
“Pergi !!” Pekik angel saat leo masuk ke dalam kamar rawatnya.
Leo yang melihat keadaan angel hanya diam saja. Pria tampan berambut kecoklatan itu menghela nafas dan melangkah semakin mendekat. Leo sadar dirinya salah pada angel dan juga fani. Tapi apa yang leo lakukan adalah untuk melindungi angel dari dokter axel.
“Pergi kamu mas. Aku benci sama kamu !!” Teriak angel lagi.
Angel bahkan sampai mendorong kasar dada bidang leo. Dan dorongan keras wanita berambut ikal itu berhasil membuat leo tersungkur ke lantai.
“Pergi kamu !! Jangan pernah muncul lagi di hadapanku !! Aku benci kamu !! Aku benci kamuuu !!”
Angel hendak menyerang leo lagi namun dengan segera di tahan oleh para perawat yang berjaga jaga. Angel memang sedang sangat ganas sekarang. Wanita itu memukul siapa saja yang di temuinya. Angel bahkan hampir menusuk kedua orang tuanya jika saja leo tidak menahanya saat itu.
“Aku sudah menuruti kemauan kamu angel. Sekarang kamu bebas.. Kamu sudah bebas dari pernikahan kita.. Aku bukan lagi suami kamu.. Dan kamu bukan lagi istri aku.” Kata leo.
Angel seakan tidak memperdulikan apa yang di katakan leo. Wanita itu terus saja memekik menyuruh leo pergi. Angel bahkan menendang nendangkan kakinya ke udara mencoba mengusir leo dari hadapanya.
Leo memejamkan matanya. Dan tanpa sadar tetesan bening yang berasal dari mata kananya menetes tanpa dia sadari. Namun dengan cepat leo menghapusnya. Leo tidak ingin berpisah dengan angel sebenarnya. Tapi apa daya jika wanita itu mengancam akan membahayakan semua yang leo kenal. Dan salah satunya adalah tomy. Padahal jika di pikir kembali leo saja tidak mengenal tomy dengan baik.
“Semoga kamu cepat sembuh.”
Leo langsung keluar dari kamar angel setelah itu. Leo tidak perduli dan terus melangkahkan kakinya ketika angel memaki bahkan mengancam akan membunuhnya juga.
Tomy dan jeny yang berdiri di depan pintu terbuka kamar angel hanya diam saja. Mereka berdua merasa aneh dengan tingkah angel yang begitu sangat bringas dan terus mengeluarkan makian juga ancaman mengerikan.
“By...” Jeny menelan ludahnya dan meraih tangan tomy menggenggamnya erat saat tatapan angel mengarah kepadanya.
“Tenang sayang.. Ada aku disini..” Bisik tomy menenangkan jeny yang tampak ketakutan.
Angel tiba tiba tertawa. Wanita cantik yang kini terlihat sangat pucat juga berantakan itu tertawa begitu keras ketika melihat tomy dan jeny.
“Kamu belum mati ternyata..” Katanya sambil tertawa.
__ADS_1
Jeny bergidig ngeri. Entah apa yang terjadi sehingga angel bisa seperti itu. Angel bukan lagi seperti orang gila, tetapi seperti psykopat.
“By aku takut...” Jeny menggeser tubuhnya bersembunyi dari pandangan mengerikan angel. Wanita itu seakan sedang mengulitinya dengan tatapan tajamnya.
Tomy menyipitkan matanya menatap angel menyelidik. Menurutnya kegilaan angel begitu sangat tiba tiba. Kecelakaan yang menimpanya baru 2 hari. Itu artinya angel masih waras saat menemui orang dan merencanakan mencelakainya. Tapi sehari kemudian tiba tiba dokter axel datang dan mengatakan angel gila. Rasanya sangat tiba tiba.
“Sayang... Kita pulang sekarang yah...”
Jeny menganggukan kepalanya. Rasa kasihanya pada angel berubah menjadi rasa takut mendengar teriakan makian bahkan ancaman dari wanita itu.
“Kalian berdua tunggu aku !! Akan aku bunuh kalian berdua !!” Teriakan angel begitu membahana di koridor rumah sakit saat tomy dan jeny meninggalkanya.
Reyhan yang juga menyaksikan kegilaan angel tampak bingung juga bertanya tanya. Angel wanita yang baik dan ramah sebelumnya. Reyhan pernah beberapa kali melihatnya meskipun tidak pernah mengobrol secara langsung.
