Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 211


__ADS_3

“Pak tolong lebih cepat lagi.. Saya takut keluarga saya kenapa napa..” Tangis sarah tidak sabaran duduk di kursi belakang.


Leo yang mengemudikan mobilnya hanya diam saja namun tetap menuruti kemauan sarah dengan semakin mempercepat laju mobilnya. Pria itu benar benar merasa tidak tega melihat sarah terus menangis terisak. Leo mengerti dan faham sarah sedang mengkhawatirkan keadaan anak juga kedua orang tuanya.


“Pak leo, hati hati..” Titah dokter axel pada leo.


“Ya..” Saut leo mengerti.


Sepanjang perjalanan menuju kediaman orang tua sarah dokter axel dan leo terus diam. Mereka berdua juga sebenarnya sangat mengkhawatirkan tomy yang pergi sendirian untuk menangani lorenzo. Meskipun memang reyhan dan kedua detektif itu ikut serta namun tetap saja mereka berdua merasa tidak tenang.


Mobil leo sampai di depan kediaman keluarga sarah. Sarah dengan cepat keluar di ikuti leo dan dokter axel. Ketika sampai di ambang pintu sarah menggelengkan kepalanya. Kondisi rumahnya sangat berantakan. Banyak pecahan kaca juga vas bunga. Photo photo yang terpajang rapi juga sudah tidak lagi di tempatnya.


“Ya tuhan.. Apa yang terjadi..” Gumamnya dengan suara bergetar.


Sedang dokter axel dan leo, mereka berdua memarahi reyhan, rolan, juga rio yang malah diam di luar dengan alasan berjaga jaga yang menurut keduanya perbuatan reyhan dan kedua detektif itu sangat bodoh.


“Dimana otak kalian hah?! Untuk apa diam disini sedangkan pak tomy di dalam menghadapi lorenzo sendirian?!” Bentak leo penuh amarah.


Dokter axel menghela nafas kesal. Pria itu lebih memilih menghampiri sarah yang terdiam di ambang pintu. Pria itu juga berniat membantu tomy yang mungkin sedang bertarung melawan lorenzo sendirian.


Menyadari ada dokter axel di sampingnya sarah langsung menoleh dan menatap langsung pistol yang ada di saku celana dokter axel. Tanpa berkata apapun sarah langsung mengambilnya kemudian berlari masuk ke dalam untuk mencari kedua orang tua juga anaknya.


Dokter axel yang menyadari hal itu langsung berlari menyusul sarah. Pria itu takut sarah berbuat sesuatu yang nekat.


“Sudah cukup semuanya tomy.. Selamat tinggal..”


Sarah menggeleng ketika mendapati lorenzo yang duduk di lantai dengan jarak sekitar 2 meter dari tempat tomy berdiri. Lorenzo tersenyum licik dengan hidung berdarah dan mengarahkan pistol pada tomy yang hanya diam di tempatnya. Tidak mau ada korban atas kejahatan suaminya sarahpun berlahan mengangkat pistol yang ada di tanganya. Dengan tubuh dan tangan bergetar sarah mengarahkan pistol itu ke punggung lorenzo. Sarah tidak perduli apa yang di lakukanya salah atau benar. Sarah sudah muak dengan sikap suaminya yang selalu bertindak seenaknya demi egonya sendiri.


“Elo.. Maafkan mamah..” Lirihnya.


DORRR !!

__ADS_1


Tembakan sarah tepat sasaran dan mengenai pada punggung lorenzo. Detik itu juga tubuh sarah meluruh ke lantai. Sarah tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai elo kehilangan sosok papah yang sangat di dambanya.


“Ya tuhan...” Lirih tomy terkejut melihat lorenzo yang tersenyum sesaat dan langsung tergeletak tidak sadarkan diri. Pistol yang di pegangnya pun terjatuh dan tergeletak di samping kakinya.


Tomy menoleh dan menemukan sarah yang sudah terduduk menangis di lantai dengan pistol yang masih di tanganya. Tomy tidak menyangka sarah sampai nekat menembak lorenzo. Padahal tomy sempat mencurigai sarah bersekongkol dengan lorenzo. Tapi nyatanya kini sarah yang menembak lorenzo dan secara tidak langsung melindungi tomy dari lorenzo.


“Ya tuhan...”


Tidak berbeda dengan tomy, dokter axelpun terkejut melihat apa yang di lakukan sarah. Sarah berani mengambil tindakan yang bisa membahayakan nyawa suaminya sendiri.


”Maafkan mamah elo.. Maaf.. hiks hiks hiks..” Tangis sarah dengan tubuh bergetar hebat.


