
Tomy menatap angel yang kini menutup kedua matanya. Wanita itu terlelap setelah dokter axel membiarkanya berteriak marah dan terus melontarkan ancaman.
“Apa ada perubahan dokter?” Tanya tomy menoleh pada dokter axel yang ada di sampingnya.
Dokter axel tersenyum hambar. Meskipun kondisi angel belum terlihat ada kemajuan. Tetapi setidaknya kondisi wanita itu tidak semakin parah.
“Masih seperti ini pak tomy.. Tapi itu lebih baik dari pada angel semakin parah.”
Tomy mengeryit bingung.
“Maksud anda?” Tanya tomy penasaran.
Dokter axel menghela nafas. Pria tampan itu menatap wajah pucat dan tirus angel sedih.
“Saya merasa ada sesuatu yang aneh pak tomy.. Makanya saya memutuskan untuk mengeluarkan angel dari rumah sakit jiwa. Selain itu saya juga pernah melihat ada yang janggal dengan keadaan angel.”
“Apa itu?” Tanya tomy merasa semakin ingin tau lebih.
“Saya pernah melihat lengan angel terluka.”
Mendengar jawaban dokter axel, dugaan tomy tentang siapa dokter malik menjadi semakin kuat. Tomy yakin dokter malik ada hubunganya dengan apa yang terjadi pada angel.
“Pak tomy.. Menurut anda apa yang saya lakukan ini benar? Saya membawa pulang wanita yang bukan siapa siapa saya.”
Tomy tersenyum mendengarnya. Segala sesuatu dengan keniatan dan tujuan baik tidak di permasalahkan bagaimanapun caranya menurut tomy.
“Semuanya tergantung niat baik kita dokter.” Balas tomy.
Dokter axel menganggukan kepalanya. Dokter axel merasa akar masalah dari semua yang terjadi juga karnanya. Karna ke egoisanya.
“Dokter maaf.. Reyhan mengatakan dokter malik rutin kesini untuk memberikan obat pada angel. Apa dokter malik ada hubungan keluarga atau semacamnya dengan angel?” Tanya tomy mencoba mengorek informasi dari dokter axel.
“Setahu saya tidak pak tomy. Dokter malik hanya dokter yang menangani angel. Karna saat itu leo dan kedua orang tuanya yang memasukan angel kesitu. Dokter malik bahkan sering mencaci saya jika saya terlalu lama menjenguk angel.” Jelas dokter axel.
Tomy menganggukan kepalanya. Dugaanya semakin kuat. Kegilaan angel adalah rencana jahat seseorang.
__ADS_1
“Oh iya pak tomy bagaimana keadaan istri?” Tanya dokter axel mengganti topik pembicaraan.
“Ah yah.. Istri saya baik. Sangat baik.” Jawab tomy tersenyum.
“Syukurlah kalau begitu. Selamat ya pak tomy sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah...”
“Yah.. Do'akan yang terbaik dokter..” Senyum tomy pada dokter axel.
“Pasti pak tomy...” Angguk dokter axel.
Tomy tersenyum tipis. Kalau memang dugaanya benar itu artinya bukan hanya dirinya yang di targetkan oleh si pelaku. Bisa jadi keselamatan istrinya juga dalam bahaya.
Setelah menjenguk angel tomy langsung pulang ke rumahnya dengan reyhan yang mengantarnya. Sedangkan mobilnya dia tinggalkan di kantor.
“Kamu pulang telat 2 menit 12 detik.”
Tomy terkekeh geli. Istrinya menjadi sangat teliti sekarang. Jeny begitu telaten menilik waktu pulang dan berangkat kerjanya. Meskipun wanita itu tidak mengekang ataupun marah jika tomy pulang sedikit terlambat.
“Aku tadi abis jenguk angel sayang..”
“Hah?! Jenguk mbak angel? Kok aku nggak di ajak?” Tanya jeny di sertai keterkejutanya.
“Bukanya kamu takut hem?” Tanya tomy dengan senyuman yang terukir di bibirnya.
Jeny meringis. Wanita itu memang takut pada angel yang selalu bringas dan menatapnya penuh kebencian.
“Gimana keadaanya by?” Tanya jeny mendekat pada tomy yang sibuk melepaskan kaos kaki yang di kenakanya.
