Cintai Aku

Cintai Aku
Terbalut dosa dan noda


__ADS_3

Hari ini Viola harus merasakan lagi menjadi pemuas hasrat birahi dari seorang laki-laki yang tak ia ketahui siapa.


Badanya yang tampak kekar mampu meluluhkan lantakan semuanya, Viola semakin rapuh.


Bahkan pria itu memberikan sebuah pukulan yang ia layangkan pada bagian tubuh Viola yaitu bibirnya, karena sempat beberapa kali Viola melawan.


Pria berbadan besar itu tak segan-segan memberikan sebuah hantaman pada Viola yang tak dapat tunduk.


Hingga kini viola masuk ke dalam permainan ranjangnya karena Viola tak dapat berkutik lagi pada pria berbadan besar yang telah membeli dirinya. Walau satu malam itu sungguh menyakitkan.


Semua yang pria itu inginkan Viola lakukan karena pria itu tak segan memberikan penyiksaan pada Viola.


Pria itu tak banyak bicara, namun tangan yang bermain kasar.


Hingga Viola semakin sakit dalam satu jam permainan dari seorang pria yang tak ia kenali itu.


Hingga permainan usai Viola tampak menangis dengan tubuh yang ia balut dalam selimut, pria itu tampak disebelah Viola tanpa pakaian lengkap beberapa kali mencium leher viola setelah puas pada puncaknya.


Hiks hiks hiks


Tangisan Viola terasa terdengar di telinga.


Badan Viola tampak membiru karena aksi dari pria itu dalam permainan kasar. Beberapa kali memang dalam permainan Viola di cengkram kuat dan di pukul pada bagian tubuh dan wajahnya. Pria itu tak suka perlawanan dari Viola lakukan hingga Viola mendapatkan apa yang paling menyakitkan.


Bahkan saat Viola menarik diri saat durasi telah selesai, pria itu enggan untuk membiarkan Viola pergi. Dan melanjutkan permainan yang sama.


Selimut Viola kembali di tarik dan ingin melakukannya lagi.


"Sudah cukup waktu mu telah habis"


Tiba-tiba..


Viola di tarik kuat dengan tenaganya kuat.


Buughhhhhh... Sebuah pukulan kembali viola dapatkan.


"Ampun" kata Viola dengan derai air mata.


"Aku masih belum cukup, berani kamu melawan" ungkap pria itu menarik tubuh.


"Tidak aku tidak berani melawan mu" kata Viola menggelengkan kepala.


Viola tak berani menatap pria itu lagi, dengan pasrah Viola memberikan tubuhnya dalam permainan yang sangat panas dan berulang.


Pria itu tak menggunakan harinya baginya Viola hanyalah barang yang tak ada harganya. Ia terus memainkan tubuh Viola seperti boneka tanpa ampun.


Hingga pria selesai dan setelah itu pergi dengan kepuasan keduanya yang ia dapat dari seorang wanita bernama Viola.


Viola pun menangis tersedu dengan rambut acak-acakan dan wajah yang membiru habis di pukuli.


Dirinya tak sanggup menahan derita pahit yang kini tengah melanda dirinya, Viola menangis meratapi dirinya sendiri di balut selimut yang ia kenakan.


Hingga sebuah ketukan pintu terdengar.


Viola tahu jika itu adalah Eflin tapi Viola enggan untuk melihatnya.


"Ada apa lagi?" Ucap memunggungi Eflin.


"Ada yang ingin bertemu dengan mu"

__ADS_1


"Apakah pelanggan itu lagi, aku tak mau" kata Viola sambil menangis.


"Ada seorang yang ingin ketemu dengan mu"


"Sudah ku katakan aku tak mau!!!" Ucap Viola yang akhirnya menoleh dan ia melihat sesosok.


Randy...


Yaitu suaminya yang terakhir ia temui di hari pernikahannya dan kini berada di depan matanya


Viola pun kaget saat itu mata nya membulat tak menyangka jika suaminya kini ada di hadapannya.


Berikut dengan Randy yang sangatlah kaget pada sang istri yang tanpa berpakaian, hanya selimut yang menutupi. Terlihat memperihatinkan karena wajahnya yang tampak lebam.


"Viola" ucap Randy tak percaya.


"Mas Randy huhu huhuhu" ucap Viola menangis.


Viola pun berlari memeluk suaminya yang kini di hadapannya serasa mimpi dalam duka yang paling dalam saat mampu melihat suaminya.


Dalam dekap suaminya viola meminta untuk segera membawanya pulang.


"Bawa aku mas, hiks bawa aku pergi dari sini. Aku tak sanggup huhuhu huhuhu" ucap Viola dengan tangis paling dalam.


Randy pun mengangguk.


