Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 193


__ADS_3

Malam menjelang.


Selesai makan malam jeny memaksa tomy agar mau mengantarnya menuju rumah dokter axel. Wanita itu sungguh sangat penasaran dan ingin tau tentang keadaan angel yang katanya mulai membaik. Jeny bahkan juga dengan berani menelephone dokter axel hanya untuk memastikan apakah angel memang sudah baik baik saja atau masih seperti saat itu. Dan setelah mendengar sendiri dari dokter axel bahwa angel sudah sembuh jeny sangat ngotot ingin bertemu dengan angel.


Ketika dalam perjalanan menuju kediaman dokter tampan itu jeny tidak henti hentinya bersenandung. Jeny terlihat sangat senang setelah mendengar angel sembuh dari gangguan mentalnya.


“Sayang... Nanti kamu jangan terkejut ya pas sampe sana..”


Jeny menoleh dan mengeryit bingung menatap suaminya yang sedang fokus dengan kemudinya.


“Terkejut kenapa?” Tanyanya.


“Iya, soalnya nanti angel itu nggak bakal ngenalin kamu.. Dia udah nggak kenal siapapun sekarang termasuk kedua orang tuanya.” Jawab tomy.


Jeny menghela nafas. Dokter axel memang mengatakan bahwa angel lupa ingatan. Tapi jeny merasa aneh kenapa kegilaan sebentar itu bisa sampai mengefek pada ingatan angel.


“Kenapa bisa begitu by?” Tanya jeny pelan.


“Untuk lebih jelasnya nanti kamu bisa tanyakan sendiri sama dokter axel. Dan kamu juga bisa merasakan sendiri bagaimana angel yang dulu dan sekarang.” Jawab tomy tersenyum manis dan menoleh sekilas pada jeny karna dirinya sedang mengemudikan mobil di tengah jalanan ramai.


Jeny hanya mengangguk pelan. Apapun yang terjadi pada angel sekarang jeny tidak mempermasalahkan. Asalkan wanita itu tidak lagi membahayakan juga sembuh dari gangguan mentalnya itu sudah cukup membuatnya merasa ikut senang.


“Oya by bagaimana kabar OB yang di tahan itu?” Tanya jeny penasaran.


“Dia ada dalam penjagaan yang ketat. Ada seorang yang sepertinya ingin menghilangkan jejak dan bermaksud menghabisinya. Beberapa hari lalu ada orang asing yang menjenguk dan memberinya makanan. Dia keracunan sayang. Untuk masih bisa di selamatkan.”


“Ya tuhan...” Lirih jeny menutup mulutnya.


Jeny benar benar tidak menyangka dengan pelaku utama yang ingin mencelakai suaminya. Entah siapa dan seperti apa sosoknya sehingga bisa begitu licik dan pintar mengatur strategi.


“Lalu istri dan anaknya?” Tanya jeny lagi.


“Kamu nggak perlu khawatir dan nggak perlu mikirin apapun sayang.. Semuanya akan aman asal kamu mendengarkan aku.” Senyum tomy.


“Reyhan?”


“Ya. Anak dan istrinya ada bersama reyhan. Mereka akan aman.”


Jeny memejamkan kedua matanya. Suaminya bukan pria bodoh. Suaminya pria yang cerdas dan pintar. Dan lagi, reyhan juga asisten yang tanggap. Semuanya pasti akan baik baik saja. Dan pelakunya pasti akan segera tertangkap.

__ADS_1


Mobil mewah tomy berhenti tepat di depan kediaman dokter axel. Pria tampan itu turun dari mobilnya dan segera membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya. Tomy juga menuntun jeny saat melangkah menuju pintu utama kediaman dokter axel.


“Pak tomy...”


Jeny dan tomy menoleh ketika mendengar suara berat seseorang yang tidak lain adalah leo. Entah sejak kapan pria berambut coklat itu sudah berada tidak jauh di belakangnya tepatnya di depan mobil mewah tomy.


“Anda..” Lirih tomy.


“Eemm.. Dokter axel dan angel ada kok di dalam. Bu jeny bisa masuk langsung saja.” Senyum leo pada jeny.


Tomy menyipitkan kedua matanya. Senyum leo sangat membuatnya muak. Dan lagi sikap pria itu yang seolah adalah pemilik di rumah itu membuat tomy juga merasa lucu.


“By...” Panggil jeny pelan pada tomy.


Sejenak tomy terdiam. Tomy yakin di dalam rumah dokter axel aman. Tidak mungkin jika ada sesuatu yang membahayakan di kediaman dokter tampan itu.


“Kamu masuk dulu sayang...” Senyum tomy menyentuh lembut kedua bahu istrinya.


“Tapi...”


“Aku akan menyusul nanti.” Sela tomy sambil memberikan kecupan singkat di kening jeny.


