
Rahang tomy mengeras melihat rekaman video yang sedang di putar di laptopnya. Tomy yakin semuanya memang ulah lorenzo. Tapi video itu saja rasanya tidak cukup sebagai bukti untuk menjebloskan lorenzo ke penjara. Tomy merasa harus mengumpulkan bukti yang akan lebih memberatkan lorenzo sehingga pria bermata sipit itu tidak bisa mengelak.
“Saya minta maaf pak. Keadaan di caffe saat itu sangat ramai. Selain karna alunan musik juga bisingnya suara para pengunjung yang membuat saya tidak bisa mendengar apapun percakapan mereka.”
Tomy berdecak. Tanganya sangat gatal ingin meninju wajah memuakan lorenzo sekarang juga. Bahkan bila perlu tomy langsung menghabisinya menggunakan kedua tangan kosongnya sendiri.
“Brengsek !” Gumamnya mengumpat.
Reyhan menghela nafas pelan. Andai dirinya mengambil posisi di sebelah meja yang di tempati dokter malik dan lorenzo saat itu mungkin reyhan bisa mendengar dengan jelas obrolan lorenzo dan dokter malik.
“Saya benar benar minta maaf pak.”
Tomy menatap reyhan yang menundukan kepalanya. Apapun yang di usahakan reyhan sudah sangat membantunya. Reyhan bahkan sering pulang malam demi menyelidiki dokter malik. Dan semua itu sudah sangat membuktikan bahwa reyhan sangat perduli dan berada di pihaknya.
“Untuk apa minta maaf rey? Kamu sudah bekerja dan berusaha sangat keras. Saya sangat menghargai itu. Dan saya juga sangat berterimakasih untuk itu.” Senyum tomy.
Reyhan mengangkat kepalanya mendengar apa yang di katakan tomy. Tomy memang tidak pernah marah padanya bahkan meski hasil kerja reyhan tidak memuaskanya.
“Pak..”
“Rey, saya tidak pernah menganggap kamu sebagai bawahan saya. Saya menganggap kamu sebagai teman, sebagai saudara. Adapun saya menyuruh kamu untuk melakukan sesuatu itu karna saya tidak bisa melakukanya seorang diri. Saya tidak bisa munafik rey, saya butuh kamu. Bahkan sangat.”
Seulas senyum terukir di bibir reyhan. Tomy sangat baik padanya. Tomy juga tidak menuntut reyhan harus bisa. Dan juga tomy sangat berjasa dalam kehidupanya. Tomy mengulurkan tanganya saat reyhan berada di jurang keputus asaan. Tomy mengangkat kepalanya. Tomy juga memberikan jabatan di sisinya yang tentu saja membuat reyhan berani melangkah dan menegakkan kepalanya pada dunia.
“Terimakasih pak.. Saya berjanji akan sungguh sungguh dalam mengabdikan diri kepada pak tomy dan keluarga.”
Tomy tertawa mendengarnya. Pria tampan itu bangkit dari kursi kebesaranya. Tomy mendekat pada reyhan yang duduk di kursi seberangnya. Dengan pelan di tepuknya bahu reyhan.
__ADS_1
“Tidak perlu berlebihan. Kita berjuang sama sama.” Senyum tomy menatap reyhan.
Reyhan terdiam. Rasanya seperti mimpi memiliki boss seperti tomy. Reyhan ingat bagaimana gigihnya tomy yang begitu sibuk bekerja sampingan demi membelikan kado untuk jeny. Namun meskipun sibuk bekerja tomy tidak pernah melupakan pendidikanya. Pria itu bahkan pernah jatuh sakit dan anemia karna kurang istirahat. Dan saat itu tomy belum seperti sekarang, namun tomy rela membagi jatah transferan dari kedua orang tuanya untuk makan bersama reyhan. Tomy bahkan membiayai reyhan sampai lulus dan menjadi sarjana tanpa seorangpun yang tau.
“Kita tidak sebentar bersama rey. Saya kenal kamu begitu juga sebaliknya. Saya harap hubungan baik kita terus terjalin. Kita pernah susah bersama. Itu artinya senang pun kita harus tetap bersama.”
Reyhan tidak bisa berkata kata. Tomy terlalu baik padanya. Pria itu benar benar seperti malaikat penolong di hidupnya.
