
Jeny memasuki mobil dan tersenyum menatap suaminya yang duduk menunggunya di kursi kemudi.
“Gimana? Dapet?” Tanya tomy.
Yah.. Setelah kepergian rachel mereka melanjutkan niatnya untuk menjenguk dokter axel. Namun sebelum itu tomy dan jeny lebih dulu ke rumah sakit untuk menanyakan alamat dokter axel.
“Dapet dong..” Jawab jeny tersenyum manis pada suaminya sambil menunjukan secarik kertas yang di berikan oleh rani tadi padanya.
Tomy ikut tersenyum. Pria tampan itu mencubit pelan ujung hidung mancung jeny merasa gemas.
“Nggemesin banget sih kamu sayang..” Katanya.
Jeny terkekeh geli. Wanita cantik itu kemudian mencium singkat bibir tipis suaminya. Jeny tidak munafik. Seiring berjalanya waktu rasa cintanya pada tomy semakin besar. Wanita itu bahkan tidak pernah berani membayangkan hidupnya tanpa tomy di sampingnya.
Tomy tidak mau menyia nyiakan kesempatan itu. Di tekanya kepala jeny untuk membalas dan memperdalam ciumanya. Pria tampan itu bahkan tersenyum di sela ciumanya. Jeny benar benar sangat terbuka padanya sekarang.
Setelah di rasa jeny hampir kehabisan nafas tomy pun melepaskan pagutan bibirnya. Pria itu tersenyum dan mengusap bibir basah jeny.
“Kita jalan sekarang.” Bisiknya tepat di depan bibir jeny.
Jeny menganggukan kepalanya dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya. Wanita cantik itu kemudian membenarkan posisi duduknya dan memasang seat belt nya.
Sedangkan tomy, pria tampan itu mulai melajukan mobil mewahnya berlalu dari depan gedung rumah sakit tempat istrinya dulu mengabdikan dirinya sebagai seorang dokter.
Jarak dari rumah sakit menuju kediaman dokter axel memang cukup memakan waktu. Apa lagi selama seminggu setelah kepergian fani pihak rumah sakit mengatakan bahwa dokter axel tidak pernah lagi masuk. Untuk menghubunginya pun sangat susah karna nomornya selalu tidak aktif.
Mobil tomy mulai memasuki gerbang kompleks tempat dokter axel tinggal. Dan seperti biasanya beberapa satpam penjaga gerbang langsung menghampiri dan menanyakan kartu identitasnya. Setelah menunjukan kartu identitas satpam tersebut mengizinkan mobil tomy masuk.
__ADS_1
“Tidak bisakah kita memulai semuanya dari awal axel?”
Pertanyaan lirih angel membuat axel dengan cepat menolehkan kepalanya. Dokter axel menggelengkan kepalanya menatap tidak percaya pada sosok angel yang sangat berantakan itu. Pria tampan itu kini merasa benar benar salah karna dulu jatuh cinta bahkan sampai menyekap dan menodai wanita itu berkali kali yang akhirnya berimbas buruk pada kehidupan sebentar putrinya.
“Aku tau aku salah axel.. Aku minta maaf. Aku akui aku memang selingkuh dengan leo..”
“Jangan gila angel. Kamu wanita bersuami. Dan saya.. Saya sudah tidak ada rasa sedikitpun rasa sama kamu.” Sela dokter axel cepat.
Angel menangis. Wanita berambut ikal kecoklatan itu menggelengkan kepalanya menatap dokter axel. Dulu pria itu sangat mencintainya. Dokter axel juga mengatakan bersedia menerimanya kembali meskipun angel sudah ketahuan selingkuh dengan leo. Pria yang kini menjadi suaminya.
“Kamu lupa dulu pernah bilang jijik sama saya? Kamu juga lupa kamu pernah bilang leo 10 kali lipat lebih baik dari saya?” Tanya dokter axel tersenyum sinis pada angel yang menangis kembali.
Angel menutup kedua matanya erat. Tubuhnya tergoncang hebat karna tangisanya semakin tersedu. Semuanya memang sudah terlambat. Fani sudah tiada begitu juga cinta dokter axel untuknya.
