Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 247


__ADS_3

“Sebenarnya saya kesini juga mau sekalian pamit pada kalian berdua..”


Tomy dan jeny yang duduk berjejer tampak mengeryit bingung. Mereka saling menatap sesaat kemudian kembali menatap pada dokter axel yang terus tersenyum ke arahnya.


Sedangkan angel dan kedua orang tuanya hanya diam saja. Mereka cukup paham dengan apa yang di katakan dokter axel. Dokter axel hanya berniat pamit pada tomy dan jeny bukan pada mereka bertiga.


Angel memejamkan kedua matanya. Wanita itu sudah bertekad untuk mengikhlaskan segalanya dan menjalani apa yang sudah ada saat ini. Bukan menyerah tapi hanya pasrah. Angel tau tuhan tidak akan menghukumnya melebihi batas kemampuan dapat bertahanya.


“Pamit kemana dokter?” Tanya tomy penasaran.


Dokter axel terdiam sesaat. Di liriknya angel dan kedua orang tuanya yang hanya diam saja dan asik memandangi wajah tampan faraz. Dokter axel berdecak pelan. Entah kenapa dokter tampan itu merasa kesal karna sepertinya angel tidak perduli meskipun mendengar dirinya akan pergi.


“Saya mau pulang ke amerika dengan mommy saya.” Jawab dokter axel pelan.


“Apa?” Kejut jeny.


Sekali lagi dokter axel melirik angel. Dan wanita itu tetap asik dengan mamahnya yang menggendong faraz. Dokter axel benar benar merasa kesal sekarang. Angel benar benar tidak perduli meskipun dirinya akan pergi jauh.


“Tapi dokter bagaimana dengan pekerjaan dokter disini?” Tanya jeny merasa berat melepas dokter axel jauh darinya dan tomy.


Dokter axel tertawa. Niatnya pergi adalah untuk menjauh dan melupakan angel.


“Masalah pekerjaan kebetulan saya sudah resign semenjak anak saya meninggal jeny..” Jawab dokter axel.


Angel menggigit bibir bawahnya mendengar itu. Dokter axel pernah mengatakan ada pekerjaan di rumah sakit saat masih tinggal bersamanya tepatnya saat akan mengantar angel pulang kerumah kedua orang tuanya. Tapi sekarang pria itu mengatakan sudah berhenti bekerja. Itu artinya dokter axel membohonginya waktu itu.


Angel menelan ludahnya. Wanita itu sadar dirinya tidak berhak marah meskipun dokter axel berbohong padanya. Toh selama dirinya sakit juga dokter axel yang mengurusnya dan membantunya sembuh dari kegilaan itu.


Sedangkan jeny dan tomy hanya bisa menganggukan kepalanya mengerti. Mereka berdua sebenarnya merasa tidak rela jika harus kehilangan teman sebaik dokter axel. Tapi mencegahpun tidak akan bisa. Mereka tidak mau menghalangi apa yang menjadi keputusan dokter axel.

__ADS_1


“Baiklah dokter.. Kapan dokter axel berangkat ke amerika?” Tanya tomy.


“Besok lusa pak tomy.”


“Saya akan usahakan mengantar dokter sampai bandara.” Senyum tomy.


“Terimakasih pak tomy..” Angguk dokter axel.


“Tidak perlu sungkan dokter. Saya yang harusnya berterimakasih. Anda sudah banyak membantu saya selama ini. Jasa anda tidak akan pernah saya lupakan. Berkat anda juga kita semua aman.”


Angel ingin sekali menangis. Hatinya benar benar sakit mendengar dokter axel akan pergi jauh darinya. Angel memang sudah berusaha untuk ikhlas dan pasrah. Tapi rasa sakit itu tetap terasa. Hatinya seperti di iris iris dengan pisau tumpul.


Tes


Angel tidak bisa menahan air matanya yang akhirnya jatuh menetes membasahi pipi tirusnya. Wanita itu langsung bangkit dari duduknya dengan kepala tertunduk.


“Angel, kamu mau kemana?”


“Eemm.. Angel mau ke kamar mandi sebentar pah..” Jawabnya kemudian langsung berlalu karna sudah tidak tahan lagi ingin melampiaskan kesedihanya dengan menangis.


