Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 93


__ADS_3

Tomy terus diam dan fokus dengan kemudinya. Pria itu bahkan sama sekali tidak melirik jeny yang ada di samping nya.


Sama halnya dengan tomy, jeny pun terus diam. Namun diamnya jeny bukan karna tidak mau berkata apapun pada tomy. Jeny sedang menunggu tomy menanyakan apa yang perlu jeny jelaskan.


Tomy menghela nafas. Entah apa yang harus dia katakan sekarang. Tomy ingin melarang jeny untuk bertemu dengan lorenzo tapi rasanya tidak mungkin. Jeny pasti akan merasa terkekang dengan laranganya. Namun jika terus di biarkan lorenzo bisa saja menghasut jeny agar kembali membencinya. Dan lagi lorenzo bahkan sampai menantangya untuk tes DNA. Sedangkan tomy sendiri tau bahwa dirinya pria pertama yang menjamah tubuh istrinya. Dan itu cukup menjelaskan bahwa tomy lah ayah biologis dari janin yang sedang di kandung jeny.


“Tomy.. Aku.. Aku bisa jelasin semuanya..” Lirih jeny dengan suara bergetar.


Tomy menepikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi. Pria itu kemudian menoleh menatap sebentar pada jeny yang terus meneteskan air matanya.


“Katakan apa yang mau kamu katakan.”


Jeny memejamkan kedua matanya. Jeny tidak pernah melakukan apapun dengan lorenzo.


“Aku.. Aku memang pernah pergi bersama kak lorenzo. Dan saat itu kami menginap di hotel. Tapi kami memesan 2 kamar. Bahkan kamar kami berjauhan.”


Tomy mendengarkan dengan seksama. Tentang hal itu tomy tau karna charlie diam diam mengikuti dan terus memantau keduanya. Charlie bahkan sampai menaruh kamera di kamar jeny diam diam dan menunjukanya pada tomy saat itu. Dari situ tomy percaya bahwa istrinya tidak akan pernah macam macam dengan pria lain.


“Aku tidak pernah melakukan apapun sama kak lorenzo.. Aku nggak tau harus ngomong apa sama kamu.. Tapi aku berani bersumpah cuma kamu yang menyentuh aku.” Lanjut jeny lirih dengan bibirnya yang bergetar.


Tomy tersenyum. Pria itu kemudian meraih pinggang jeny dan mengangkatnya memindahkan tubuh mungil wanita itu duduk di pangkuanya.


Jeny yang terjejut langsung mengalungkan kedua tanganya di leher jenjang tomy. Entah apa yang akan di lakukan tomy padanya.


“Aku bukan orang bodoh jeny..”


Jeny menggelengkan kepalanya.


“Tomy tapi aku..”


Cup


Ucapan jeny terhenti karna tiba tiba tomy membungkam bibir jeny dengan bibirnya. Kedua mata jeny terbelalak terkejut dengan apa yang di lakukan tomy padanya.

__ADS_1


Tomy tersenyum dalam ciumanya. Jeny tidak meronta menolak ciumanya. Wanita itu hanya diam seakan pasrah dengan apa yang sedang tomy lakukan. Merasa senang dan seolah di izinkan tomy pun memperdalam ciumanya. Pria itu tidak lagi memikirkan apa yang akan di lakukan jeny setelah ini. Jika memang jeny marah atau bahkan menamparnya tomy rela. Karna tomy tidak ingin kehilangan moment indah saat ini bersama istri tercintanya.


Tomy melepaskan pagutanya ketika merasakan jeny mulai sulit bernafas. Pria itu menggigit pelan bibir bawah jeny sebelum benar benar melepaskanya.


Tomy terdiam sesaat. Jeny terus menatapnya dengan tatapan tidak percaya. Dan tomy menunggu respon dari wanita itu setelah tomy menciumya.


“Tomy...”


“Meskipun aku memang tidak berpengalaman tapi aku tau sayang.. Aku tau akulah yang membuat kamu menjadi wanita yang sesungguhnya.” Sela tomy sambil mengusap lembut bibir bawah jeny yang basah karna ciumanya.


Jeny terdiam menatap wajah tampan suaminya. Mata hitam pekat yang begitu teduh dan menenangkan namun juga bisa sangat menakutkan jika sang mpunya sedang marah.


“Oya sayang.. Aku mau ke amsterdam untuk beberapa hari.. Dan aku mau kamu ikut sama aku..”


