Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 283


__ADS_3

Setelah rasa lelah yang mendera tubuhnya hilang, rolan dan rio segera mengikat semua pria suruhan maria. Sedangkan susan dan mommy juga daddy angkatnya hanya tertawa melihat tingkah konyol rolan apa lagi rio.


“Siapa mereka? Dan kenapa mereka membantu kita?” Tanya tuan chandra menatap bingung pada rio dan rolan.


Susan dan tante tomy saling menatap. Mereka tidak menyangka jika membebaskan daddy angkat susan sangat mudah. Mereka bahkan tidak perlu mengeluarkan kemampuan bela dirinya.


“Namanya rolan dan rio dad. Mereka orang orang kak tomy yang di suruh untuk menjemput kita dan membongkar kedok maria.” Jawab susan tersenyum manis menatap daddy angkatnya.


Tuan chandra mengepalkan kedua tanganya mendengar susan menyebut nama maria. Pria itu merasa sangat dendam pada maria yang telah menyengsarakan putrinya bahkan berani menyekapnya.


“Maria.. Akan aku bunuh dia dengan cara yang mengenaskan.”


Mendengar itu senyum di bibir susan pudar. Maria memang sangat keterlaluan.


“Dad..” Panggilnya pelan pada daddy angkatnya.


Tuan chandra menatap wajah susan yang tetap cantik menurutnya meskipun pada kenyataanya memang cacat.


“Ya dear..” Sautnya lirih.


“Untuk masalah maria biar susan yang mengatasinya.”


Tuan chandra terdiam sesaat. Namun pria itu kemudian mengangguk mengiyakan kemauan putrinya.


Sedangkan tante tomy, wanita itu menatap kasihan pada suaminya yang wajahnya di penuhi luka lebam. Sudah bisa di pastikan para pria itu pasti yang melakukanya dan itu karna suruhan susan palsu alias maria.


Tidak lama rolan dan rio melangkah menghampiri mereka. Keduanya tersenyum dan menganggukan kepalanya menatap tuan chandra.


“Maaf, susan aku rasa kita harus segera lapor polisi dan menyerahkan para hulk ini. Sebelum mereka bangun.” Kata rio.


Susan menganggukan kepalanya kemudian segera mengeluarkan ponsel dalam saku celana jins hitamnya. Susan menghubungi pihak berwajib untuk menangani 16 pria suruhan maria.


“Mana rolan dan yang mana rio?” Tanya tuan chandra membuat rolan dan rio tertawa pelan.


“Eemm.. Maaf tuan chandra, saya rolan. Dan ini sahabat saya, Rio.” Senyum rolan memperkenalkan dirinya juga rio pada tuan chandra.


Tuan chandra menganggukan kepalanya. Jika bukan karna mereka berdua yang datang mungkin susan dan istrinya tidak berani datang untuk menyelamatkanya. Dan tuan chandra sangat merasa berhutang nyawa pada keduanya karna hal itu.


“Terimakasih karna kalian sudah membebaskan saya.” Katanya.


Rio dan rolan meringis. Entah di bagian mana mereka bisa di katakan membantu. Mereka bahkan hanya bermain kucing kucingan dengan para pria berbadan besar itu yang tentu saja sangat menguras tenaga dan keringat.


“Ah. Ya tuan. Sama sama.” Angguk rolan.

__ADS_1


Susan tertawa geli. Wanita itu tidak menyangka kakaknya bisa menyuruh orang orang konyol seperti mereka berdua untuk membebaskanya. Tapi bagaimanapun juga rolan dan rio tetap berjasa karna mau membantunya membebaskan daddy angkat susan.


“Emm.. Susan maaf. Menurut aku lebih baik kamu bawa tuan dan tante pulang saja. Untuk masalah mereka biar aku dan rio yang tangani.” Kata rolan.


Susan dan mommy angkatnya saling menatap. Mereka berdua merasa ragu jika rolan dan rio bisa menangani orang suruhan maria jika terbangun. Mereka sangat kuat dan buas. Dan jika tante tomy tidak membawa senjata yang mengandung obat tidur itu mungkin mereka sudah kalah.


“Rolan obat tidurnya hanya bekerja sampai 3 jam saja.” Ujar tante tomy memberitahu.


Rolan dan rio saling menatap. Rio yang memang merasa tidak bisa mengalahkan mereka menggelengkan kepalanya. Tempat itu sangat terpencil dan berada di tengah hutan. Polisi juga pasti membutuhkan waktu lama bahkan bisa sampai pagi sampai di tempat itu.


“Lalu bagaimana sebaiknya?” Tanya rolan kemudian.


Tuan chandra menghela nafas. Jika membawa mereka dengan mobilnya ke kota rasanya sangat tidak mungkin. Menunggu sampai polisi datang juga rasanya mustahil.


“Mom, dad, kita harus mengambil dulu semua alat komunikasi mereka. Aku khawatir mereka akan menghubungi maria saat mereka bangun.” Kata susan.


“Ya sayang. Kamu benar.”