Tomy menghela nafas. Pria tampan itu mendongak menatap jeny yang yang berdiri begitu dekat denganya. Jeny berdiri di depanya dengan di apit kedua kaki jenjang tomy yang duduk di tepi ranjang.
“Masih sama.. Hanya kata dokter axel itu lebih baik dari pada angel semakin menggila.” Jawab tomy.
Jeny menganggukan kepalanya. Jeny mulai membuka satu persatu kancing kemeja berwarna coklat susu yang di kenakan suaminya.
“Angel sudah tidak di rumah sakit jiwa sekarang.” Kata tomy.
__ADS_1
“Apa? Lalu dimana?” Tanya jeny terkejut bercampur bingung. Pasalnya angel sangat beringas dan mengerikan. Pihak rumah sakit juga pasti akan melarang angel keluar karna takut membahayakan orang lain.
“Angel di rumah dokter axel.”
Jeny berhenti membuka kancing kemeja yang di kenakan tomy. Wanita itu terdiam menatap suaminya penuh tanda tanya.
“Dokter axel bilang kondisi angel semakin parah di rumah sakit jiwa. Angel bahkan pernah terluka di bagian lenganya. Juga ada yang aneh dengan dokter yang menangani angel di rumah sakit itu.” Lanjut tomy menjelaskan.
Jeny menghela nafas. Entah kenapa jeny selalu merasa semua yang terjadi ada hubunganya dengan lorenzo. Apa lagi sekarang pria itu seperti menghilang di telan bumi. Adapun sarah, wanita itu juga mengatakan lorenzo meninggalkanya dan elo tanpa mengatakan akan kemana.
“Oya sayang mulai besok akan ada body guard yang mengawal kamu dan mbak sisi saat senam.”
“Apa? Body guard? Untuk apa?” Tanya jeny.
“Untuk berjaga jaga. Aku curiga ada campur tangan seseorang di balik gilanya angel. Dan aku juga yakin orang itu tidak hanya mengincar aku. Tapi juga kamu.” Jawab tomy.
“Tapi by...”
“Sayang please.. Demi keselamatan kamu. Keselamatan kita bersama..” Sela tomy dengan tatapan memohon pada jeny.
Jeny menelan ludahnya. Wanita itu sangat tidak suka sesuatu yang berlebihan. Ada sisi dan reyhan di sampingnya saja jeny sudah merasa cukup aman.
“Baiklah... Tapi tolong bilang sama body guardnya untuk sedikit jaga jarak.”
“Nggak masalah sayang..” Senyum tomy memeluk pinggang jeny mesra.
Sebuah gerakan seperti pukulan yang tepat mengenai dada bidang tomy yang tentunya berasal dari perut jeny membuat tomy tertawa. Pria itu kemudian menciumi gemas perut buncit jeny. Kehamilan istrinya semakin besar. Pergerakan janin dalam kandungan wanita itupun semakin terasa begitu jelas dan lincah.
“Anak papah nakal nih yah.. Papahnya di pukul..” Gemas tomy menciumi perut jeny.
Jeny tertawa merasakan geli karna ciuman bertubi tubi yang di berikan suaminya. Seiring berjalanya waktu anak dalam kandunganya memang semakin lincah. Tendanganya pun begitu terasa bahkan kadang sampai membuat jeny meringis merasa geli.
“Dia aktif banget by hari ini.. Apa lagi kalau aku kasih dengar bunyi musik.. Kaya seneng banget dia di dalem.” Kata jeny memberitahu suaminya.
Tomy tertawa senang.
__ADS_1
“Sehat sehat selalu ya kalian berdua.. Aku akan mengusahakan apapun yang terbaik untuk kalian berdua.”
Jeny menganggukan kepala dengan senyuman manis yang terukir di bibir merah alaminya. Mungkin untuk sekarang mendengarkan dan menuruti apa yang di katakan suaminya adalah pilihan yang terbaik. Jeny tau tomy tidak akan mungkin membiarkan dirinya juga anak dalam kandunganya menderita. Tomy pasti akan terus mengusahakan yang terbaik dan tentu yang bisa membuat mereka selalu bersama dan bahagia.