
“Sayang..”
Jeny baru saja hendak membaringkan tubuhnya ketika tomy kembali masuk ke dalam kamar. Wanita cantik itu tersenyum menatap suaminya yang tampak sangat serius menatapnya.
“Ada yang mau aku bicarakan sama kamu.. Ini sangat penting.”
Jeny menautkan kedua alisnya bingung mendengar penuturan suaminya. Tidak biasanya tomy berkata dengan ekspresi yang begitu serius menatapnya.
“By.. Ada apa?” Tanya jeny membenarkan kembali posisi duduknya di tengah ranjang menatap tomy yang masih berdiri tidak jauh dari pintu penghubung balkon kamarnya.
Tomy memejamkan kedua matanya kemudian menghela nafas pelan. Tomy yakin jeny pasti akan mengerti dan faham. Meskipun mungkin memang jeny akan terkejut mendengarnya tapi tomy tetap yakin jeny pasti bisa memahami keadaanya.
Tomy melangkah pelan menghampiri jeny yang duduk di atas ranjang. Pria itu ikut naik dan duduk tepat di depan jeny yang kebingungan di buatnya.
“Sebelumnya aku juga ingin bertanya sesuatu sama kamu..”
Jeny semakin tidak mengerti. Tomy ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting padanya namun tomy akan lebih dulu bertanya padanya.
“Apa?” Tanya jeny pelan.
Jeny tidak berbohong atau menyembunyikan sesuatu dari tomy. Tapi entah kenapa jantungnya berdetak begitu sangat cepat seperti seorang yang sedang tertangkap basah berbohong akan sesuatu.
“Sayang..”
Tomy meraih tangan jeny dan menggenggamnya dengan sangat erat namun tetap penuh kelembutan.
“Jangan buat aku takut by..” Lirih jeny menelan ludahnya.
Tomy tersenyum dan menggelengkan pelan kepalanya. Saat ini justru tomy yang sedang merasa takut. Takut jika jeny tidak mau bekerja sama denganya dalam menghadapi susan nanti.
“Sayang apa sebelum ini ada orang yang menelephone kamu dan mengaku adik aku?”
Kedua mata jeny membulat sempurna mendengarnya. Bagaimana mungkin suaminya bisa tau sementara jeny saja tidak pernah mengatakan apapun padanya.
“Bagaimana kamu bisa tau?” Tanya jeny dengan rasanya yang mulai tidak karuan.
__ADS_1
“Karna susanti bagaskara memang adik kandung aku jeny..” Jawab tomy.
Jeny terkejut mendengar apa yang di katakan suaminya. Tomy tidak pernah mengatakan bahwa dirinya mempunyai adik meskipun tomy memang tidak pernah mengatakan juga bahwa dirinya adalah anak tunggal di dalam keluarganya.
“Tapi.. Bagaimana mungkin.” Lirih jeny.
“Kami berpisah saat aku masih kelas 1 Sekolah dasar dan dia masih berusia 2 tahun jeny. Saat itu kamu dan keluarga kamu belum pindah ke kompleks perumahan yang aku dan keluargaku tinggali.” Kata tomy mulai menjelaskan.
Jeny menggelengkan kepalanya. Padahal jeny pikir orang yang mengaku bernama susanti itu hanya orang iseng yang sedang mengerjainya.
“Apa yang membuat kalian berpisah?” Tanya jeny penasaran.
“Karna faktor ekonomi jeny.. Dan saat itu juga papah mulai terkena serangan jantung. Keuangan kami sangat buruk sedang susan masih sangat kecil. Mamah keteteran sendiri saat itu hingga akhirnya susan di bawa oleh om dan tante..” Jawab jeny.
“Om dan tante siapa?”
“Namanya om candra dan tante nely.. Om candra adik sepupu papah..” Jawab tomy.
Jeny benar benar tidak menyangka jika ternyata tomy dan keluarganya pernah hidup dalam kesusahan.
“Dia di amerika. Om dan tante membawanya kesana karna memang pekerjaan mereka disana. Mamah benar benar hampir gila saat itu jen.. Mamah seperti orang linglung karna kehilangan susan.. Tapi sayangnya susan malah salah faham sekarang. Dia menganggap mamah papah sengaja menyingkirkanya karna tidak mau mengakuinya sebagai anak..”
“Ya tuhan..” Lirih jeny menutup mulutnya.
“Jeny besok susan sudah pasti sampai di jakarta. Jadi aku mau minta tolong sama kamu..”