“Jadi bekerjalah dengan hati yang tulus demi kebaikan kamu. Kebaikan kita bersama. Saya sudah menganggap kamu keluarga saya rey. Kamu juga bagian dari hidup saya.”
Kata kata tomy membuat air mata reyhan menggenangi kelopak matanya. Terharu, terenyuh, rasanya sangat terasa memenuhi dadanya saat ini.
“Baik kalau begitu. Selamat bekerja kembali.” Senyum tomy mengakiri.
Reyhan hanya mampu menganggukan kepala dengan senyuman di bibirnya. Pria tampan itu tidak tau harus bagaimana membalas setiap kata yang di lontarkan tomy. Dan reyhan berpikir mungkin akan lebih baik jika dirinya membalas kebaikan tomy padanya dengan perbuatan. Karna untuk membalas dengan harta rasanya tidak mungkin bahkan sangat mustahil. Tomy sudah memiliki segalanya.
Reyhan bangkit dari duduknya. Sesaat reyhan terdiam dan menatap wajah tomy yang tampak tenang.
“Ya.” Angguk tomy tersenyum manis.
Reyhan ikut tersenyum kemudian memutar tubuhnya dan berlalu dari hadapan tomy keluar dari ruangan bos besarnya.
Tomy menghela nafas. Kedua matanya terpejam sebentar. Rahangnya mengeras dengan kedua tanganya yang terkepal erat. Dugaanya memang benar. Lorenzo ada di balik semua ini. Namun tomy masih tidak mengerti bagaimana mungkin angel bisa menjadi salah satu sasaranya.
“Dokter axel. Aku harus ke dokter axel sekarang.” Gumam tomy yakin.
Tomy menutup laptopnya kemudian bergegas keluar dari ruanganya. Tomy tidak ingin mengulur waktu..Lorenzo harus secepatnya di tangkap dan di jebloskan ke penjara. Pria bermata sipit itu sudah sangat keterlaluan. Pertama mengganggu jeny. Kedua mencelakai tomy. Dan sekarang pria itu bekerja sama dengan dokter malik dan berniat menghabisi angel.
__ADS_1
“Pak tomy.”
Tomy terdiam saat melihat angel yang membukakan pintu untuknya. Pria itu menatap angel dari atas sampai bawah. Wanita itu sudah tidak lagi di ikat.
“Jeny mana?” Tanya angel menatap tomy polos.
“Mana dokter axel?” Tanya balik tomy tanpa berniat menjawab pertanyaan angel.
“Eemm.. Ada di dalam. Pak tomy masuk dulu. Biar aku panggil dokter axel.”
Meskipun bingung angel tetap menjawab. Wanita itu kemudian berlari masuk ke dalam untuk memanggil dokter axel. Sedang tomy, pria tampan itu masuk dan mendudukan dirinya di atas sofa ruang tamu.
“Pak tomy.”
Tomy menolehkan kepalanya menatap dokter axel yang muncul dengan angel di belakangnya. Pria itu menelan ludahnya. Tomy berpikir mungkin ada baiknya angel tidak mendengar obrolanya dengan dokter axel.
“Ah angel maaf. Kamu naik ke atas yah. Ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan pak tomy.” Senyum dokter axel pada angel.
“Dokter tapi...”
“Naik ke atas yah.” Sela dokter axel lembut.
Angel melirik tomy sekilas. Wanita itu ingin sekali tau apa yang akan di bicarakan tomy pada dokter axel. Tapi sepertinya baik dokter axel maupun tomy, mereka sama sama tidak ingin angel tau.
“Baiklah.” Angguk angel pasrah.
Dengan langkah pelan angel menjauh. Wanita cantik itu sesekali menolehkan kepalanya pada dokter axel yang terus menatapnya memastikan wanita cantik berambut ikal itu benar benar naik ke lantai 2.
__ADS_1
Setelah angel naik ke lantai 2 dan tidak lagi terlihat dokter axel menghela nafas. Orang suruhanya sudah mengatakan tentang dokter malik dan lorenzo. Dan dokter axel bisa menebak tujuan tomy datang adalah untuk membahas tentang itu.
“Orang saya sudah memberitahu saya tentang dokter malik dan pak lorenzo pak tomy. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?”