
Viola pun akhirnya melanjutkan paginya untuk bersih-bersih rumah dengan merapihkan semua yang ada. Sadar tinggal di rumah mertua tak membuat dirinya lebih leluasa untuk bebas bergerak aktif sesuai keinginannya.
Apalagi kelakuan Reyna seorang kakak ipar yang seolah tak terima atas kedatangan Viola di rumah besar keluarga mereka. Viola selalu diperlakukan tak baik dan tak sebagaimana mestinya. Perlakuan seperti Viola adalah seorang pembantu dan mereka adalah majikannya.
Viola hanya bisa menurut apa yang menjadi keinginan suaminya untuk tinggal di rumah besar keluarga mereka.
Kalau untuk ibu mertua, ia masih tetap terlihat sinis namun masih ada sedikit perasaan baik pada Viola.
Hingga akhirnya Viola turun ke bawah menyiapkan sarapan yang di hidangkan untuk di makan bersama.
Jujur saja Viola bingung menyiapkan apa untuk mereka di bantu oleh Bi Darsih Viola menyiapkan sarapan.
Viola pun memberikan piring makan satu persatu untuk mereka saat mereka telah datang untuk sarapan pagi. Dan menu sarapan hari ini adalah nasi goreng.
"Hemm ada apa sih lu rend pagi-pagi muka di tekuk gitu kaya dompet tanggung bulan hah?" Tanya Reyna melihat adiknya yang terlihat kesal.
"Sebel!!!! Itu tuh kelakuan istri aku yang gak becus. Masa flashdisk aku di rendem detergent. Gak punya otak"
Viola pun langsung menatap ke arah sang suami saat ucapan kata gak punya otak sampai terasa ditelinganya. Viola pun hanya menunduk saat ucapan itu dilayangkan dari mulut suami untuk dirinya.
"Dari awal juga aku bilang apa? Cari istri jangan yang manja macam nih bocah, gak bisa di andelin mending sama yang jelas bibit bebet bobotnya" tambah Reyna mengatakan hal itu.
__ADS_1
Meski Viola tak berada di depan mereka persis tapi Viola mendengar jelas perkataan mereka yang menyinggung diri Viola yang saat itu tengah mencuci buah di wastafel.
"Jangan non biar bibi saja" kata bi Darsih.
"Gak apa-apa Bi, tanggung" kata Viola.
Belaian lembut pun terasa di tubuh viola saat bi Darsih juga menyadari ucapan dari Reyna dan Randy menusuk di dalam hati Viola.
Hingga akhirnya Anita datang tiba-tiba dan duduk di meja makan.
"Viola sini kamu makan" ajak Anita.
"Kenapa gak mau makan puasa atau diet" tanya Anita.
Viola pun terdiam.
Akhirnya ia duduk di samping Anita, sejujurnya Viola sedikit sungkan tapi Viola takut jika duduk diantara Randy dan Reyna karena bangku tersisa ada di tengah mereka dan satunya lagi di samping Anita.
"Akhir-akhir ini kamu terlihat pucat, kamu sakit?" Tanya Anita.
Viola pun menggelengkan kepala
__ADS_1
"Wajah lebam kamu kenapa?" Tanya Anita.
"Jatuh" jawab Viola singkat.
"Ouh, oke lain kali hati-hati" kata Anita. "Oia mama mau cerita sedikit sama kalian, kalian ini kan anak-anak mama dan termasuk Viola adalah menantu. Jadi mama cuma mau berpesan pada kalian, tolong jaga diri kalian. Ada teman dari mama kalian tahu, sekarang dia sakit HIV. Yaitu gara-gara sering bergonta-ganti pasangan" ucap sang mama.
Seketika Viola pun tertunduk mengingat dirinya yang memang pernah masuk ke dalam tempat paling hina.
"Nah kamu Reyna, walaupun kamu nikahnya di langkahin sama adik mu. Tapi ingat kamu harus jaga kehormatan kamu, mama gak mau nama keluarga kita jelek" ucap sang mama.
"Kamu juga Randy jangan deh itu jajan di luar sama perempuan gak bener, bahaya" kata mama.
"Yaaaahh, kalau Randy sih udah pasti gak mungkin lah ma. Tapi gak tahu deh Viola" kata Randy yang malah menambahkan kata di luar dugaan.
Seketika Viola yang sedang makan pun langsung batuk.
Uhuk uhuk uhuk...
Viola pun menahan rasa tak enak hati, sindiran itu sangat terasa.
Viola pun menahan rasa sakit di dalam hati sambil memejamkan mata. Dalam dirinya memang ada niatan untuk mengecek apakah dirinya terkena penyakit dari luar saat menjadi seorang wanita bayaran atau tidak. Tapi belum sempat ia melakukan.
__ADS_1