Jeny mengeryit bingung.
“Minta tolong apa?”
“Susan mempunyai rasa sama aku. Beberapa kali dia juga pernah menemui aku di amsterdam dan hampir mencelakai rachel.. Aku sebenarnya tidak perduli dengan yang susan lakukan pada rachel karna mereka memang sama. Tapi demi membuatnya membenci dan melupakan perasaanya aku terpaksa memenjarakan susan dan pura pura berpihak pada rachel.”
“Tapikan dia adik kandung kamu by.. Bagaimana mungkin dia mencintai kamu?”
Tomy menggelengkan kepalanya pelan. Pria itu tersenyum getir mendengar pertanyaan jeny. Susan memang tidak seharusnya memiliki perasaan terlarang itu.
__ADS_1
“Aku sendiri tidak tau jeny.. Maka dari itu aku mau kita bekerja sama untuk membuat susan sadar..”
Jeny menelan ludahnya. Dari nada bicara susan lewat sambungan telephone jelas sekali terdengar bahwa susan adalah orang yang sangat angkuh dan egois.
“Bagaimana caranya by?”
“Susan akan tinggal disini bersama kita sayang..” Kata tomy.
“Apa? Dia tinggal sama kita disini? Kamu gila? Atau kamu mau rumah tangga kita bermasalah?” Tanya jeny tidak menyangka dengan keputusan suaminya.
Tomy memejamkan kedua matanya. Susan mungkin memang akan membuat onar. Tapi tomy yakin jika jeny mau percaya padanya semuanya akan baik baik saja.
“Sayang.. Bukan begitu maksud aku..” Kata tomy pelan.
Jeny melepaskan genggaman tangan suaminya. Menghadirkan wanita yang mencintai suaminya di tengah tengah mereka sama saja dengan menyulut api di tengah tumpukan kertas. Begitu cepat merambat dan menghanguskan bahkan menghancurkan tumpukan kertas tersebut.
“Sayang.. Papah tidak tau tentang susan yang mencintai aku.. Dan kalau susan tinggal sama mamah papah dia pasti akan membuat papah drop. Aku nggak mau papah kenapa napa..”
“Lalu bagaimana dengan hubungan kita? Bagaimana dengan anak kita? Bagaimana kalau susan juga menghancurkan rumah tangga kita lalu mencelakai faraz? Apa kamu tidak pernah berpikir sampai kesitu tomy?”
Tomy terdiam. Niat susan datang mungkin memang ingin menghancurkan rumah tangganya dengan jeny. Tapi tomy bersumpah bagaimanapun caranya kehidupan rumah tangganya harus tetap harmonis. Dirinya, anaknya, juga jeny harus tetap bersama bagaimanapun caranya. Rintangan apapun akan tomy hadapi bahkan jika memang harus dirinya sendiri yang tomy korbankan.
“Sayang.. Semua itu tidak akan terjadi kalau kita saling percaya. Dan tentang faraz.. Susan tidak akan berani melakukan apapun padanya. Susan sangat menyukai anak kecil.. Dia tidak akan tega menyakiti faraz.”
Tomy hendak meraih kembali tangan jeny namun jeny langsung menghindar. Jeny bahkan turun dari ranjang dan menjauh darinya.
“Aku nggak mau dia tinggal disini.” Tolak jeny tegas.
Tomy menghela nafas. Jika susan tidak tinggal di rumah itu tomy akan kesulitan mengawasinya. Tomy takut susan merencanakan sesuatu yang membuatnya dan jeny berpisah. Tapi jika susan tinggal bersamanya tomy bisa menyuruh bibi ataupun sisi sebagai mata mata untuk mengawasi gerak gerik susan. Tomy juga bisa memasang CCTV di seluruh sudut rumahnya demi bisa mengetahui apa saja yang di lakukan susan nantinya.
Tomy ikut turun dari ranjang kemudian mendekat lagi pada jeny dan langsung memeluk tubuh mungil jeny dari belakang dengan sangat mesra.
“Sayang.. Dengan susan tinggal disini kita bisa mengawasinya. Dan juga kita punya bibi dan mbak sisi yang pasti siap bekerja sama dengan kita..”
Jeny tidak membalas. Apapun alasan suaminya jeny tetap merasa keberatan. Susan mencintai suaminya itu artinya susan juga datang hanya untuk merebut tomy darinya. Dan jeny tidak mau itu terjadi.
__ADS_1