
Tomy turun dari mobil leo setelah mobil leo sampai tepat di depan rumahnya. Tomy tersenyum menatap rumah mewahnya. Tomy merasa sangat senang karna berhasil memenuhi janjinya pada jeny. Tomy kembali sebelum hari gelap.
“Pak tomy luka anda harus segera di obati.” Kata dokter axel menoleh dan mengingatkan tomy yang duduk di kursi belakang.
Tomy tersenyum dan menatap dokter axel yang tampak sangat mengkhawatirkanya.
“Nanti saja dokter.” Jawab tomy.
Tomy meringis ketika bergerak hendak membuka pintu mobil. Dokter axel yang melihatnya segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk tomy. Sebenarnya dokter axel dan leo sudah membujuk tomy untuk lebih dulu ke rumah sakit guna mengobati luka sayatan pisau lorenzo di perutnya. Tapi tomy menolak karna tidak ingin mengingkari janjinya pada jeny untuk pulang sebelum hari gelap.
“Pak tomy anda harus segera di obati. Luka anda tidak bisa di biarkan terlalu lama seperti ini..”
Tomy tersenyum mendengarnya. Pria itu dengan pelan turun dari mobil dan tidak lupa mengucapkan kata terimakasih pada dokter axel yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.
“Pak tomy.. Anda pucat sekali. Anda mengeluarkan banyak darah..” Kata dokter axel lagi dengan sangat khawatir.
Tomy terus tersenyum. Tomy tau dokter axel sedang mengkhawatirkanya. Tapi bagi tomy janjinya pada jeny sangat penting dan harus di tepati apapun dan bagaimanapun keadaanya saat ini.
“Dokter. Terimakasih untuk bantuanya. Saya senang karna berkat kalian juga saya bisa menepati janji saya pada jeny.”
Dokter axel menggelengkan kepalanya. Ucapan terimakasih tomy tidak penting baginya. Yang terpenting sekarang adalah luka tomy harus segera di tangani.
“Untuk luka ini biar nanti istri saya yang mengobatinya.” Lanjut tomy tersenyum.
“Pak tomy mohon jangan keras kepala. Luka anda sudah banyak mengeluarkan darah.”
Kali ini leo ikut bersuara. Pria berambut coklat yang baru saja turun dari mobilnya itu langsung mendekat pada tomy dan dokter axel.
Tomy tertawa pelan. Dulu dirinya sempat tidak suka dengan dokter axel begitu juga dengan leo. Tapi sekarang kedua pria itu menjadi timnya dalam menangani lorenzo. Keduanya bahkan mau menemaninya menghadapi lorenzo tanpa mengharap apapun darinya.
“Sekali lagi terimakasih. Mari masuk..” Senyum tomy kemudian melangkah lebih dulu dari leo dan dokter axel menuju pintu utama rumahnya.
Leo dan dokter axel saling menatap kemudian menghela nafas pasrah. Mereka berdua tau tomy hanya sedang berusaha menepati janjinya pada jeny. Dan apa yang di lakukan tomy berhasil membuat kedua pria itu takjub.
__ADS_1
“Aku pulang..”
Jeny dan angel yang saat itu sedang duduk di ruang tengah langsung saling menatap.
“Mbak itu suara suami aku..” Lirih jeny tidak percaya.
Angel tersenyum dan menganggukan kepalanya cepat. Wanita itu kemudian membantu jeny berdiri dan menuntunya melangkah keluar dari ruang tengah untuk segera menemui tomy.
Jeny berhenti melangkah saat mendapati suaminya yang sedang melangkah pelan menghampirinya. Penampilan tomy sangat berantakan. Wajahnya pun terlihat pucat membuat jeny khawatir namun juga bahagia secara bersamaan karna suaminya benar benar kembali sebelum hari gelap.
“Aku pulang sayang..” Lirih tomy begitu sampai tepat di depan jeny.”
Jeny tersenyum haru. Wanita cantik itu kemudian langsung berhambur memeluk tubuh tegap tomy.
“Aku khawatir banget sama kamu by..”
Tomy tersenyum dan memejamkan kedua matanya mendengar suara lirih dan bergetar istrinya. Jika tomy menuruti perkataan dokter axel untuk ke rumah sakit lebih dulu mungkin jeny akan sangat mengkhawatirkanya.
