
“Dokter, dia siapa?” Tanya angel pada dokter axel yang baru memberikan dan membantunya meminum segelas air putih.
Dokter axel menghela nafas. Pria itu melirik leo yang mengikutinya naik ke lantai 2 begitu mendengar pekikan angel.
“Dia...”
“Kamu nggak ingat siapa aku?” Tanya leo pada angel yang menatapnya bingung.
Dengan polos angel menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan leo. Wanita itu menatap leo dari atas sampai bawah benar benar tidak mengenali sosok tampan yang berdiri di belakang dokter axel.
Dokter axel menghela nafas. Dengan cepat dokter tampan itu bangkit dari duduknya dan menarik paksa leo keluar dari kamar angel.
“Apa apaan ini !! Kenapa anda mengikat angel seperti binatang?!” Kesal leo langsung menghempaskan tangan dokter axel yang menariknya keluar dari kamar angel.
Bug
Satu pukulan keras dari dokter axel mendarat di pipi kanan leo hingga tubuh pria tampan itu tersungkur ke lantai.
“Anda yang membuatnya seperti itu !! Anda yang membuat angel semakin gila lewat dokter brengsek itu !!” Bentak dokter axel menatap leo tajam.
Leo menyipitkan kedua matanya menatap tidak mengerti pada dokter axel. Leo tidak pernah menyuruh apapun pada dokter malik selain untuk menyembuhkan dan menjaga angel.
“Anda yang brengsek. Anda tidak punya pri kemanusiaan !!”
“Cukup.” Tegas leo menyela kemudian bangkit dan berdiri mendekat pada dokter axel.
“Anda tidak ada hak menuduh saya macam macam. Dan anda juga tidak punya hak apa apa atas angel.” Tekan leo tajam.
Dokter axel tertawa mendengarnya.
“Lalu anda sendiri? Anda siapanya angel?” Tanya dokter axel sinis.
Leo terdiam. Leo melupakan siapa dirinya. Leo bahkan juga melupakan dirinya yang hanya mantan suami angel.
“Anda juga bukan siapa siapa angel. Anda hanya mantan suaminya.” Lanjut dokter axel.
PRANGG !!
__ADS_1
Suara benda jatuh dari kamar angel membuat dokter axel dan leo menoleh. Mereka berdua saling menatap sesaat sebelum akhirnya berlari tunggang langgang masuk ke dalam kamar angel kembali.
“Angel !!” Pekik keduanya bersamaan.
Angel yang memang sengaja menyenggol gelas kosong yang ada di samping tubuhnya meringis.
“Maaf. Tapi tolong jangan bertengkar.” Katanya.
Dokter axel dan leo menghela nafas kompak. Mereka berdua kemudian mendekat pada angel. Leo yang berniat memunguti pecahan gelas di samping ranjang langsung di senggol kasar oleh dokter axel agar menyingkir.
“Biar saya saja.” Katanya.
Leo berdecak pelan. Pria berambut kecoklatan itu kemudian kembali mengarahkan pandanganya pada angel yang malah tersenyum menatap dokter axel yang sedang memunguti pecahan gelas yang di senggolnya.
“Maaf ya dokter... Aku sengaja tadi.” Katanya.
Leo menggelengkan pelan kepalanya tidak percaya jika angel sama sekali tidak mengenalnya juga dokter axel. Rasanya sangat aneh.
“Anda lihat sendiri bukan? Ini adalah ulah dokter kepercayaan anda.” Kesal dokter axel berdiri sambil membawa pecahan gelas di tanganya.
Leo yang masih tidak mengerti juga tidak terima dengan tuduhan dokter axel mengikuti langkah dokter axel keluar dari kamar angel dan meninggalkan angel yang terikat di atas ranjang sendirian.
Dokter axel tidak menghiraukan panggilan leo. Pria itu tetap melangkah cepat menuju lantai bawah enggan meladeni leo.
“Saya benar benar tidak mengerti. Dan saya juga tidak terima dengan tuduhan anda. Lalu angel, kenapa dia bisa tidak mengingat saya?” Tanya leo yang terus saja mengikuti langkah dokter axel.
“Anda bisa tanyakan itu pada diri anda sendiri.” Jawab dokter axel cuek.
Leo berdecak kesal. Pria itu berhenti mengikuti langkah dokter axel kemudian melipat kedua tanganya di depan dada. Dokter malik yang melapor padanya tentang angel yang di bawa pulang oleh dokter axel. Dokter malik bahkan mengadukan tentang perlakuan kasar dokter axel pada angel. Sedangkan pada kenyataanya angel justru terlihat sudah tidak lagi gila. Angel juga baik baik saja. Meskipun angel tidak mengingat siapa dirinya.