Saat itu juga leo, reyhan, rolan, dan rio masuk. Mereka sama terkejutnya melihat kejadian itu. Namun di samping itu reyhan juga merasa lega karna tidak terjadi sesuatu yang buruk pada bosnya.


Sedangkan leo, pria berambut coklat itu semakin merasa tidak tega melihat sarah. Dengan pelan pria itu mendekat pada sarah dan membantu wanita itu berdiri. Sarah sempat menolak namun leo tetap menuntunya dengan lembut. Leo tau sarah melakukan itu karna terpaksa. Dan kini sarah merasa bersalah pada anaknya bukan pada lorenzo.


“Ya tuhan.. Elo.. Maafkan mamah.. Huhuhu..”


Semua yang ada disitu hanya bisa diam. Mereka semua masih tidak menyangka dengan apa yang di lakukan sarah. Dan kini di ruangan itu hanya terdengar tangis penyesalan sarah yang cukup menyayat hati bagi semua yang berada di ruangan itu.


Tomy menelan ludahnya dan memejamkan kedua matanya. Hampir saja dirinya terkena tembakan dari lorenzo. Tapi sepertinya tuhan sangat menyayanginya sehingga muncul sarah yang langsung menembak lorenzo lebih dulu.


“Kalian bertiga, segera bawa pak lorenzo ke rumah sakit.” Kata dokter axel pada reyhan, rio, juga rolan.


“Baik pak.” Angguk reyhan menjawab.


Ketiganya langsung melangkah menghampiri tubuh lorenzo yang tergeletak tidak berdaya di lantai. Mereka membopong tubuh lorenzo dan membawanya keluar dari rumah orang tua sarah untuk segera di larikan ke rumah sakit.


Tomy menatap sarah yang tampak tidak bisa untuk berdiri sendiri. Wanita itu sudah menyelamatkanya. Dengan pelan tomy menghampiri sarah. Tomy merangkul kedua bahu sarah mengambil alih dari leo yang sedari tadi menopang sarah agar tidak meluruh kembali ke lantai.


”Terimakasih sarah...” Lirih tomy.

__ADS_1


Sarah menggelengkan kepalanya. Wanita itu mendorong pelan dada tomy dengan terus menangis.


Leo yang melihat tubuh sarah akan oleng dengan sigap segera menopangnya kembali dengan memegang bahu sarah.


”Elo.. Anakku.. Dimana dia? Dimana elo tomy?” Tanya sarah dengan suara bergetar.


Tomy menghela nafas. Bayangan tubuh elo yang melayang di udara kembali menguasai penglihatanya. Jika sarah melihat perlakuan kasar lorenzo pada anaknya hatinya pasti akan sangat hancur.


“Elo ada di tempat yang aman..” Jawab tomy.


Dokter axel yang sedari tadi diam saja terkejut melihat baju tomy yang basah di bagian perutnya. Dokter axel menyipitkan kedua matanya dan saat itu juga dokter axel menyadari bahwa tomy terluka di bagian perutnya.


“Pak tomy anda terluka..” Kata dokter axel khawatir.


Tomy menundukan kepalanya. Pantas saja ada rasa perih setiap dirinya bergerak. Di sentuhnya pelan bagian perutnya yang terluka. Tomy tersenyum menatap tanganya yang terkena darah yang keluar dari perutnya. Lukanya tidak seberapa di banding dengan lorenzo yang sampai tidak sadarkan diri karna tembakan dari sarah yang mengenai punggungnya.


“Saya tidak papa dokter..” Senyum tomy.


Tomy menghela nafas kemudian melangkahkan kakinya menuju sofa tempat elo bersembunyi. Pria itu tersenyum ketika mendapati elo yang meringkuk dengan menutup kedua mata dan telinganya. Anak kecil itu benar benar mematuhi apa yang tomy katakan.


Tomy berjongkok dan menyentuh lembut tangan elo menurunkan dari kedua telinganya.


“Kamu sudah boleh keluar elo.” Kata tomy lembut.


Elo membuka kedua matanya berlahan. Anak kecil itu menatap tomy polos.


“Tomy boleh keluar om?” Tanyanya memastikan.


Tomy menganggukan kepalanya kemudian mengulurkan tanganya yang langsung di sambut oleh elo cepat.


Tomy menuntun elo untuk menghampiri sarah yang terus menangis. Tomy tau sarah merasa bersalah pada elo. Sarah juga khawatir pada lorenzo karna takut elo tumbuh besar tanpa sosok papah di sampingnya. Karna bagaimanapun buruknya lorenzo, pria itu tetaplah papah kandung elo.

__ADS_1


“Mamah...!!”


__ADS_2