
Di sisi lain dokter axel sedang duduk sambil menatap layar benda pipihnya yang menunjukan potret angel. Malam ini adalah malam terakhir dokter axel berada di negara yang sama dengan angel. Dan dokter axel berharap setelah malam ini berlalu dirinya benar benar bisa melupakan angel.
“Axel..”
Suara lembut seorang wanita berparas bule yang tidak lain adalah mommy dokter axel tidak berhasil menarik perhatian dokter tampan itu dari layar ponselnya. Dokter axel bahkan tidak mendengar sang mommy yang memanggilnya.
Melihat kediaman putranya wanita bule itu tersenyum. Pelan pelan di dekatinya dokter axel dan wanita itu berdiri tepat di samping kursi yang di duduki dokter axel.
Senyum di bibir mommy dokter axel langsung sirna begitu mendapati putranya ternyata sedang menatap wajah cantik angel lewat layar ponselnya. Mommy dokter axel masih sangat mengingat bagaimana senyum manis angel saat masih menjadi pacar dokter axel di masa lalu. Awalnya wanita bule itu sangat senang pada angel tapi setelah apa yang di lakukan angel pada putranya wanita itu menjadi membenci angel. Terlebih sikap angel yang tidak pernah perduli pada fani membuat mommy dokter axel semakin enggan padanya.
“Kamu masih mencintainya?”
Dokter axel tersadar dari lamunanya. Pria itu cepat cepat menyembunyikan ponselnya. Dokter axel tau mommy nya sudah sangat tidak menyukai angel.
“Mom aku..”
“Jawab mommy axel.. Apa kamu masih mencintai angel?” Sela wanita itu menyela apa yang ingin di ucapkan dokter axel.
Dokter axel hanya bisa diam. Tatapanya begitu sendu menatap wajah cantik mommy nya yang mulai terbakar emosi karna melihatnya memandangi photo angel.
“Maaf mom.. Tapi axel tidak bisa membohongi perasaan axel sendiri..” Lirih dokter axel mencoba untuk jujur.
Mommy dokter axel tertawa getir. Wanita itu tau dan merasakan sendiri bagaimana sakitnya di hianati dan di campakkan begitu saja oleh orang yang sangat di cintai. Wanita itu sendiri juga mengalami apa yang di alami oleh putranya. Hanya bedanya dokter axel di hianati saat masih berpacaran. Sedangkan dirinya di hianati setelah menikah. Bahkan di campakkan saat sedang hamil besar.
“Mom axel..”
“Cukup. Bawa mommy ke angel sekarang juga.” Sela mommy dokter axel dengan suara bergetar.
Dokter axel menggelengkan kepalanya. Mommy nya sangat menentang dirinya berhubungan dengan keluarga angel. Dan sekarang wanita itu memintanya untuk membawanya bertemu dengan angel.
“Tapi untuk mom..?”
__ADS_1
“Untuk menyadarkan kamu betapa tidak pantasnya wanita itu untuk kamu axel.”
Dokter axel terdiam. Dirinya juga sempat berpikir demikian. Tapi hati kecilnya tidak bisa munafik. Rasa indah itu masih ada dan tetap utuh meskipun dokter axel sudah mencoba menguburnya dalam dalam.
“Mom aku..”
“Bawa mommy sekarang bertemu dengan angel.” Sela wanita itu lagi.
Dokter axel tidak bisa berkutik. Mengajak mommy nya bertemu dengan angel hanya akan membuat masalah baru. Apa lagi sekarang angel sudah tidak bisa mengenalinya lagi.
“Ayo axel.. Tunggu apa lagi?”
Dokter axel menelan ludahnya. Dokter tampan itu tau bagaimana mommy nya jika sudah marah. Dokter axel tidak mau mommy nya melontarkan kata kata kasar yang tentu akan membuat angel sakit hati. Jika angel tidak sedang hilang ingatan dokter axel bisa memaklumi karna angel pasti akan sadar dengan apa yang sudah di perbuatnya. Tapi sayangnya angel sedang tidak mengingat apapun dan itu akan sangat menyakitkan bagi angel jika sampai mommy nya mencaci maki angel.
“Axel..” Panggil mommy nya menatap dokter axel tajam.
“Nggak mom.. Percuma mommy bertemu dengan angel. Angel tidak akan mengenali siapa mommy..”
“Apa maksud kamu?”
