Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 279


__ADS_3

“Apa kita perlu memberi tahu boss dulu tentang susan dan rencana kita?” Tanya rio pada rolan yang sedang memakai sepatunya.


Rolan terdiam sesaat. Memberitahu tomy tentang apa yang akan di lakukanya memang penting. Tapi jika mereka memberitahu tentang penyekapan orang tua angkat susan yang tidak lain adalah omnya tomy juga akan membuat tomy khawatir.


“Aku rasa tidak perlu..”


“Jangan gila. Sangat penting untuk kita melapor ini itu pada boss.. Kita sedang bekerja untuk bos bukan? Jangan seenaknya rolan.” Sela rio cepat.


Rolan berdecak. Waktu mereka tidak banyak. Dan susan juga tante tomy sudah menunggunya di depan untuk mereka membebaskan omnya tomy.


“Hhh.. Baiklah kalau begitu, kamu kasih tau semuanya sama bos. Tentang sandra yang adalah susan juga tentang susan yang adalah maria. Kasih tau juga kalau kita mau bertindak membebaskan tuan candra.” Kata rolan bangkit dari duduknya.


“Oke..” Angguk rio tersenyum.


“Aku tunggu di depan. Jangan lama lama.”


Rolan kemudian melangkah keluar dari kamarnya untuk menemui susan dan mommy angkatnya. Pria itu tidak mau jika sampai waktunya terbuang percuma. Tuan candra harus segera di selamatkan sebelum maria bertindak lebih buas lagi.


“Dimana rio?” Tanya susan yang sudah siap sedari tadi.


Rolan menghela nafas. Untuk menuju tempat penyekapan tuan chandra dirinya harus berjaga jaga dengan menyiapkan persenjataan lengkap. Rolan tidak mungkin pergi dengan tangan kosong sementara ada 2 wanita yang ikut serta denganya juga rio.


“Sebentar lagi rio keluar kok. Aku panaskan mobil dulu.” Jawab rolan.


Susan dan mommy nya menganggukan kepala. Mereka merasa lega namun juga khawatir dengan keadaan tuan chandra saat ini. Pria itu sudah cukup lama di sekap oleh maria dengan penjagaan ketat. Maria bahkan tidak segan menyiksa tuan chandra jika susan sampai membuat kesalahan.


Setelah menunggu beberapa menit rio akhirnya keluar dari dalam rumah. Dengan pakaian serba hitam sama seperti rolan, rio melangkah mantap menghampiri susan dan mommy angkatnya.


“Sudah?” Tanya susan dengan senyuman yang terukir di bibirnya.


Rio menganggukan kepalanya. Sejujurnya rio sangat penasaran kenapa wajah susan bisa menjadi sangat menyeramkan seperti itu. Rio selalu bertanya tanya apa yang di lakukan maria pada susan sehingga sampai merusak kecantikan wajah wanita itu. Padahal jika tidak rusak mungkin susan akan sangat cantik bahkan jauh lebih cantik dari maria yang saat ini menyerupai susan.


“Ayo..” Ajak rio.

__ADS_1


Susan menganggukan kepalanya kemudian hendak melangkah mengikuti rio namun di tahan oleh mommy nya.


“Kenapa mom?” Tanya susan bingung.


Tante tomy terdiam. Wanita itu menatap rio yang memasuki mobilnya kemudian beralih menatap susan yang tampak kebingungan dengan wajah ragu.


“Apa kamu yakin? Mereka hanya memperlihatkan bukti chatting dengan kakak kamu. Mereka tidak menelephone kakak kamu secara langsung nak. Bagaimana kalau mereka ternyata adalah suruhan maria? Bagaimana jika ternyata mereka berniat tidak baik pada kita?”


Susan menghela nafas. Susan sebenarnya mempunyai nomor tomy, susan bisa saja langsung menghubungi tomy dan menanyakanya. Tapi mengingat maria menyadap nomornya sehingga wanita kejam itu akan tau apa saja yang susan lakukan dengan ponselnya.


“Susan yakin mereka orang baik mom.. Mungkin kakak memang sengaja menyuruh mereka datang untuk menjemput kita dan membongkar semua kejahatan maria.” Senyum susan berusaha menghapus keraguan mommy angkatnya.


Tante tomy menghela nafas. Meskipun memang rio dan rolan sama sekali tidak melakukan apapun padanya dan susan selama menginap 4 hari ini, tetapi kewaspadaan tetap harus dia perhatikan. Dan diam diam wanita itu juga membawa senjata untuk melindungi dirinya juga susan.