Jeny mengeryit. Tomy begitu sangat mempercayainya. Pria itu bahkan tidak lagi mengungkit masalah tentang lorenzo tadi.


“Tomy kamu percaya sama aku?” Tanya jeny pelan.


Tomy terkekeh. Pria itu mengecup gemas pipi chuby jeny. Tomy lebih tau siapa lorenzo. Itu alasan kenapa tomy selalu tidak suka pada pria bermata sipit itu.


Air mata jeny kembali menetes. Jeny tidak menyangka jika tomy begitu sangat mempercayainya. Padahal bisa saja tomy salah faham dengan apa yang di dengarnya dari lorenzo tadi.


“Bagaimana? Mau kan?” Tanya tomy mengusap lembut pipi chuby jeny yang basah oleh air mata.


Jeny menganggukan kepalanya cepat. Tidak ada lagi alasan untuk jeny menolak tomy. Dan jeny bersedia ikut kemanapun tomy membawanya pergi sebagaimana seorang istri yang siap mengikuti kemanapun suaminya membawanya.


“Yah.. Aku mau.” Jawabnya.


Tomy tersenyum lega. Ternyata pemikiranya salah. Tomy pikir jeny akan menolaknya. Namun ternyata wanita itu mau mengikutinya.


Jeny memeluk tomy erat. Kedua matanya terpejam dengan senyuman yang terukir di bibir berlipstiknya. Jeny sangat lega karna tomy tidak terpengaruh dengan ucapan lorenzo dan tetap mempercayainya. Jeny tidak akan bisa membayangkan jika tomy sampai terpengaruh dan menganggap nya tidak setia sebagai istrinya.


Di balik punggung jeny tomy tersenyum. Pria itu mengecup penuh sayang bahu terbuka jeny. Kedua tanganya memeluk erat pinggang jeny penuh kelembutan.

__ADS_1


“Kita pulang yah.. Dan lanjutkan di rumah.”


Jeny langsung melepaskan pelukanya mendengar bisikan suaminya. Kedua matanya mendelik dengan pipi merona merasa malu dengan apa yang di bisikan oleh suaminya.


“Apaan sih?”


Jeny berpindah kembali duduk di samping kemudi. Wanita itu memalingkan wajahnya tidak mau menatap tomy yang terus saja tersenyum menggoda padanya.


“Mau kan kita lanjutin di rumah?” Tanya tomy menoel noel lengan putih bersih jeny menggodanya.


“Iihh.. Tomy apaan sih. Udah ayo pulang..” Rengek jeny merasa malu karna tomy terus menggodanya.


Tomy terkekeh geli. Tomy bersumpah akan membalas tetesan air mata jeny pada lorenzo nanti. Apapun caranya tomy tidak perduli lagi. Bahkan jika memang tomy harus membuat perusahaan pria itu bangkrut sekalipun.


“Iya deh iyaa... Pulang.. Mau lanjutin kan?” Goda tomy lagi.


“Iihhh.. tomy...”


Tidak mau membuat istrinya marah tomy pun kembali melajukan pelan mobilnya untuk pulang.


Sedangkan diam diam jeny tersenyum. Tomy benar benar sangat lembut memperlakukanya. Meskipun pria itu terus saja menggodanya.


Tidak lama mobil mewah tomy memasuki area luas kediaman mewahnya. Pria itu menghentikan mobilnya di halaman luas rumah nya kemudian turun dengan sangat terburu buru.


Jeny yang melihat tingkah suaminya merasa bingung karna tomy berjalan cepat memutari depan mobilnya menuju pintu mobil tempat dirinya berada.


“Mau ngapain dia?” Gumam jeny bingung.


Tomy membukakan pintu mobil untuk jeny. Dengan senyuman yang terus terukir di bibir tipisnya pria itu meraih tubuh mungil jeny mengangkatnya dengan sangat lembut.


“Tomy aku bisa jalan sendiri.. Turunin aku.. Malu di lihat bibi sama mbak sisi nanti.” Protes jeny.


“Nggak mau. Biarin aja mereka berdua lihat.” Tolak tomy.

__ADS_1


Tomy dengan cuek melangkah membawa jeny yang berada di gendonganya masuk ke dalam rumah. Pria itu menulikan pendengaranya dari protesan jeny yang meminta di turunkan dari gendonganya.


__ADS_2