“Saya merasa ada yang aneh dengan angel.” Kata tomy ketika sudah menaiki mobilnya.
Sementara jeny, wanita cantik itu hanya diam saja. Tatapan mengerikan angel masih membayanginya dan itu sukses membuat jeny merasa takut pada wanita itu.
“Ya pak.. Saya juga berpikir demikian. Kegilaan bu angel sangat mendadak..” Angguk reyhan yang mempunyai pemikiran sama dengan tomy.
Reyhan menghela nafas. Angel sudah merencanakan mencelakai tomy tanpa di duga. Wanita itu juga bertindak sangat cepat namun ceroboh. Dan begitu perbuatanya di ketahui pihak berwajib angel langsung di vonis gila setelah di periksa.
“Saya akan berusaha untuk menyelidikinya pak..”
Tomy menganggukan kepalanya. Sebenarnya tomy tidak ingin membesarkan masalah angel lagi. Tapi melihat kegilaan aneh wanita itu tomy merasa ada sesuatu di balik kegilaan angel. Tomy juga merasa ada sesuatu yang tidak tomy ketahui.
“Baik. Selidiki saja pelan pelan. Jangan menguras tenaga dan pikiran kamu rey.. Tahan terus OB itu. Tapi berikan pekerjaan pada istrinya.”
“Baik pak.” Angguk reyhan mengiyakan apa yang tomy katakan.
“Kita pulang sekarang.”
__ADS_1
Reyhan segera menghidupkan mesin mobilnya kemudian berlalu dengan kecepatan sedang dari halaman luas rumah sakit jiwa tempat angel di rawat.
Sepanjang perjalanan menuju pulang jeny terus saja diam. Wanita itu masih terus mengingat tatapan mengerikan angal yang seakan sangat membenci dan ingin membunuhnya. Sangat berbeda dengan tatapan penyesalan saat fani meninggal. Sangat berbeda juga dengan tatapan ramah saat jeny menyapanya di rumah sakit.
“By.. Aku merasa ada yang tidak beres dengan mbak angel. Seperti ada orang yang mempengaruhinya.”
Tomy tersenyum mendengarnya. Tomy pun mempunyai pikiran sama seperti yang jeny katakan. Tapi tomy tidak ingin membebani pikiran istrinya. Tomy hanya ingin istrinya sehat dan selalu bahagia bersamanya.
“Ssstt.. Sayang jangan pikirkan apapun. Angel sudah berada di tempat yang tepat.” Senyum tomy membelai lembut pipi chuby jeny.
“Tapi by...”
“Sayang selama aku ada di samping kamu, tidak akan ada seorangpun yang berani menyentuh apa lagi sampai melukai kamu. Aku jamin itu.” Sela tomy lembut.
Reyhan yang mendengarnya tersenyum. Reyhan tau bagaimana cintanya tomy pada jeny. Reyhan bahkan sering menemani tomy memilih kado untuk jeny saat di amsterdam. Dari kado ulang tahun sampai kado aniversary bulan dan tahun pernikahan mereka.
Sesampainya di rumah tomy menolak saat reyhan hendak membantunya turun. Pria tampan itu beralasan tidak ingin memanjakan luka luka di kaki dan lenganya agar cepat sembuh.
“By.. Kaki kamu berdarah...”
Tomy langsung berhenti melangkah saat sampai di ambang pintu. Pria tampan itu menunduk dan menatap perban di kakinya yang sudah basah dan ternoda oleh darah.
“Pantas saja perih.” Batin pria itu.
Tomy menatap kembali pada jeny yang menatap khawatir padanya. Wanita itu bahkan sepertinya ingin menangis melihat kaki tomy yang kembali mengeluarkan darah.
“Nggak papa sayang.. Ini akan cepat sembuh.” Senyum tomy menenangkan istrinya.
“Tapi by...”
“Ssstt.. Aku melarang kamu menangis kali ini. Dan sekarang mending kamu bantu aku untuk mengganti perbanya.” Sela tomy sambil mengusap lembut pipi chuby jeny.
__ADS_1
Jeny memejamkan kedua matanya sesaat. Wanita itu menarik nafas dalam dalam kemudian menghembuskanya berlahan untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya.
“Baiklah..”