenapa lagi sih?” Kesalnya.


Tomy menghela nafas kemudian mengangkat telephone dari asistenya itu.


“Ada apa lagi rey?”


“Pak.. Maaf mengganggu. Mbak rachel sudah sadarkan diri.” Kata reyhan dari seberang telephone.


Tomy menarik nafasnya dalam dalam kemudian menghembuskanya pelan.


“Rey.. Tolong kamu jaga saja dia dengan baik. Setelah ini jangan kamu menelephone saya lagi kalau hanya untuk membicarakan tentang keadaan rachel. Dia sudah sadar. Itu artinya bagus. Dan saya sudah tidak perlu lagi tau keadaanya.”


Tomy langsung menutup sambungan telephone nya setelah berkata. Gara gara dirinya perduli pada wanita itu istrinya menjadi marah dan mendiamkanya.


“Aku harus menjelaskan semuanya sekarang.”

__ADS_1


__ADS_2