“By...”
Jeny melepaskan pelukanya ketika merasakan sesuatu yang basah di perutnya. Wanita itu menunduk dan sontak kedua matanya langsung terbelalak melihat darah yang menodai dress di bagian perut atasnya.
“Darah..” Lirih jeny.
Jeny mendongak menatap tomy yang hanya diam dengan bibir pucatnya. Pria itu sama sekali tidak berkata apapun padanya.
“By ini...”
“Eem.. Maaf jeny, sebaiknya kita segera mengobati luka pak tomy.” Sela dokter axel yang tidak bisa menahan ke khawatiranya pada tomy.
“Luka? Suami saya terluka dokter?” Tanya jeny khawatir.
“Ya. Di bagian perut pak tomy ada sayatan dari pisau pak lorenzo. Lukanya sudah di diamkan cukup lama. Dan saya rasa saya harus segera mengobatinya. Takutnya luka itu akan infeksi.” Jawab dokter axel.
__ADS_1
Tomy hanya bisa tersenyum. Tubuhnya terasa sangat lemas sekarang. Kepalanyapun terasa pusing begitu tiba di rumahnya.
“Ya tuhan..” Lirih jeny menangis menatap baju suaminya yang memang basah oleh darah.
Tidak mau membiarkan luka di perut tomy terlalu lama tanpa penanganan, dokter axelpun segera membantu tomy yang mulai lemas dengan memapahnya menuju sofa yang berada tidak jauh darinya dan jeny.
“Em.. Saya akan suruh mbak sisi untuk mengambil obat di klinik..” Kata angel ber inisiatif.
Selama dokter axel mengobati tomy jeny terus menangis di samping tomy. Wanita itu tidak menyangka jika suaminya akan terluka parah seperti itu.
Sedang angel dan leo, mereka hanya bisa diam melihatnya. Luka tomy memang cukup parah sehingga dokter axel harus memberikan beberapa jahitan agar sayatan itu tertutup kembali dan cepat sembuh.
Selesai mengobati tomy dokter axel pun pamit pulang begitu juga dengan angel dan leo. Namun sebelum pulang dokter axel dan leo lebih dulu memapah tomy dan membawanya menuju lantai 2 dimana kamar tomy dan jeny berada.
“Saya tidak tau harus mengatakan apa. Tapi bantuan kalian tidak akan saya lupakan..” Kata tomy yang baru saja di baringkan oleh dokter axel di atas ranjang.
“Sudahlah pak, tidak usah di pikirkan. Kami berdua hanya melakukan apa yang memang seharusnya kami.lakukan.” Senyum dokter axel.
Jeny yang duduk di samping tomy hanya diam saja. Namun wanita berperut buncit itu sangat merasa bersyukur karna banyak orang yang perduli padanya juga suaminya.
“Dokter, pak leo.. Terimakasih banyak..” Kata jeny menatap leo dan dokter axel bergantian.
Dokter axel hanya tersenyum saja. Pria itu kemudian melirik leo yang juga tersenyum menatap jeny. Dokter axel sendiri tidak menyangka dirinya dan leo bisa jadi satu tim.
“Dokter, pak tomy itu sweet banget ya sama jeny. Dia bahkan rela menahan sakit karna terluka demi memenuhi janjinya pada jeny.”
Leo dan dokter axel terdiam. Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil untuk pulang. Leo dan dokter axel juga tau itu. Tomy memang sangat mencintai dan berusaha menjaga perasaan istrinya. Dan siapapun wanita yang bersanding dengan tomy pasti akan sangat bahagia termasuk jeny.
“Andai aku memiliki suami seperti itu.” Senyum angel berangan angan.
Leo menelan ludahnya. Dirinya memang tidak seperti tomy. Leo sadar saat masih menikah dengan angel leo terlalu di sibukkan dengan pekerjaanya. Dan leo terlalu banyak mengekang angel sehingga angel merasa tidak punya kebebasan.
“Angel, setiap orang itu punya sikap dan cara yang berbeda dalam mengungkapkan rasa cintanya.”
__ADS_1