Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 203


__ADS_3

“Saya akan jelaskan semuanya !!” Teriak dokter malik menghentikan gerakan tangan dokter axel yang hendak meminumkan paksa segelas air putih pada putri semata wayangnya.


“Saya mohon jangan dokter.. Saya mohon...” Tangis dokter malik dengan tubuh meluruh ke lantai.


Dokter axel menatap tajam pada dokter malik yang tampak sudah tidak berdaya. Pria tampan itu kemudian mendekat pada dokter malik dan berdiri tepat di depanya.


Sedang tomy, pria itu menghela nafas melihat anak dokter malik yang menangis ketakutan karna apa yang di lakukan dokter axel. Tomy sebenarnya tidak tega menyakiti orang yang tidak bersalah. Namun apa daya jika memang hanya itu caranya.


“Kenapa dokter? Kenapa anda menyiksa angel dengan obat ini? Apa salah angel pada anda?” Tanya dokter axel pada dokter malik.


Dokter tua itu menggelengkan kepalanya. Kalau bukan karna kasihan pada lorenzo dokter malik tidak akan melakukanya. Di tambah dokter malik juga tau tentang kebangkrutan perusahaan lorenzo karna tomy.


“Saya melakukanya karna keponakan saya. Saya merasa iba kepada keponakan saya. Karna dia..”


Tomy mengangkat sebelah alisnya ketika dokter malik menatapnya dengan penuh rasa benci namun kedua matanya mengeluarkan air mata.


“Jika bukan karna dia yang membuat keponakan saya bangkrut saya tidak mungkin membuat angel gila.” Sambung dokter malik.


Rahang dokter axel mengeras lagi. Dokter itu tau berita tentang kebangkrutan renzo grup. Tapi semua itu juga karna kecurangan lorenzo.


“Lorenzo. Dia keponakan saya satu satunya. Saya tidak mungkin menolak permintaanya untuk saya membantunya.”


Tomy menghela nafas. Pria itu kemudian mendekat dan berdiri tepat di samping angel.


“Katakan. Apa yang sebenarnya kalian lakukan pada angel?” Tanya tomy dingin.


Dokter malik tertawa. Pria itu merasa lucu juga malu secara bersamaan karna kejahatanya di bongkar di depan istri dan anaknya.


“Lorenzo menculiknya. Dan dia menyuruh saya untuk mencuci otaknya agar membenci anda. Dan setelah angel ketahuan sebagai pelakunya saya meminumkan obat agar wanita itu gila.” Jawab dokter malik sambil menangis namun terus tertawa.


“Jadi yang mencelakai pak tomy lewat angel juga pak lorenzo?” Tanya dokter axel menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Sedangkan tomy. Pria tampan itu tersenyum mendengarnya. Lorenzo sangat pintar menyusun rencana. Pria itu dengan gampangnya mengadu domba semua orang.

__ADS_1


“Apa anda juga tau tentang lorenzo yang ingin membunuh orang suruhan angel?” Tanya tomy lagi.


“Apa?” Lirih dokter malik menatap tomy bingung.


“Saya tidak tau apa apa tentang itu. Tugas saya hanya membuat angel gila dan mati.” Kata dokter malik kemudian.


Tangan dokter axel mengepal erat. Tatapanya begitu tajam pada dokter malik yang ada tepat di depan kakinya saat ini. Dengan amarah yang hampir membludak dokter axel meraih tubuh dokter malik. Pria itu memegang 2 tangan dokter malik. Dokter axel tidak sabar ingin menjebloskan pria tua itu ke penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.


“Rey, lepaskan mereka.” Kata tomy.


Reyhan mengangguk. Pria itu kemudian menaruh tubuh anak kecil yang terus tertidur di gendonganya itu di atas sofa. Begitu juga dengan rolan dan rio yang melepaskan anak dan istri dokter malik.


Dokter axel menyerahkan dokter malik pada rio dan rolan kemudian melangkah lebih dulu bersama tomy.


“Mau di bawa kemana suami saya.. Tolong lepaskan suami saya pak.. Tolong..” Tangis istri dokter malik melangkah menghadang dokter axel dan tomy.