Susan mengangguk. Wanita itu segera melangkah cepat yang langsung di ikuti oleh rio dan rolan untuk mengambil semua ponsel milik para pria berbadan besar itu.


Setelah mengambil alat komunikasi mereka, rio dan rolan masuk ke dalam gudang itu mencari tali yang lebih besar untuk menggandakan ikatan di tubuh pria pria itu. Rio dan rolan khawatir jika hanya satu ikatan mereka bisa dengan mudah membebaskan diri begitu sadar.


Ketika sedang mengikat mereka rio tiba tiba menemukan ide untuk membuat mereka tidak beranjak dari tempatnya meskipun terbangun nantinya.


“Rolan setelah ini ayo kita cari kayu bakar yang banyak.” Katanya tanpa menatap rolan.


“Jangan gila. Aku tidak mau berkemah disini.” Balas rolan sewot.


Rio berdecak pelan. Rolan memang selalu meremehkan otak cerdasnya.


“Ayolah rolan sekali ini saja kamu percaya padaku yang sebenarnya sangat genius ini.”


Rolan menghela nafas. Malas jika harus meladeni rio yang sudah mulai mengagungkan kebodohanya. Dan cara satu satunya untuk menghentikan ocehan rio adalah dengan menuruti kemauanya.


Rolan dan rio langsung mencari kayu bakar sebanyak banyaknya. Dan hal itu berhasil membuat susan juga kedua orang tua angkatnya kebingungan.


“Apa kita akan berkemah disini?” Tanya susan yang juga memiliki pemikiran yang sama dengan rolan.


Rolan hanya mengedikkan bahunya tidak tau. Pria itu juga sebenarnya masih bertanya tanya dengan apa yang akan di lakukan rio.


“Begini rolan, susan, kita susun semua kayu kayu ini melingkari mereka semua. Setelah itu kita ambil bensin di dalam. Aku tadi melihatnya.”


Susan menutup mulutnya begitu juga dengan rolan yang mendelik terkejut.

__ADS_1


“Kamu berniat membakar mereka semua?” Kompak rolan dan susan bertanya.


Rio langsung menggelengkan kepalanya cepat. Rio tidak sejahat itu.


“Dengarkan dulu. Kita hanya menggunakan cara ini untuk mengancam mereka nanti saat mereka bangun. Bukan sungguhan membakarnya.” Jawab rio tidak mau susan dan rolan salah paham padanya.


Rolan dan susan menganggukan kepalanya. Ketiganya kemudian menata semua kayu bakar tersebut mengelilingi 16 pria berbadan besar itu. Setelah itu rolan dan rio menyiramnya dengan bensin ke tumpukan kayu tersebut bahkan sedikit mengenai sepatu para pria itu.


“Dengan begini mereka tidak akan berani bergerak.” Senyum puas rio menunjukan korek api yang di pegangnya.


Rolan tersenyum. Ide rio sangat berguna dan membantu kali ini.


“Aku akui kamu memang genius.” Pujinya.


Rio tertawa senang mendengarnya. Selama mengenal dan bersahabat dengan rolan baru kali ini rolan mau memujinya.


“Untuk kamu susan, sebaiknya kamu pulang saja. Mereka biar aku dan rio yang menangani.” Senyum rolan pada susan.


“Tapi..”


“Kasihan tuan chandra sudah banyak terluka.” Sela rio.


Susan menoleh dan menatap mommy dan daddy nya yang sedang duduk bersama. Apa yang di katakan rio dan rolan ada benarnya juga. Susan menghela nafas kemudian mendekat pada mommy dan daddy angkatnya. Susan meminta pistol milik mommy nya kemudian kembali mendekat pada rio dan rolan.


“Gunakan jika mereka tidak bisa di ancam dengan cara ini. Aku pulang dulu. Kami tunggu kalian berdua di rumah.” Senyum susan.


Rolan menerima pistol yang di berikan oleh susan kemudian menganggukan kepalanya.


“Baiklah.”


Susan berlalu kembali menghampiri kedua orang tua angkatnya setelah itu. Wanita itu membantu mommy nya memapah sang daddy yang memang memiliki banyak luka di tubuhnya akibat siksaan susan.


“Susan apa kamu yakin mereka bisa?” Tanya tante tomy ragu.


Susan menoleh kembali pada rolan dan rio. Meskipun mereka memang tidak sehebat julukanya tapi susan yakin mereka bisa mengatasi orang orang suruhan susan.


“Ya mom.” Jawab susan mantap.


Tante tomy terdiam sesaat. Wanita itu akan sangat merasa bersalah jika sesuatu yang buruk terjadi pada rio dan rolan.


“Tapi mommy tidak yakin..” Lirihnya.


Susan tersenyum.

__ADS_1


“Mom lihat tidak mereka menumpukan kayu bakar di sekitar pria pria itu. Dan kayu bakar itu sudah di siram dengan bensin. Itu adalah cara mereka untuk membuat pria pria itu tidak berkutik. Mungkin kemampuan bela diri mereka tidak sehebat daddy. Tapi otak mereka sangat cerdas.”


“Itu ide yang sangat bagus.” Kata tuan chandra menimpali.


__ADS_2