Jeny yang menatap punggung angel hanya bisa menghela nafas. Jeny tau angel pasti sangat sedih mendengar dokter axel akan pergi. Meskipun angel memang tidak pernah terbuka dengan perasaanya pada jeny tapi jeny adalah seorang wanita sama seperti angel. Jeny paham dan mengerti dengan perasaan angel saat ini.


Berbeda dengan dokter axel yang hanya diam di tempatnya. Keputusanya untuk pergi sudah bulat. Lagipun mommy nya tinggal seorang diri di amerika. Dokter axel ingin bisa selalu ada dan menjaga wanita yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya itu.


Di kamar mandi tubuh angel meluruh ke lantai. Wanita itu menangis tidak tahan menahan rasa sakit di hatinya.


“Kenapa? Kenapa sesakit ini tuhan.. Aku ikhlas.. Aku pasrah.. Tapi kenapa masih terasa sangat sakit.. Hiks hiks hiks..”


Angel terisak pilu di dalam kesendirianya. Dokter axel benar benar membencinya dan berniat pergi menjauh darinya. Sedang angel, wanita itu tidak bisa menahan rasanya meskipun terus bertekad untuk ikhlas dan merelakan semuanya.

__ADS_1


“Kenapa harus pergi.. hiks hiks hiks..”


Selesai menumpahkan semua kesakitanya angel segera mencuci wajahnya kemudian memoles kembali dengan make up agar tidak ada yang tau bahwa angel habis menangis. Angel sadar tidak semua orang menyukainya. Maka dari itu angel mencoba menyembunyikan semuanya sendiri agar tidak ada yang mengasihaninya apa lagi sampai menertawakanya.


Ketika angel kembali ke ruang tengah, kedua orang tuanya langsung mengajak angel untuk pulang. Kebetulan hari juga sudah mulai sore.


“Pak tomy, dokter jeny kita pulang dulu.. Sekali lagi selamat atas kelahiran anak pertamanya. Semoga kelak faraz bisa menjadi orang sukses seperti pak tomy..” Senyum papah angel sambil mengulurkan tanganya pada tomy.


Tomy menyambut dengan hangat dan mencium punggung tangan pria tua renta itu. Tomy sadar meskipun dirinya memang kaya dan sukses namun sikap menghormatinya terhadap orang yang jauh lebih tua darinya tidak boleh hilang.


“Terimakasih kek.. Kakek sehat sehat yah.. Jangan sungkan untuk main main kesini sama faraz..” Senyum tomy.


Papah angel terdiam sejenak. Pria tua itu sesaat tidak percaya karna pria sukses seperti tomy mau mencium punggung tanganya layaknya bersikap pada orang tuanya sendiri.


“Pasti pak tomy.. Kalau begitu kami permisi.” Katanya kemudian.


Jeny juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan suaminya. Begitu juga dengan dokter axel yang menyalimi kedua orang tua angel. Namun ketika angel mendekat padanya dokter axel hanya diam.


“Dokter.. Hati hati yah..” Senyum angel berkata sangat pelan.


Dokter axel melengos mendengarnya. Bukan kata itu yang ingin dokter axel dengar dari mulut angel. Tapi di cegah pun juga dokter axel tidak ingin. Entah apa yang di inginkan hatinya saat ini.


Angel menghela nafas melihat dokter axel membuang muka. Wanita itu kemudian menghampiri jeny dan memeluknya sekilas. Angel juga tidak lupa mengucapkan selamat dan mendo'akan sesuatu yang baik untuk putra bagaskara itu.


“Ayo angel..”


Angel menganggukan kepalanya. Wanita cantik berdress pink itu kemudian berlalu meninggalkan tomy, jeny, dan dokter axel mengikuti kedua orang tuanya untuk pulang.


Tidak lama setelah angel dan kedua orang tuanya pulang dokter axel pun ikut pamit untuk pulang. Pria berkemeja coklat muda itu berlalu dengan langkah lebar keluar dari kediaman mewah tomy dan jeny.

__ADS_1


“Aku pikir dokter axel dan mbak angel masih saling mencintai by..” Kata jeny setelah hanya tinggal mereka berdua di dalam ruang tengah.


“Ya. Aku rasa juga begitu.”


__ADS_2