
Viola pun berjalan dengan rasa takut bagaimana bisa dirinya membayar uang sebanyak milyaran rupiah itu, kalau pun meminta pada bapak takan bisa. Viola tahu kondisi keuangan bapak, tidak sebaik dulu semenjak bapak sakit-sakitan.
Viola pun akhirnya hanya mengepal tangan rasa tidak percaya pada diri sendiri yang dituntut dengan uang milyaran rupiah.
.
.
.
Viola pun sampai di rumah dengan segudang pertanyaan yang ada Anita tahu tadi Viola dapat sebuah tuntutan yang begitu mengejutkan dari seorang pria pary baya bernama Zainal.
"Kamu habis nabrak siapa?" Tanya Anita dengan mata tajam
"Anak pak Zainal temannya bapak aku ma"
"Terus?"tanya dengan suara lantang.
"Ya menuntut ganti rugi, aku mana ada uang ma. Mintanya milyaran rupiah karena anaknya sekarang lumpuh gara-gara kejadian itu. Aku minta maaf mungkin saat ini mama kecewa" kata Viola menunduk.
Anita pun menatap tajam ke arah Viola dan lalu pergi setelah mendapat penjelasan dari Viola.
Anita memang merasa tidak suka bila nama baik keluarganya tercemar mengingat dengan keadaan Viola yang di tuntut uang milyaran rupiah itu, artinya saat ini nama baik keluarga dalam pertaruhan.
Viola pun memijat kening nya, lalu sang Kakak ipar Reyna pun datang seperti kompor meledak yang tahu-tahu menyambar.
"Baru aja jadi menantu sebulan, ini anak... Bikin onar aja bisanya!!! Makanya kalau gak bisa bawa mobil jangan bawa mobil, gaya banget sih nabrak kan jadinya"ucap Reyna marah-marah.
"Ya aku sadar salah kak" kata Viola.
__ADS_1
"Buruan lu kerja jangan ngelamun aja tuh cucian piring banyak" titah Reyna.
"Ya kak pasti aku kerjain" kata Viola segera melakukan tugasnya.
Dalam sela sela pekerjaan rumah yang ia kerjakan itu, seketika Viola melamun dengan masalah rumah tangganya sendiri.
Merasa perih karena sampai saat ini Randy sang suami belum pernah sekalipun menyentuh dirinya. Apakah dirinya takut jika Viola terkena penyakit ataukah ia merasa jijik. Tapi Viola juga tak bisa pergi dari Randy yang saat ini pria yang masih ia cintai. Umur pernikahan bahkan baru satu bulan, semua bisa di perbaiki.. hanya saja hingga saat ini Randy berubah tak seperti dulu. Dirinya tak banyak lagi mengbrol pada Viola bahkan terkesan cuek.
Hingga jam makan siang, saat itu Viola merapihkan meja makan dan menyiapkan hidangan makan siang bersama asisten rumah tangga. Ada beberapa lauk yang tersedia sayur sop ayam, kenyang sambal goreng dan ayam saus mentega. Menu selezat Viola biasanya hanya makan ambil satu lauk saja, biasanya hanya dengan sayur atau kentang saja. Viola sadar diri sekalipun ia di rumah mertua statusnya menumpang. Dirinya tak berani mengambil semua kecuali dirinya yang diambilkan makan.
Hingga disela makan terlihat Reyna yang tampak hadir menatap Viola sinis. Viola tahu kenapa dirinya seperti itu, karena dari awal Reyna memang lebih setuju jika adiknya menikah dengan Jane ketimbang Viola. Itu sebabnya Reyna tak terima akan kehadiran Viola saat ini.
Hingga sebelum makan bersama....
"Ma, makan siang ini aku mau kenalin calon suami aku ma" kata Reyna.
"Kamu sudah punya calon, kapan pacarannya kok mama baru tahu"
"Wah bagus dong kenalin ke mama" kata Anita yang merasa jika Reyna harus segera menikah, karena hingga saat ini meski Reyna usia 32 tahun masih sendiri"
Sementara Viola hanya terdiam sambil makan tapi menunduk.
"Orangnya sudah ada di depan aku panggil ya ma" kata Reyna berjalan keluar memanggil calonnya tesebut.
Hingga Reyna menggandeng seorang pria dan tanpa Viola duga itu adalah Very.
Very...
Mata Viola membulat tajam melihat ke arah pria yang tak asing lagi baginya.
__ADS_1
Ingatannya kembali pada moment di mana hal paling pahit yang pernah ia rasakan..
Hati Viola sesak di saat tahu pria yang akan menikahi kakak iparnya adalah pria yang pernah tidur bersama di tempat prostitusi itu.
"Waah ini kan temannya Randy" kata Anita. "Kenalkan ini menantu Tante namanya Viola"
Viola hanya menunduk.
Hingga tangan very memberikan sebuah jabatan tangan.
"Viola"
"Ahh.. sebelumnya kita pernah bertemu kan tapi dimana ya, suatu tempat mungkin atau di suatu-"
"Iya kita memang saling kenal, kamu temannya Randy kan"kata Viola berdiri dan memotong ucapan dari Very.
"Selain itu kita pernah kenal dalam hal lain kan" kata Very.
"Maksudnya?" Tanya mama.
"Ah bukan apa-apa ma, kita hanya kenal sekali saja. Ya sekali saja" kata Viola beranjak pergi.
Viola takut sekali jika Very membuka semua tentang Viola yang dulu pernah masuk ke dunia prostitusi. Meski itu jebakan tapi Viola tak mau satu orang pun tahu. Mengingat Randy dan Viola sudah menutup rapat semua demi menjaga nama baik kedua keluarga.
Hingga saat itu mata Very tak lepas sedikit pun dari pandangannya menatap Viola lekat dari atas sampai bawah.
Begitu melekat di ingatan very tentang malam itu, bagaimana dirinya sangat menikmati tubuh dari wanita yang sudah ia sewa semalam dalam penuh hasrta dan birahi.
Hingga Viola ke kamar..
__ADS_1
Tiba-tiba very mengikuti dan menatap tajam Viola yang masuk ke dalam kamar. Lalu kembali dan menghafal dimana Viola tidur.