
Akhirnya Viola pun melanjutkan membersihkan meja makannya dan lanjut cuci piring. Semua bekas makan Viola bersihkan semua tak ada yang tersisa.
Hingga selesai beres-beres Viola tak melihat Randy lagi, yang ternyata sudah pergi dari hadapan dirinya. Tak ada pesan dan salam Randy pergi begitu saja.
Viola pun mencari sang suami yang telah pergi, ada perasaan kecewa saat dirinya seolah tak di anggap oleh suaminya seharusnya dalam hal ini Viola di beritahu kalau Randy akan berangkat kerja. Hingga mata Viola hanya menatap kosong.
Mama Anita pun menatap Viola yang terlihat murung.
"Kamu kenapa?" Tanya Anita.
Viola pun hanya menggelengkan kepala.
"Kamu ada masalah ya sama Randy" tanya Anita lagi.
"Sedih aja sih ma, ternyata Randy pergi padahal tadi mau cium tangan dia dulu"
"Kamu berantem" tanya Anita
"Gak sih ma, tapi memang ada masalah" ucap Viola.
"Masalah apa?" Tanya mama Anita.
Viola pun hanya terdiam tak menjawab, Viola tak bisa dan berani mengatakan soal dirinya yang pernah masuk ke dalam sisi gelap dunia prostitusi itu. Viola pun hanya menggelengkan kepala.
"Ma, makanan kesukaan Randy itu apa ya?" Tanya Viola mengalihkan pembicaraan.
"Semuanya dia suka, tapi dia paling suka ayam goreng sih" kata mama.
"Seperti anak-anak ma sukanya ayam goreng" kata Viola singkat.
"Kalau kamu sukanya apa?" Tanya Anita.
"Apa ya? Ya standar aja sih?" Kata viola sambil berfikir.
"Apa?"
"Ayam goreng" jawab Viola singkat.
"Waah pantesan jodoh ternyata punya selera yang sama" kata Anita.
"Mama setuju hubungan Viola sama Randy" tanya Viola.
"Tentu saja setuju, mama yakin Randy tak pernah salah memilih wanita untuk di jadikan istri. Ya mungkin jika dibanding yang ini dan itu, mungkin kamu terbaik untuknya. Wanita baik-baik, yang bisa menjaga kehormatan keluarga, diri kamu sendiri dan bisa menjadi istri Soleha" ucap mama.
Ucapan mama Anita membuat semua terasa meragu, kenyataan yang sebenernya tak seperti itu. Andaikan saja saja mama mertuanya tahu jika Viola wanita yang hina, mungkin Anita akan sangat kecewa.
Lalu siang itu...
Viola pun masih dengan kesibukannya yaitu beres beres rumah, setelah kejadian naas itu terjadi Viola memang membatasi diri untuk keluar rumah demi menghindari hal yang paling tidak di inginkan terjadi. Hingga dirinya teringat bahwa sebulan yang lalu Viola meninggalkan seorang korban dari kasus tabrak lari yang ia lakukan.
__ADS_1
Viola pun lalu bergegas berangkat begitu saat dirinya teringat akan hal itu.
.
.
.
Dengan tergesa Viola sampai ke rumah sakit itu..
Sesampainya di sana...
Saat Viola menanyakan kondisi pasien yang Viola tabrak saat itu, ternyata pasien sudah tidak ada. Bahkan saat Viola menanyakan siapa nama pasiennya suster tidak memberitahu karena korban langsung di bawa pihak keluarga, Viola pun langsung memijat keningnya. Dari mana ia bisa bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Jika bertemu saja viola tak bisa minimal kata maaf yang bisa Viola sampaikan kepada korban pada saat itu.
Viola pun meraup wajah kasar dengan perasaan kesal pada diri sendiri berharap jika dirinya di maafkan.
.
.
.
.
Hingga saat setelah itu Viola pun memilih untuk pulang dari rumah sakit dan kembali ke rumah.
Dan hal tak terduga terjadi.....
"Saya ingin bertemu dengan wanita bernama Viola" ucapnya terlihat emosi. "Karena dirinya anak saya menjadi lumpuh"
Lumpuh....
Apakah ini jawaban dari pertanyaan Viola siapa orang yang sudah Viola tabrak sebelumnya.
