Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 195


__ADS_3

“Dokter maaf sebelumnya. Tapi saya rasa dokter tidak perlu lagi mengikat mbak angel.”


Dokter axel terdiam mendengar ucapan jeny. Angel memang sudah sembuh dari gilanya. Tapi dokter axel masih takut jika tiba tiba angel kumat dan berlari darinya saat dirinya lengah. Bagaimanapun juga angel masih dalam masa pemyembuhan syaraf syarafnya yang sedikit terganggu akibat obat dari dokter malik.


“Sayang.. Sudahlah dokter axel lebih tau apa yang harus dia lakukan.. Kamu nggak parlu khawatir..” Lirih tomy berbisik pada jeny.


Jeny mengerucutkan bibirnya. Dirinya memang tidak tau apa apa tentang kondisi angel. Namun melihat senyum dan cara bicara wanita itu jeny yakin angel sudah benar benar sembuh.


“By...”


“Ssstt.. Masuk ke mobil sayang..” Sela tomy lembut.


Jeny berdecak sebal. Wanita itu kemudian masuk ke dalam mobil ketika tomy membukakan pintu.


Dokter axel yang melihatnya hanya tersenyum tipis. Jeny memang wanita yang sangat gigih dan juga bawel jika sudah yakin akan sesuatu. Saat ingin mengetahui penyakit fani juga jeny terus bertanya dan mengikutinya.


“Em dokter, saya pulang yah.. Semoga angel cepat pulih..” Senyum tomy pada dokter axel yang berdiri di samping mobilnya.


“Ah ya pak tomy. Terimakasih atas doanya. Hati hati di jalan.” Angguk dokter axel.


Tomy kemudian masuk ke dalam mobilnya dan berlalu dari hadapan dokter axel dengan kecepatan sedang. Pria tampan itu menghela nafas. Tomy seorang pria, sama seperti dokter axel dan leo. Posisi mereka berdua saat ini pasti sangat sulit. Terjebak kembali di posisi yang sama seperti di masa lalu bukanlah hal mudah.


“By... Kamu mikirin apa? Mbak angel?” Tanya jeny menatap suaminya penasaran.


Tomy tersenyum kemudian menoleh sekilas pada istri tercintanya. Untunglah jeny hanya menjadi miliknya seorang. Meskipun lorenzo begitu sangat kukuh tetap mengejarnya sampai saat ini.


“Aku mikirin pak leo dan dokter axel.” Jawab tomy.


Jeny mengeryit merasa bingung.


“Memangnya mereka berdua kenapa? Berantem?” Tanya jeny lagi semakin merasa penasaran.


“Nggak sayang. Hanya menurut aku posisi mereka saat ini sangat sulit. Kamu pernah dengarkan bagaimana cerita masa lalu mereka?”

__ADS_1


Jeny diam. Dokter axel, leo, dan angel memang pernah berada dalam satu kisah di masa lalunya.


“Aku yakin luka dokter axel karna di hianati juga kehilangan fani belum benar benar sembuh sayang. Dokter axel hanya mencoba menutupinya dari dunia luar. Dan sekarang Angel selalu ada bersamanya. Itu akan semakin menggali rasa sakitnya. Tapi di sisi lain dokter axel juga salah. Bahkan bisa di katakan dokter axel lah penyebab semuanya.”


“Kenapa bisa begitu? Kan angel yang berhianat?”


“Dan dokter axel tidak bisa menahan egonya sampai menculik dan menodai angel hingga lahirlah fani. Pak leo, dia melarang angel bertemu fani karna takut angel bertemu lagi dengan dokter axel. Dengan kata lain pak leo berusaha melindungi angel dari dokter axel saat masih berstatus suami angel.”


Jeny kembali diam. Meskipun memang semua itu di sebabkan oleh dokter axel tapi pada kenyataanya dokter axel pula yang akhirnya menderita sendiri, mempertanggung jawabkan semuanya sendiri, bahkan sampai merawat fani yang sakit seorang diri.


“Sudahlah by... Jangan bahas lagi. Aku bingung.”


Tomy tertawa kecil. Tomy sendiri juga bingung apa lagi jeny. Tapi dokter axel dan leo adalah pria dewasa. Mereka pasti tau harus bagaimana mereka bersikap.


