
“Mommy kemana ya?” Gumam dokter axel bertanya pada dirinya sendiri.
Pasalnya tidak sampai 30 menit lagi mereka harus sudah sampai di bandara. Tapi ternyata mommy nya pergi dari pagi dan belum kunjung kembali sampai hari menjelang siang.
Dokter axel menghela nafas. Pria itu kemudian meraih ponselnya yang berada di atas meja kerjanya. Jika sampai mereka telat 1 detik saja mereka bisa tertinggal oleh pesawat yang akan mereka tumpangi.
“Apa mungkin mommy ke rumah angel?”
Dokter axel mengurungkan niatnya untuk menghubungi sang mommy. Pria itu kemudian bangkit dari duduknya dan tidak lupa meraih kunci mobilnya. Dokter axel merasa lebih baik harus menyusul dari pada hanya menanyakan dimana keberadaan mommy nya lewat sambungan telephone.
Ketika keluar dari ruang kerjanya dokter axel mendapati mommy nya yang sedang menaiki anak tangga menuju lantai 2 rumahnya. Dokter axel mengeryit, wajah wanita cantik itu tampak sangat sendu dan seperti habis menangis.
“Mommy.”
Mommy dokter axel berhenti melangkah ketika sampai di tengah tangga. Wanita itu tersenyum menatap dokter axel yang sedang melangkah mendekat padanya.
“Mommy darimana?” Tanya dokter axel begitu sampai tepat di depan mommy nya.
Mommy dokter axel terdiam sesaat. Niatnya menemui angel adalah untuk menjauhkan wanita itu dari putranya. Bukan tanpa alasan wanita bernama caterine itu melakukanya. Semua itu dia lakukan demi kebahagiaan dan ketenangan hidup putra semata wayangnya.
“Mommy dari rumah orang tua angel.” Jawab wanita itu jujur.
“Apa? Dari rumah orang tua angel?” Tanya dokter axel lagi tidak percaya.
Wanita itu menganggukan kepalanya dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Entah benar atau salah yang di lakukanya tapi semua itu dia lakukan demi kebaikan putranya.
“Ngapain mommy kesana? Kita kan sudah mau pergi. Nggak perlu lagi lah kita ngurusin mereka..”
Mommy dokter axel tertawa melihat wajah sendu juga khawatir putranya. Wanita itu tau siapa yang sedang di khawatirkan oleh putra tampanya.
“Mommy hanya ingin menegaskan pada angel agar tidak lagi mengganggu kamu. Itu saja.”
Dokter axel menggelengkan kepalanya. Dalam masalahnya bukan hanya angel yang bersalah tapi juga dirinya. Semua tidak murni hanya kesalahan angel saja.
“Mom..”
__ADS_1
Deringan ponsel dari dalam tas yang di tenteng mommy dokter axel membuat ucapan dokter axel menggantung. Pria tampan itu menghela nafas kemudian melengos dan berdecak sebal.
“Halo..”
“Apa? Penerbangan siang ini di undur?”
Dokter axel mengangkat sebelah alisnya mendengar obrolan sang mommy entah dengan siapa. Tapi jika menyangkut pesawat mungkin itu adalah telephone dari petugas bandara.
“Baiklah.. Terimakasih atas informasinya.” Kata mommy dokter axel kemudian memutuskan sambungan telephone nya.
“Ada apa mom?” Tanya dokter axel penasaran.
Wanita itu berdecak pelan kemudian memasukan kembali benda pipih berhaga mahal itu ke dalam tasnya.
“Penerbangan kita di undur menjadi sore hari. Katanya karna cuaca yang tidak memungkinkan.” Jawab mommy dokter axel.
Mendengar itu entah kenapa dada dokter axel terasa sangat lega. Pria tampan itu merasa bahagia mendengar keberangkatanya tertunda.
“Mommy ke atas dulu.”
Wanita cantik berparas bule itu kemudian kembali melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju lantai 2 rumah dokter axel.
Sedang dokter axel. Pria itu menatap kunci mobil yang berada di genggaman tanganya. Senyumnya mengembang kembali ketika membayangkan wajah cantik angel yang sedang tersenyum manis padanya.
“Aku harus menemuinya sekarang juga.” Gumamnya kemudian berlari menuruni anak tangga.
