
“Mana kakak?” Tanya seorang wanita berambut lurus hitam pekat menatap reyhan angkuh yang tidak lain adalah susan.
Reyhan tersenyum tipis. Pria itu tidak menyangka jika adik kandung dari bos besarnya itu masih berani datang setelah di penjarakan.
“Pak tomy tidak ada waktu untuk menjemput mbak.” Jawab reyhan apa adanya.
Reyhan tidak bermaksud membuat susan marah. Tapi tomy mengatakan reyhan boleh beralasan apa saja jika susan bertanya. Dan reyhan memilih untuk berkata yang sejujurnya dari pada harus berbohong pada adik kandung bosnya itu.
“Jaga bicara kamu reyhan. Kamu itu hanya asisten kakak. Aku bisa saja menyuruh kakak untuk memecat kamu.”
Reyhan ingin sekali tertawa mendengarnya. Reyhan tau susan memang adik kandung tomy karna tomy pernah menceritakan tentang susan padanya. Dan susan, wanita itu begitu sangat angkuh dan arogan. Susan juga selalu berbuat seenaknya dengan menggunakan nama besar tomy sebagai tamengnya.
“Maaf mbak tapi ancaman itu tidak mempan untuk saya.” Kata reyhan kemudian melangkah meninggalkan susan.
Rahang susan mengeras mendengarnya. Susan memang tidak pernah bisa membuat reyhan takut padanya. Dan semua itu karna kepercayaan tomy yang begitu besar pada asiaten pribadinya itu.
“Liat aja. Aku bakalan bikin kakak benci sama kamu. Bahkan memecat kamu bila perlu.” Gumam susan menatap tajam punggung reyhan yang menjauh meninggalkanya.
Susan menghela nafas. Wanita itu kemudian menyusul langkah reyhan yang memang sedang di utus untuk menjemputnya.
Tok tok tok
Susan baru saja duduk di dalam mobil ketika reyhan mengetuk kaca mobilnya. Pria tampan itu menatap koper susan yang masih terletak di samping mobilnya.
“Kenapa lagi?” Tanya susan menurunkan kaca mobil reyhan dengan wajah sebal.
Reyhan tersenyum tipis.
“Mbak maaf kopernya belum mbak masukin ke dalam bagasi.”
“Apa maksud kamu?” Tanya susan dengan tatapan menyipit tidak suka menatap reyhan yang tersenyum tipis padanya.
“Silahkan mbak masukan dulu koper mbak kalau tidak mau kopernya saya tinggal.”
Reyhan langsung masuk ke dalam mobilnya tepatnya di kursi kemudi. Pria itu tidak perduli meskipun nantinya susan mengadu pada tomy. Toh tomy juga tidak pernah menyukai wanita arogan itu.
__ADS_1
“Saya tidak mau. Itu tugas kamu sebagai asisten kakak.” Tolak susan melipat kedua tanganya di depan dada.
“Itu terserah mbak.”
Reyhan mulai menghidupkan mesin mobilnya membuat kedua mata susan membulat sempurna. Wanita itu tidak menyangka jika reyhan bertambah berani padanya.
“Reyhan jangan membuat aku marah. Aku akan suruh kakak pecat kamu nanti.” Ancam susan marah.
Reyhan hanya mengedikan kedua bahunya tidak perduli. Reyhan tau tomy tidak mungkin mengikuti kemauan adiknya itu. Karna tomy juga tau bagaimana arogan dan sombongnya wanita berambut lurus itu.
Pelan pelan reyhan mulai melajukan mobilnya meninggalkan koper susan. Dan apa yang di lakukan reyhan berhasil membuat susan menyerah. Wanita itu akhirnya turun dari mobil dan memasukan koper miliknya ke dalam bagasi mobil.
Reyhan yang melihatnya tertawa. Jika wanita itu bukan susan reyhan mungkin tidak akan melakukan hal kejam seperti itu.
Dalam perjalanan menuju apartemen yang sebelumnya sudah di siapkan oleh tomy, susan terus diam dengan rasa dendamnya yang berhasil memanaskan ubun ubunya. Reyhan selalu membuatnya muak dan juga selalu menghalanginya bertemu dengan tomy.
Ketika mobil reyhan sampai pada tujuanya susan mengeryit.
“Kenapa kesini?” Tanyanya pasa reyhan.