Dokter axel menghela nafas. Pria itu menundukan kepalanya kemudian menceritakan semua yang terjadi pada mommy nya. Dokter axel juga mengatakan yang sejujurnya bahwa dirinya pernah tinggal dan merawat angel selama hampir 3 bulan lamanya.
“Ya tuhan.. Axel..”
“Axel melakukanya untuk fani mom.. Fani pernah mengatakan supaya axel tidak membenci angel..” Lirih dokter axel dengan kedua matanya yang berkaca kaca.
Mommy dokter axel meneteskan air matanya. Sesak, bahkan sakit hati kini kembali di rasakanya. Bukan karna kebohongan putranya. Tapi karna kejamnya garis takdir yang tuhan berikan padanya juga putranya.
Mommy dokter axel dari hamil sampai melahirkan dokter axel dan membesarkanya seorang diri tidak pernah berhenti berdo'a untuk sagalanya yang terbaik bagi putranya. Tapi pada kenyataanya kehidupan pahit itu tetap menimpanya juga putranya. Wanita itu tidak ingin menurunkan kesakitanya pada putra semata wayangnya. Tapi ternyata sakit yang di rasakan putranya lebih sakit dari kesakitan yang di alaminya. Dokter tampan itu di hianati dan di campakkan juga kehilangan buah hati yang sangat di cintainya.
Mommy dokter axel menutup mulutnya menangis. Kedua bahunya bergetar meratapi ujian hidup yang begitu berat di hadapi oleh putranya.
__ADS_1
“Kenapa axel.. Kenapa harus kamu..?”
Tubuh mommy dokter axel meluruh ke lantai namun dengan cepat di tahan oleh dokter axel. Pria itu benar benar merasa bersalah karna sudah tidak jujur pada mommy nya sendiri. Dokter axel jelas jelas tau mommy nya sangat tidak menyukai angel, tapi dirinya malah merawat angel dan memberikanya celah kembali membuka luka dan perasaan indah itu bangkit dari galian dalam di hatinya.
“Mom maafin axel.. Axel tidak bermaksud membohongi mommy.. Axel hanya ingin menolong angel..”
Wanita itu mengusap air mata yang membasahi pipinya. Di hirupnya oksigen di sekitarnya dalam dalam kemudian di hembuskanya berlahan lewat mulut. Wanita itu tau bagaimana sakitnya rasa mencintai seseorang yang telah menghianantinya. Karna sampai sekarang pun sebenarnya wanita itu masih berharap bisa kembali bertemu dengan daddy nya dokter axel. Pria yang sampai saat ini belum benar benar memutuskan tali pernikahanya secara hukum negara.
“Kamu masih mencintainya nak?” Tanya wanita itu membelai lembut pipi tirus dokter axel.
Dokter axel langsung menggelengkan kepalanya. Pria itu tidak ingin membuat wanita di depanya semakin merasa sakit juga kecewa. Dokter axel bisa menahan rasa cintanya pada angel. Tapi dokter axel tidak bisa melihat wanita yang sudah melahirkan dan membesarkanya seorang diri itu kecewa dan sakit hati karna ulahnya atau ulah siapapun.
“Nggak mom..”
“Jangan bohongin mommy sayang.. Jujur sama mommy..”
Dokter axel tetap kukuh dengan menggelengkan kepalanya. Pria itu tidak ingin lagi mommy nya merasakan sakit hati.
“Baik kalau begitu. Biar mommy yang temui angel dan mengatakan supaya dia berhenti mengganggu hidup kamu.”
“Jangan mom.. Angel sudah tidak bisa mengingat apapun sekarang. Tuhan sudah menghukumnya mom.. Mommy nggak perlu temui dia..” Cegah dokter axel.
Wanita itu tertawa pelan mendengarnya. Dokter axel mencegahnya bukan hanya karna angel sudah tidak mengingat apapun. Tapi karna dokter axel tidak ingin angel tersakiti.
“Kamu pria yang baik sayang...”
Dokter axel tersenyum mendengarnya. Senang rasanya karna sang mommy memandangnya sebagai pria yang baik setelah dosa yang di lakukanya.
“Dan kamu pantas bahagia.” Lanjut mommy dokter axel.
Dokter axel hanya diam dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Entah kebahagiaan apa yang di maksud mommy nya. Namun yang pasti dokter axel merasa tidak perlu lagi mencari kebahagiaan dengan pasangan baru.
__ADS_1
“Axel akan bahagia kalau mommy bahagia. Mommy segalanya buat axel..”