“Axel.. Aku mau bercerai dengan mas leo.. Kita bisa kembali lagi seperti dulu setelah aku bebas dan terlepas dari ikatan dengan mas leo.”
“Aku masih sangat ingat axel.. Aku ingat sentuhan kamu.. Dan jujur aku merindukan itu.”
Dokter semakin tidak menyangka dengan apa yang di katakan angel. Dulu mungkin dokter axel salah karna di butakan oleh cinta hingga menghalalkan segala cara untuk memiliki wanita itu. Tapi setelah apa yang terjadi pada putri kecilnya dokter axel benar benar sadar, angel bukan wanita yang baik.
“Dengar angel. Apa yang saya lakukan sama kamu dulu adalah penyesalan terbesar selama hidup saya.. Dan itu adalah dosa yang sampai saat ini menyiksa dan merenggut kebahagiaan saya.”
Angel menatap dokter axel tidak mengerti.
“Andai saya tidak melakukan hal itu sama kamu mungkin tidak ada penderitaan untuk fani. Dan fani juga tidak akan lahir dari rahim wanita seperti kamu. Itu penyesalan saya.”
Angel tidak bisa berkata apa apa. Fani menderita dan merindukan kasih sayang tulus darinya angel menyadari itu. Tapi angel tidak bisa memungkiri bahwa jika menatap wajah cantik gadis kecil itu angel akan kembali teringat bagaimana bringasnya dokter axel menodainya. Meskipun berlahan saat itu angel pun menikmati setiap sentuhan dokter axel di setiap inci tubuhnya.
__ADS_1
“Axel aku..”
“Pulang angel. Saya sibuk sekarang. Dan saya nggak punya banyak waktu untuk meladeni kamu.” Sela dokter axel bangkit berdiri dari sofa dan menatap datar pada angel yang juga menatapnya.
“Axel tapi...”
“Keluar dari rumah saya atau saya panggil satpam untuk mengusir kamu dari sini.” Sela dokter axel lagi dengan sangat tegas.
Angel tidak bisa lagi berkata. Dengan lemas wanita itu bangkit berdiri. Angel menatap penuh harap pada dokter tampan itu. Semuanya memang sudah terjadi. Tetapi angel tetap merasa antara dirinya dan dokter axel masih bisa di perbaiki.
“Aku pulang..” Lirihnya kemudian berlalu dari ruang tamu kediaman mewah dokter axel.
Tepat ketika angel keluar dari pintu utama rumah dokter axel jeny dan tomy sampai. Mereka berdua mengeryit melihat angel yang keluar dari rumah dokter axel sambil menangis. Wanita itu bahkan sempat terjatuh di samping mobilnya dan terduduk menangis untuk beberapa saat hingga akhirnya bangun kembali kemudian masuk ke dalam mobilnya.
“Ya tuhan...” Lirih jeny menutup mulutnya merasa tidak tega pada angel.
Tomy yang mendengar gumaman lirih istrinya menghela nafas. Tomy melirik jeny. Kedua mata wanita itu sudah berkaca kaca.
“Hhh.. Sayang.. Udahlah nggak usah merasa kasihan sama dia.. Nggak pantes tau nggak orang kaya angel di kasihani.” Kata tomy malas.
Jeny menelan ludahnya. Bagaimanapun juga dirinya juga seorang wanita sama seperti angel. Dan melihat angel menangis sampai terjatuh membuat jeny merasa iba juga sedih. Jeny tidak bisa memungkiri dadanya juga terasa sesak melihat tangisan pilu angel.
“By.. Mbak angel juga manusia biasa. Dia nggak luput dari kesalahan dan dosa. Sama seperti kita.. Dan apapun kesalahanya kita tidak bisa menghakiminya. Kita juga tidak boleh menjauhinya.”
Tomy menghela nafas. Istrinya terlalu baik.
“Kamu bisa memaklumi apa yang di lakukan oleh dokter axel pada mbak angel.. Kamu juga harus bisa memaklumi sikap mbak angel..” Lanjut jeny.
__ADS_1
Tomy menelan ludahnya. Entah kenapa tiba tiba tomy kembali teringat akan kesalahanya pada jeny. Tomy hampir saja lupa jika dirinya juga pendosa, sama seperti angel juga dokter axel.