“Ayo mom.. Rio dan rolan sudah menunggu kita..” Ajak susan meraih dan menggenggam tangan mommy nya.


“Hh.. Baiklah.” Angguk tante tomy setuju.


“Kenapa by?” Tanya jeny yang melihat suaminya baru saja menerima telephone dari seseorang.


Tomy menoleh. Pria tampan itu menatap nanar pada jeny yang melangkah mendekat padanya. Begitu jemy sampai di sampingnya tomy segera menunjukan photo susan asli dengan wajah rusaknya pada jeny.


“Ini siapa?” Tanya jeny bingung.


Tomy meneteskan air matanya. Entah penderitaan apa yang di alami oleh adik satu satunya itu sehingga wajah cantiknya bisa berubah begitu menyeramkan dengan luka bakar di pipinya.


“Dia susan jeny.. Dia adikku..” Lirih tomy dengan suara bergetar.


Jeny menutup mulutnya tidak percaya. Jeny sudah menduga bahkan sangat yakin bahwa susan yang ada di jakarta adalah susan palsu. Tapi jeny tidak menyangka jika susan palsu sampai membuat wajah susan asli menjadi rusak dan tidak mudah di kenali.


“Maria.. Dia akan tau akibat dari perbuatanya.” Kata tomy tajam dengan kedua tangan terkepal erat.


Jeny menghela nafas. Wanita cantik itu tau apa yang sedang di rasakan suaminya. Siapapun tidak akan bisa menerima jika keluarga yang di sayanginya di sakiti oleh orang lain.

__ADS_1


“Sabar by.. Kita tunggu waktu yang tepat yah..”


Jeny meraih tangan suaminya yang terkepal erat. Dengan penuh kelembutan wanita cantik itu mencoba meredamkan amarah yang sedang menguasai hati suami tercintanya.


“Kita tidak tau apa yang di lakukan maria by.. Kita harus benar benar hati hati. Jangan bertindak gegabah. Kita tunggu setidaknya sampai susan di jakarta. Dengan begitu kita bisa benar benar memastikan susan aman. Dan kamu bisa menindak lanjuti maria.”


Tomy memejamkan kedua matanya. Apa yang di katakan istrinya memang benar. Susan adiknya belum tentu dalam keadaan aman. Tapi tomy yakin selama ada rolan dan rio adik dan tantenya akan baik baik saja.


“Yah.. Tapi aku bersumpah akan membuat perhitungan pada wanita itu..” Tekan tomy.


Jeny tersenyum tipis. Dengan lembut di usapnya air mata yang membasahi pipi suaminya. Hari ini tomy memang sedang tidak ke kantor. Pria itu beralasan tidak ingin terlalu sibuk dan mengabaikan anak dan istrinya.


Ponsel tomy yang berada di genggaman jeny berdering. Jeny langsung mengangkat tanganya untuk melihat siapa yang menelephone suaminya.


“By.. Susan.”


Tomy mengangkat sebelah alis mendengarnya.


“Maksud aku maria.” Ralat jeny.


Tangan tomy kembali mengepal erat. Pria itu langsung mengambil ponsel miliknya dari tangan jeny. Tomy sungguh ingin sekali melenyapkan susan palsu itu dari dunia. Wanita itu sudah berani menyentuh adiknya bahkan sampai menyekap omnya dan mengancam adik juga tantenya.


“By.. Sabar.. Semua ada waktunya. Ini demi susan..” Kata jeny mengusap lembut tangan tomy yang mengepal erat.


Tomy memejamkan kedua matanya kemudian menghela nafas. Pria itu berusaha meredam amarah di hatinya.


“Ya sayang..” Sautnya tersenyum dan menatap istrinya dengan tatapan lembut.


Jeny tersenyum lagi. Jeny tidak akan menghalangi apa yang ingin di lakukan suaminya pada maria. Karna apa yang di lakukan wanita itu memang sudah sangat keterlaluan. Maria bukan hanya merusak wajah susan, tapi juga merusak karir dan mencemarkan nama baik susan dengan sikap dan tingkahnya.


Tomy menatap kembali layar ponselnya. Pria itu kemudian segera mengangkat telephone dari maria alias susan palsu.


“Hallo, adikku sayang..”

__ADS_1


__ADS_2