“Ada apa sebenarnya..” Gumam leo tampak berpikir.
Leo kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga. Namun tujuanya bukan untuk mengikuti dokter axel melainkan untuk keluar dari rumah dokter axel dan pulang menuju ke kediamanya sendiri.
Ketika hendak memasuki mobilnya leo mengurungkan niatnya. Pria itu menoleh dan mendapati mobil reyhan yang terparkir tidak jauh dari mobilnya. Leo menyipitkan kedua matanya kemudian tersenyum.
“Ya tuhan... Pak tomy. Anda sedang menyelidiki saya ternyata.” Tawa leo merasa lucu.
__ADS_1
Leo menggelengkan kepalanya kemudian memasuki mobilnya. Pria itu akan berakting pura pura tidak tau jika reyhan sedang menyelidikinya. Leo tidak marah meskipun tau karna leo merasa bukan orang jahat. Leo juga tidak menyembunyikan apapun dari tomy. Niatnya memberikan hadiah pada tomy benar benar tulus. Tanpa ada niat tersembunyi apapun.
Dalam perjalanan leo menelephone orang suruhanya untuk menyelidiki dokter malik. Leo harus tau dan membuktikan sendiri apa yang di katakan oleh dokter axel.
“Bagaimana rey?”
Reyhan menatap tomy dan jeny yang duduk di sofa di depanya. Tumben sekali tomy mengajak serta jeny untuk menanyakan hasil pekerjaanya. Padahal biasanya tomy selalu mencari waktu supaya hanya mereka berdua yang tau.
“Eem.. Pak dari penyelidikan saya tentang pak leo, tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Pak leo bahkan tadi mengunjungi bu angel ke rumah dokter axel.” Jawab reyhan.
Tomy menganggukan kepalanya. Pria itu berharap leo memang benar benar tidak bermaksud buruk padanya dan jeny.
“Lalu dokter malik?”
“Sejauh ini saya belum menemukan apapun. Tapi ada satu orang yang sepertinya juga sedang menyelidiki dokter malik. Dan dokter malik juga mengadukan sesuatu yang tidak benar tentang dokter axel pada pak leo.” Jawab reyhan lagi.
“Sesuatu yang tidak benar. Maksud kamu mengadu domba?” Tanya jeny yang sedari tadi diam saja duduk di samping tomy.
“Ya bu..” Angguk reyhan tersenyum tipis menjawabnya.
“Apa itu artinya dokter malik sedang berusaha membuat dokter axel dan pak leo berselisih faham?” Tanya jeny lagi mulai menduga duga.
“Sepertinya begitu bu..” Jawab reyhan lagi.
Tomy yang mendengar 2 pertanyaan yang di lontarkan jeny pada reyhan tersenyum geli. Jeny memiliki pemikiran yang cerdas. Dugaanya bahkan bisa sama persis seperti dugaan tomy saat ini.
“Oke rey.. Kamu lanjutkan selidiki dokter malik. Untuk pak leo cukup sampai disini saja.” Kata tomy.
“Baik pak. Kalau begitu saya permisi.” Angguk reyhan kemudian bangkit dari duduknya di sofa dan keluar dari rumah mewah tomy.
Jeny menelan ludahnya. Wanita cantik itu tidak tau apa yang sedang di selidiki suaminya saat ini. Tomy menyuruhnya berhati hati karna pelaku yang ingin mencalakainya belum tertangkap. Namun pria itu justru menyelidiki dokter malik yang menurut jeny tidak ada hubunganya dengan kecelakaan itu.
“Kenapa sayang?” Tanya tomy menoleh pada jeny yang terus menatapnya.
“Kenapa kamu menyelidiki dokter malik? Kenapa tidak mencari pelaku utama selain mbak angel?” Tanya balik jeny menatap tomy bingung.
Tomy tertawa mendengarnya. Mungkin jeny memang merasa bingung dengan tindakanya. Di raihnya tubuh sintal jeny kemudian tomy mengangkat dan mendudukan wanita itu di pangkuanya.
__ADS_1
“Karna dokter malik satu satunya orang yang sangat mencurigakan. Dan aku rasa dokter malik juga ada hubunganya dengan pelaku utama di balik kecelakaan itu. Tentunya selain angel.” Jawab tomy menatap lembut jeny yang duduk di pangkuanya.