“Reyhan aku tidak mau kesini. Antar aku ke rumah kakak !” Pekik susan menurunkan kaca mobilnya.
Sekali lagi reyhan menghela nafas. Bodoh jika tomy mengizinkan susan tinggal di rumahnya. Wanita itu sangat sombong yang mungkin juga sangat berbahaya untuk jeny dan putranya.
“Bagaimana kalau ke rumah tuan cakra saja?” Tanya reyhan menoleh dan menatap susan santai.
Sementara di dalam kediaman mewahnya jeny tampak sedang duduk santai di ruang tengah dengan menyusui putranya. Wanita cantik itu merasa sangat lega karna akhirnya tomy tidak membawa susan ke rumahnya. Tomy bahkan tidak menjemput adiknya dan lebih memilih menyuruh reyhan padahal dirinya sedang tidak sibuk.
“Jeny...”
Jeny menoleh ketika mendengar suara angel yang memanggil namanya. Wanita itu mengeryit bingung mendapati angel yang sudah berdiri di ambang pintu ruang tengahnya. Padahal biasanya jika siapapun datang bibi atau sisi pasti akan memberitahunya terlebih dulu.
“Mbak angel..” Lirih jeny.
Angel tersenyum menatap pemandangan indah di depanya. Seorang ibu yang sedang menyusui anaknya adalah sesuatu yang sering berada di angan angan angel.
__ADS_1
“Boleh aku masuk jeny?”
Pertanyaan angel tidak langsung di jawab oleh jeny. Wanita itu masih merasa bingung dengan kehadiran angel yang begitu tiba tiba. Dan ekspresi wajah angel membuat jeny langsung bisa membaca bahwa wanita itu sedang tidak baik baik saja saat ini.
“Ada yang membuat aku merasa rindu hari ini..” Kata angel kemudian.
Jeny menghela nafas. Jeny sebenarnya sedang tidak ingin ikut campur urusan orang lain mengingat dirinya juga sedang di landa masalah baru. Yaitu susan. Adik kandung suaminya sendiri.
“Masuk saja mbak..” Senyum jeny tipis.
Angel mengangguk. Wanita itu kemudian melangkah pelan mendekat pada jeny dan mendudukan dirinya tepat di samping jeny di atas sofa yang sama.
“Dia tidur?” Tanya angel tersenyum menatap faraz yang terlelap di gendongan jeny.
“Ya mbak..” Angguk jeny di sertai senyuman tipis di bibirnya menjawab pertanyaan angel.
Angel ikut tersenyum menatap wajah damai faraz. Angel selalu bertanya tanya jika melihat jeny menggendong faraz. Apakah dulu dirinya juga melakukan hal demikian pada fani?
“Ada apa mbak?”
Angel memejamkan sejenak kedua matanya sebelum membukanya kembali. Angel hanya ingin melihat bayi tampan itu, bukan berniat mencurahkan isi hatinya.
“Tidak ada. Aku hanya ingin menatap faraz.” Jawab angel jujur.
Jeny tampak berpikir. Jeny tau angel sedang sangat di landa rasa galau karna keniatan dokter axel untuk pergi. Dan jeny tau siapapun pasti akan sangat sedih jika berada di posisi angel.
“Mbak tentang dokter axel.. Aku pikir kalian berdua harus sama sama jujur.”
Angel beralih menatap jeny kemudian tertawa pelan. Bagaimana mungkin dirinya bisa jujur sedang dokter axel saja enggan untuk sekedar menatapnya. Angel sadar terlalu banyak dosanya pada dokter axel dimasa lalu.
“Aku sudah berusaha untuk mengikhlaskan semuanya jeny. Mungkin memang ini hukuman dari tuhan untuk aku..” Lirih angel.
“Mbak tapi..”
“Terimakasih perhatian kamu jeny.. Tapi aku yakin aku bisa menghadapi semua ini. Aku bisa meski tanpa dia di samping aku..” Sela angel tersenyum manis pada jeny.
__ADS_1
Jeny terdiam. Jeny tidak bisa memaksa. Keputusan angel adalah yang paling terbaik untuk angel sendiri. Toh jika memang tuhan berkehendak suatu saat pasti mereka berdua akan kembali bertemu tentu dengan cara tuhan yang lebih indah.