Jeny menganggukan kepalanya. Wanita itu menoleh pada leo dan tersenyum tipis sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah dokter axel.


“Ada apa?” Tanya tomy dengan wajah datar.


Leo tertawa pelan.


“Anda tidak mau berterimakasih atas hadiah yang saya kirimkan pak tomy?”


Tomy melengos. Tomy tau leo tidak ada hubungan apapun dengan kasus kecelakaan yang menimpanya. Namun jika mengingat sikap pria itu pada fani tomy tidak bisa memungkiri rasa benci yang masih bersarang di hatinya sampai saat ini.


“Dan lagi anda sangat lucu pak tomy. Untuk apa asisten anda menyelidiki saya? Anda takut saya orang jahat?”


“Langsung saja. Saya tidak punya banyak waktu.” Sela tomy yang tau ada hal yang ingin di bicarakan oleh leo padanya.


“Huh baiklah. Anda memang tidak sabaran. Pantes bu jeny cepat hamil.”


“Apa?” Kesal tomy dengan rahang mengeras menatap tajam pada leo.

__ADS_1


“Oo.. Saya hanya bercanda pak tomy. Sabar..” Tawa leo merasa lucu dengan reaksi tomy.


Tomy berdecak. Candaan leo sangat tidak lucu menurutnya. Dan juga pria itu terlalu banyak basa basi yang membuatnya merasa tidak nyaman.


“Ini tentang dokter malik.”


“Anda bisa membicarakanya dengan dokter axel. Itu bukan urusan saya.” Sela tomy cepat.


Lagi leo tertawa. Kali ini bahkan lebih keras.


“Anda ini lucu pak tomy. Jelas jelas orang saya mengatakan asisten anda juga sedang menyelidiki dokter malik begitu juga dengan orangnya dokter axel.”


Tomy menyipitkan kedua matanya menatap leo yang masih tertawa. Itu artinya tidak hanya reyhan yang sedang mencari tahu tentang siapa dokter malik. Tapi dokter axel begitu juga dengan leo.


“Bukankah dokter malik adalah orang anda? Saya pikir anda juga tahu penyebab kegilaan angel.”


Leo menghela nafas kemudian menggelengkan kepalanya. Senyumnya mengembang mengingat angel yang kini mulai membaik berkat ketelatenan dokter axel.


“Saya tidak sejahat itu pak tomy. Apa lagi pada angel. Saya menyayanginya.” Balas leo pelan.


Kali ini tomy yang gantian tertawa pelan mendengar apa yang di katakan oleh leo.


“Menyayanginya? Bagaimana mungkin menyayangi jika anda saja menceraikanya saat angel sedang parah parahnya? Lucu anda ya?”


“Saya punya alasan pak tomy. Saya melakukanya demi keselamatan orang orang yang ada di sekitar saya. Termasuk anda juga istri anda.” Kata leo pelan.


Tomy menolehkan kepalanya cepat pada leo yang malah menundukan kepala dengan ekspresi penuh penyesalan.


“Apa maksud anda?” Tanya tomy dengan tekanan di setiap kalimatnya.


Leo menghela nafas berat.


“Sebelum angel menyuruh orang untuk merusak mobil anda angel meminta untuk cerai pada saya. Dan karna saya menolak angel langsung menyuruh orang untuk mencelakai anda. Saya juga tidak tau kenapa angel bisa seperti itu. Dan anehnya kenapa harus anda yang menjadi sasaran. Kenapa tidak saya saja.”


“Lalu?” Tanya tomy merasa semakin penasaran.


Leo menoleh pada tomy kemudian tersenyum tipis.


“Setelah anda mengalami kecelakaan itu angel semakin murka. Dia seperti orang yang benar benar kehilangan akal sehat saat itu. Dia bahkan hampir menikam kedua orang tuanya sendiri. Dan setelah semua yang terjadi saya pun menceraikanya dengan mengantongi restu dari kedua orang tua angel. Saya tidak membenci apa lagi sampai merasa jijik pak tomy. Saya justru kasihan dan saya pikir dengan saya menuruti kemauanya angel akan sembuh. Saya pikir angel gila karna kekangan saya. Tapi nyatanya dia malah semakin parah walaupun sudah saya ceraikan.”

__ADS_1


Tomy diam mendengarkan dengan seksama cerita leo. Ternyata di balik kesombonganya leo adalah pria berhati lembut.


“Saya juga sebenarnya bingung. Kenapa angel justru membaik setelah bersama dokter axel. Tapi sepertinya kesembuhan angel bukan suatu yang menggembirakan untuk dokter malik. Dia mencoba mengadu domba saya dengan mengatakan hal yang tidak pernah terjadi pada saya. Maka dari itu saya juga sedang mencoba mencari tahu semuanya pak tomy. Dan mungkin kita semua bisa bekerja sama.”


__ADS_2