“Baiklah sayang...”


Jeny tersenyum mendengarnya. Suaminya juga egois dan sangat keras kepala. Tomy bahkan nekat memaksanya. Namun mungkin takdir memang sudah menggariskan untuk mereka bersama hingga akhirnya hati jeny luluh dan mau memaafkanya. Jeny bahkan menyambut dengan sangat gembira benih yang kini tumbuh di rahimnya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu mobil tomy sampai dan berhenti tepat di depan kediamanya. Pria tampan itu menoleh dan tersenyum ketika mendapati istrinya sudah terlelap dengan posisi duduk di sampingnya.


“Ya tuhan.. Terimakasih atas kebahagiaan yang kau berikan pada pendosa seperti hamba ini..” Batin tomy terus menatap wajah damai jeny yang terlelap.


Tidak mau membiarkan istrinya terus terlelap dengan posisi duduk tomy pun segera turun dari mobilnya untuk membopong tubuh jeny dan memindahkanya di tempat tidur yang pastinya jauh lebih nyaman dari pada di dalam mobil.


“Pak ada yang bisa saya bantu?” Tanya pak satpam yang saat itu sudah siap untuk pulang.


”Ah ya pak. Tolong kunci mobil. Dan berikan kuncinya pada bibi.” Jawab tomy kemudian berlalu dengan jeny yang berada di gendonganya.


“Baik pak.” Angguk pak satpam.


Sesampainya di kamar tomy langsung merebahkan tubuh jeny dengan sangat pelan di atas ranjang. Pria tampan itu juga tidak lupa menggantikan gaun yang di kenakan istrinya dengan baju tidur agar jeny merasa lebih nyaman. Selesai menggatikan baju jeny tomy pun segera menaruh gaun tersebut di keranjang tempat baju kotor yang ada di samping lemari bajunya. Dan ketika hendak mengganti bajunya sendiri tiba tiba ponsel dalam saku celananya berdering.


Tomy menghela nafas gusar, malam sudah sangat larut dan dirinya pun sudah sangat mengantuk juga capek. Tapi nyatanya ada saja yang mengganggunya.

__ADS_1


“Reyhan...” Gumam tomy ketika mendapati nama reyhan tertera di layar ponsel miliknya.


Sekali lagi tomy menghela nafas. Reyhan tidak mungkin menelephone nya jika tidak ada yang penting. Apa lagi sekarang sudah sangat larut.


Tidak mau mengusik tidur lelap istrinya tomy memilih untuk menjauh dan keluar dari kamarnya menuju balkon.


“Ya rey.. Ada apa?” Tanya tomy langsung begitu mengangkat telephone dari reyhan.


“Selamat malam pak. Saya minta maaf kalau saya mengganggu waktu istirahat pak tomy.”


“Ya. Nggak papa.” Balas tomy singkat.


“Ini tentang dokter malik pak.”


Tomy mengeryit.


“Kenapa dengan dokter malik? Kamu menemukan sesuatu?”


“Sore tadi saya melihat dokter malik jalan bersama bu sarah. Dan mereka tampak cukup akrab. Bahkan bu sarah juga memanggil dokter malik dengan panggilan om.” Jawab reyhan.


“Apa? Sarah?” Tanya tomy terkejut sekaligus tidak menyangka. Rasanya tidak mungkin jika sarah bekerja sama dengan dokter malik untuk membuat angel gila.


“Apa kamu mendengar apa yang mereka bicarakan?” Tanya tomy.


“Ya pak. Mereka hanya membicarakan hal biasa. Bertanya kabar dan mengobrol tentang elo.” Jawab reyhan.


“Oke. Kamu terus selidiki dokter malik. Jangan terkecoh pada sarah. Untuk sarah biar saya yang tangani. Kamu hanya cukup fokus pada dokter malik.” Kata tomy.


“Baik pak. Kalau begitu selamat malam.”


“Ya. Malam.”


Tomy mematikan sambungan telephone nya setelah itu. Jika memang sarah adalah dalang di balik semua yang terjadi itu artinya jeny benar benar harus di jauhkan dari wanita itu bagaimanapun caranya.

__ADS_1


__ADS_2