
Setelah satu hari kepulangan Viola kembali, membuat Viola sulit kembali dalam kehidupan lamanya.
Hal paling sulit adalah Viola tak bisa seperti dulu, Viola seperti orang lain di mata Randy.
Viola pun mandi mengganti bajunya, kini Viola memilih pakaian yang serba panjang menutup semua tubuhnya. Viola masih merasa kotor dan begitu melekat hal buruk yang Viola pernah lalui saat dulu saat menjadi seorang pemuas lelaki. Rasanya itu masih terasa dan begitu melekat.
Tapi. Viola tak bisa jika terus begini, hidup terus berjalan Viola harus hadapi semua hal sulit ini.
Hingga Viola pun mencoba melayani suami sebagai istri sebagaimana mestinya.
Meski dalam hal ini Randy masih belum bisa menerima Viola seratus persen sebagai istri yang baik.
Viola mengerti betul dengan kondisi dirinya saat ini yang sangatlah hina di mata suaminya. Tapi tidak ada tempat selain suaminya yang saat ini menjadi pelindung Viola.
Viola takut bila Eflin menculik Viola kembali dan menjadikan Viola tumbal.
Hingga Viola pun bertanya pada suaminya soal dirinya.
Terlihat Randy yang duduk diatas ranjang sambil menatap jendela dan ke arah luar.
"Mas, kamu gak beritahu pada papa dan mama mu kan soal aku yang terjebak di dalam sana" ucap Viola.
"Tak perlu, mereka tak perlu tahu soal itu" ucap Randy.
Lalu Viola pun mencoba memeluk suaminya lagi.
Tapi tangan Viola langsung di lempar begitu saja.
"Aku akan siap memberikan apa yang paling kamu inginkan, meski saat ini aku sadar aku tak sempurna untuk mu" kata Viola.
"Viola, aku tekankan pada mu. Aku tidak ingin orang lain tahu tentang dirimu yang pernah masuk ke dalam tempat prostitusi itu" kata Randy.
Viola pun menatap sang suami secara dalam.
"Kamu tahu, keluarga ku itu baik-baik terpandang di mata orang, apa kata mereka kalau punya menantu seorang wanita bayaran"
__ADS_1
Viola pun terdiam dan tak bergeming.
"Aku ingin kamu menjaga rahasia ini, sampai kamu mati soal dirimu yang pernah menjadi wanita bayaran" kata Randy.
Viola pun mengangguk paham, viola pun juga tak ingin ada orang yang tahu soal dirinya yang pernah masuk ke sarang prostitusi itu.
Tapi dalam hati sebenernya Viola merasa sakit dan malu untuk masuk ke keluarga Randy.
.
.
.
Pasca kejadian itu ada...
Viola melihat Randy tampak berbeda, setiap kali Viola menatap Randy, Randy membuang wajahnya. Sorot mata Randy berubah, sorot mata Randy tak sama seperti dulu. Randy yang mungkin dulu penuh perhatian, sekarang tak lagi. Sifat Randy menjadi dingin sedingin es dan tak lagi hangat.
Memang...
Jika di ibaratkan sebuah hidangan, Viola seperti makanan sudah basi dan bekas orang. Tak lagi berharga dan bahkan lebih layak untuk di buang.
Saat malam itu terlihat Randy yang ingin tidur dan menendang Viola dengan kasar.
"Tidur di sofa" kata Randy.
"Tapi mas"
"Oh mau melawan atau mau tidur di luar" kata Randy.
"Baik mas" kata Viola patuh.
Viola pun tidur di sofa saat itu memilih untuk mengalah. Karena Viola sadar dirinya tak berarti lagi untuknya.
Selama Viola tinggal di rumah itu pun Viola banyak mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan Viola tak bisa menolak saat semua pekerjaan rumah Viola di bebankan pada Viola.
__ADS_1
Hingga dimana suatu pagi...
Suara teriakan dari suaminya terdengar jelas begitu nyata di telinga Viola.
"Viiiooolllaaa" teriak Randy.
Viola pun berlari menghampir sumber suara.
"Mana!!!!!"
"Apa mas?"
"Flashdisk yang ada di saku jas aku"
"Jas, jas kamu seperti nya aku cuci"
"Cari cepat cari.. itu ada materi meeting ku hari ini"
Lalu Viola pun mencari dan menemukannya. Yang memang sudah terendam di dalam bak cucian.
"Ini mas"
"Basah, kamu itu kerja yang bener dong" kata Randy.
Hingga beberapa kali Randy mencoba memakai di laptop tapi tak bisa, hingga akhirnya.
"Bodoh!!! Bodoh kamu, gara-gara kamu. Besok lain kali kerjain apa-apa itu pakai otak" ucap Randy. Lalu dengan cepat Viola pun di tampar.
Plaaakkkkk....
"Maaf mas, aku benar-benar minta maaf"
"Sudah tidak punya harga diri, urus suami gak becus. Kamu itu bisanya apa!!!! Hah!!!" Ucap Randy marah.
Randy pun pergi dengan kemarahan yang mendalam tapi Viola berusaha untuk terima karena memang itu kesalahannya. Tapi Viola yang tidak bisa terima adalah betapa bodohnya dirinya yang bisa ceroboh.
__ADS_1