Mendengar kata lumpuh di telinga Viola membuat Viola membuka mata lebar tentang pertanyaan besar ada apa sebenarnya?
Anita pun kaget mendengar sebuah ucapan tentang kasus diluar dugaan terjadi.
"Siapa pemilik mobil dengan plat b 12345 " ucap seorang pria.
"Saya pak" jawab Viola mengaku.
"Oh jadi rupanya kamu wanita yang sudah membuat anak saya lumpuh" katanya dengan suara lantang.
"Jadi dia lumpuh"
"Kamu!!! Ya kamu!!!! Tidak ada itikad baik sedikit pun. Sampai saya harus mencari tahu sendiri dimana kamu tinggal, sampai saya harus mencari tahu di mana kamu harus bertanggung jawab" kata Pria itu kesal. "Kamu adalah orang yang sudah tabrak lari anak saya kan, menghilang pergi begitu saja"
"Saya tidak pernah pergi saat itu saya hanya sedang terkena musibah"
__ADS_1
"Semua jalan tidak ada selain kamu harus bertanggung jawab untuk pengobatan anak saya sampai sembuh atau ... Kamu akan saya bawa ke kantor polisi agar kamu di bui di dalam penjara" kata pria itu kesal dengan tatapan penuh kebencian.
Sementara Anita terlihat bingung saat itu ia tak banyak berkomentar karena ia sendiri tak tahu cerita sebenarnya.
"Tapi sebelum saya bertanggung jawab, saya ingin sekali bertemu dengan orang yang sudah saya tabrak pak. Saya ingin minta maaf"
"Mimpi itu hal paling sulit"
"Berikan satu kali saja waktu untuk saya bicara pada orang yang sudah saya tabrak" kata Viola.
"Baiklah sekali saja"
Viola pun menemui orang itu bersama seorang pria yang di yakini ayah dari orang yang sudah Voila tabrak. Viola memberanikan diri untuk datang menemui dirinya.
Hingga akhirnya Viola menemui seorang pasien di rumah sakit dengan kondisi terbaring di tempat tidur kamar rumah sakit.
Saat Viola melihat dia adalah seorang pria, Viola tak menyangka jika pria yang ia tabrak.
Hingga Viola mendekati lebih dekat untuk mengetahui pria itu dan mengatakan maaf sebesar besarnya atas kesalahan yang Viola buat tapi saat Viola melihat Viola pun kaget ternyata itu adalah pria yang pernah di jodohkan oleh bapak dikampung.
Deg...
Dewa....
Mata Viola pun membulat tajam saat melihat Dewa yang terbaring lemah di atas tempat tidur.
Seketika dewa pun menoleh ke arah samping dan melihat Viola.
"Ada apa kamu datang kesini?" Tanya Dewa yang menyadari jika Viola ada di sampingnya.
"Dewa.. aku tak menyangka, Aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada mu" ucap Voila.
Dalam hal ini Viola memang tidak begitu kenal dengan teman teman bapak yang bernama Zainal cuma tahu namanya saja. Dan viola baru menyadari jika yang datang ke rumah tadi adalah zainal teman dari bapak Viola.
"Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu" ucap Viola menunduk merasa bersalah.
"Sudahlah Viola... kamu datang hanya ingin mengatakan jika dirimu telah menikah dengan pacaran mu, dan menolak perjodohan yang ada kan. Dan kamu juga cuma ingin mengatakan maaf, bahwa kamu itu telah bahagia. Iya kan? Pasti saat ini kamu tertawa bahagia karena kamu tdiak menikah dengan ku, mungkin saja dirimu menikah dengan ku. Kamu akan menyesal menikah dengan pria yang saat ini lumpuh" ucapnya dengan membuang wajah.
Belum saja Viola mengatakan semua hal yang sebenernya terjadi dengan cepat Dewa langsung mengambil kesimpulan sendiri.
"Tidak begitu?"kata Viola
"Lalu apa"
"Aku datang meminta maaf pada mu, karena ..." Ucap Viola yang menghela napas beratnya.
"Bahwa aku adalah orang yang sudah menabrak dirimu saat malam itu"
Seketika ucapan diluar dugaan dan menganggetkan membuat Dewa kaget bukan kepalang.
__ADS_1
"APA KATATAMU!!!!"