Dokter axel tidak menjawab. Pria itu melengos tidak ingin menatap wanita tua di depanya. Sedangkan tomy, pria itu tersenyum menatap istri dokter malik yang menangis dan memohon di depanya.


“Pak tapi suami saya sudah tua.. Dia juga sedang sakit.. Tolong jangan bawa suami saya...” Kembali istri dokter malik memohon pada tomy.


Tomy menghela nafas. Permohonan istri dokter malik tidak akan mampu mengurungkan niatnya. Dokter malik sudah menjadi komplotan lorenzo. Di tambah niatnya untuk membunuh angel membuat tomy tidak bisa menoleransi perbuatanya.


“Kami harus segera pergi. Permisi.”


Tomy dan dokter axel melangkah keluar dari rumah dokter malik dengan langkah lebar. Di belakangnya reyhan melangkah bersama rio dan rolan yang membawa dokter malik.


Di lain tempat leo tersenyum menatap angel yang begitu telaten menghias cake yang baru saja di keluarkan dari oven. Padahal selama menikah denganya angel tidak pernah mau turun tangan ke dapur. Wanita itu selalu mengandalkan jasa asisten rumah tangganya.


“Angel.” Panggil leo melangkah mendekat.


Angel menoleh. Berada di rumah hanya berdua dengan leo membuat angel merasa sedikit tidak nyaman. Apa lagi di tambah angel yang sama sekali tidak mengenali leo. Dalam hatinya angel terus mengumpat. Angel menyalahkan tomy yang mungkin mengajak dokter axel pergi dan menitipkanya pada leo.


“Ya. Pak leo.” Saut angel menatap leo sesaat kemudian kembali fokus dengan cake buatanya.

__ADS_1


Leo menghela nafas. Angel dulu selalu menatapnya penuh cinta. Tapi sekarang, wanita itu menatapnya seperti menatap orang asing yang sama sekali tidak di kenalinya.


“Sejak kapan kamu bisa membuat cake?”


Pertanyaan leo membuat angel berhenti menghias cake buatanya. Wanita itu terdiam. Pertanyaan leo seakan leo tau dan mengenalnya dengan baik. Padahal angel sama sekali tidak mengenal siapa dan bagaimana leo. Yang angel kenal baik hanya dokter axel yang selalu telaten menjaga dan merawatnya.


“Belum lama. Dokter axel yang mengajariku.” Jawab angel tersenyum begitu menyebut nama dokter axel.


Leo menganggukan kepalanya. Jasa dokter axel memang begitu besar pada angel. Meskipun angel pernah menghianatinya bahkan sampai menyia nyiakan fani namun dokter axel tetap mau merawat angel.


“Boleh aku tanya sesuatu?” Tanya leo lagi.


Angel menganggukan kepalanya.


“Ya. Boleh pak leo.” Jawab angel.


Leo memejamkan kedua matanya sesaat. Rasanya aneh karna angel memanggilnya dengan sebutan pak leo bukan mas leo.


“Apa kamu benar benar tidak mengingatku?” Tanya leo menatap angel serius.


Angel terdiam. Wanita itu kembali menoleh menatap leo yang menatapnya serius. Jangankan mengingat leo, mengingat namanya sendiri saja angel tidak bisa. Wanita itu hanya mengandalkan dokter axel yang di anggapnya sebagai malaikat penjaganya.


“Pak leo maaf. Apa kita pernah punya hubungan sebelumnya?” Tanya balik angel pada leo.


Leo tersenyum tipis kemudian menganggukan kepalanya.


“Ya. Kita pernah punya hubungan. Bahkan ikatan yang sangat indah.” Kata leo.


“Ikatan yang indah? Ikatan apa?” Tanya angel menatap leo penasaran.


Leo menelan ludahnya. Jika dirinya memaksa angel untuk mengingat kisah mereka pasti akan sia sia karna semua itu tidak akan berhasil. Karna dokter axel saja yang sebagai dokter belum bisa membuat angel kembali mengingat semuanya. Apa lagi leo yang jelas tidak begitu faham dengan ilmu kedokteran.


“Ikatan apa pak leo?”

__ADS_1


__ADS_2