Sementara di kamarnya angel tidak berhenti menangis. Wanita itu merasa sangat sakit hati karna ucapan wanita bernama caterine itu. Bukan karna wanita itu menyebutnya seorang penghianat. Tapi karna wanita itu memintanya untuk melupakan dokter axel.
“Tuhan.. Aku sudah mencobanya.. Tapi sakit sekali tuhan..” Tangis wanita cantik itu sambil mengucek matanya seperti anak kecil mengadu pada sang pencipta.
Angel tidak pernah merasakan sakit selama bersama dokter axel. Wanita itu selalu merasa bahagia juga lengkap karna dokter axel yang selalu memperhatikan juga menjaganya dengan baik. Tapi setelah jarak memisahkan mereka sakit itu datang bertubi tubi seakan menekan dan menyudutkan angel agar angel menyerah.
“Dokter axel.. Aku mencintainya..” Lanjutnya terus menangis sesunggukan.
Tok tok tok
__ADS_1
Suara ketukan pintu membuat angel menoleh. Dengan tetap menangis wanita itu bangkit dari duduknya di atas ranjang kemudian melangkah pelan menuju pintu untuk membukanya. Angel tidak perduli jika nanti mamah atau papahnya melihatnya menangis. Karna memang hanya mereka berdua lah yang mencintainya dengan tulus saat ini.
Ketika pintu terbuka angel langsung terdiam melihat sosok tinggi tegap dokter axel. Wanita itu langsung berhenti menangis meskipun masih sesekali sesunggukan. Angel menutup kedua matanya sesaat kemudian membukanya kembali. Wanita itu merasa sosok tinggi dokter tampan itu hanya ilusi saja. Dan yang saat ini berada di depanya pasti adalah papah atau mungkin mamahnya.
Sedang dokter axel, pria itu tersenyum geli melihat reaksi angel saat melihatnya. Angel berkali kali mengucek kedua matanya kemudian menatapnya lagi. Wanita itu seolah sedang meyakini bahwa yang berada di depanya hanyalah sebuah ilusi yang akan hilang jika angel mengucek matanya.
“Mommy buat kamu nangis yah?” Tanya dokter axel pelan.
Angel mengerjapkan beberapa kali kedua matanya. Bayangan dokter axel di depanya bisa berbicara bahkan bertanya padanya.
“Nggak nggak. Aku nggak boleh terlalu banyak mengkhayyal. Dia tidak mungkin disini..” Gumam angel kemudian meraih daun pintunya kembali hendak menutupnya.
Dokter axel yang melihat itu langsung menahan pintu kamar angel. Dokter axel sadar apa yang di lakukanya dengan menganggap angel tidak ada adalah salah. Dan pria tampan itu tidak ingin lagi mengulangi kesalahanya yang akan kembali menyiksa dirinya sendiri nantinya.
“Angel ini saya.. Jangan tutup pintunya.”
Angel langsung melepaskan kembali daun pintu kamarnya. Wanita itu menatap dokter axel tidak percaya. Kemarin dokter itu bersikap begitu dingin padanya. Tapi sekarang tiba tiba dokter axel hadir di depanya dan melarangnya menutup kembali pintu kamarnya. Dokter axel bahkan juga menanyakan tentang wanita bernama caterine yang membuatnya menangis.
“Dokter ngapain kesini.. Bukanya dokter membenci aku?”
Dokter axel tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
“Ada yang mau saya bicarakan sama kamu. Bisa ikut saya sebentar?”
Angel terdiam. Mommy dokter axel mengatakan akan memaafkanya jika dirinya mau berhenti mengingat sosok tampan dokter axel. Dan maaf dari wanita itu sangat penting bagi angel.
“Aku nggak mau.” Jawab angel pelan.
Senyum di bibir dokter axel langsung pudar mendengarnya. Pria itu tau mommy nya pasti mengatakan sesuatu yang menyakiti hati angel sampai angel menangis.
“Saya sudah minta izin sama mamah dan papah kamu dan mereka sudah mengizinkan. Ayoo..”
Angel menatap dokter axel. Wanita itu kemudian melengos. Rasa bimbang kini merayapi hatinya. Angel ingin mengiyakan ajakan dokter axel tapi angel takut hidupnya akan selalu di benci dan di anggap jahat oleh wanita bernama caterine itu.
“Tante caterine bilang akan memaafkan aku asal kita tidak lagi berhubungan dokter.”
__ADS_1