"Aku akan pakai baju ku mas, jangan pergi tunggu lah sebentar. Tunggu" kata Viola.


Viola pun bingung mengambil baju yang mana yang bisa ia pakai karena semuanya seksi. Hingga ia memilih asal saja dengan celana pendek dan baju tanpa lengan Viola pulang dengan tatapan sayu.


Di balik tirai Eflin menatap Viola yang akan pergi. Sebenernya Eflin tak mau Viola pergi begitu saja. Sebenernya Eflin pun tak bisa namun saat Randy datang dengan ancaman yang membuat Eflin takut.


Saat itu Eflin pun mencoba telepon seseorang di balik pintu secara diam-diam.


"Wanita itu telah pergi" ucap Eflin.


"Bagaimana bisa?"


"Aku takut pada ancaman Randy"


"Baiklah paling tidak dia sudah hina di mata suaminya, itulah yang paling aku inginkan"


.


.


.


Hingga...


Randy pun kembali di pertemukan dengan wanita yang menjadi istrinya. Dengan kondisi yang paling tidak ia bayangkan sebelumnya.


Mata Viola terlihat bengkak, wajahnyatampak membiru karena pukulan dan terlihat sangat rapuh.


Jika kebanyakan wanita yang menjadi wanita nakal lebih cantik beda hal dengan Viola yang malah terlihat pucat dan lebih kurus. Meski masih tetap cantik tapi terlihat seperti orang yang sedang sakit apalagi dengan wajah yang tampak membiru.


Viola pun dibawa masuk ke dalam mobil Randy suaminya, Viola mampu di bawa oleh Randy. Di samping Randy yang datang dengan ancaman dan Randy juga membayar sejumlah uang untuk membawa Viola.


Selama perjalanan Randy tampak terdiam bingung dengan keadaan yang berat.

__ADS_1


Viola senang karena telah pergi dari tempat itu, tapi di balik itu tatapan Randy tak lagi sama. Randy terdiam membisu.


Hingga akhirnya Viola membuka suara dengan suara yang terdengar pelan.


"Adakah jaket yang bisa aku kenakan"


"Ambilah di belakang" ucap Randy


Suasana hangat dulu, kini semakin terasa dingin, Viola tak berani memeluk Randy. Sorot mata Randy yang lurus ke depan selama perjalanan membuat Viola enggan memberikan pelukan hangat pada suaminya walau telah lama tak bertemu.


Akhirnya Viola pun tanpa basa basi hanya diam tak berkata, dirinya berusaha agar Rand yang bebicara lebih dulu, namun semua tampak sama Randy masih terdiam dan tanpa terasa membuat tertidur di dalam mobil.


Hingga beberapa saat mereka pun sampai di sebuah rumah dan itu adalah rumah dari orang tua Randy.


Viola yang masih tertidur di mobil lantas di tinggalkan begitu saja di dalam mobil. Hingga Viola menyadari jika dirinya telah sampai di sebuah rumah namun tak ada Randy disampingnya.


Tak lama Viola pun menyadari.


Mengapa diriku di tinggal kan begitu saja olehnya batin Viola.


Viola pun turun dari mobil.


Viola pun menutup wajahnya dengan sebuah tisu. Viola merasa malu karena wajahnya tampak lebam.


Sesampainya di rumah besar milik keluarga itu Viola tak berani menatap sama sekali ibu mertuanya. Viola langsung berjalan ke atas menuju kamar. Saat itu Anita menatap tajam Viola tapi Viola hanya diam saja sambil menunduk.


Hingga Viola berada di lantai atas dan melihat sang suami di kamar sambil menatap ke arah keluar jendela. Hingga Viola menatap suaminya sangat dalam.


Sadar Viola masuk ke dalam kamar, wajah Randy terlihat tak baik-baik saja dan seperti menahan rasa kesal yang begitu dalam.


"Sudah berapa lama kamu di tempat itu?" Tanya Randy.


"Se.. sebulan" ucap Viola dengan suara yang gemetar.


Randy pun menggelengkan kepalanya.


"Sudah berapa banyak pria yang sudah kamu layani selama disana?" Tanya Randy dengan suara datar tapi sangat masuk ke relung hati Randy.


"Aku tidak tahu"


"Viola, aku bingung harus bagaimana? Jujur aku sulit menerima wanita yang ternyata seorang plcur seperti mu"


Deg ..


Kata-kata dari Randy membuat hati Viola teriris begitu dalam.


"Jujur dalam hati ku, aku merasa jijik dengan mu"


Kata-kata Randy yang menyayat hati membuat kaki Viola lemas dengan cepat viola pun memeluk tubuh suaminya.


Tapi bukan sambutan hangat melainkan tangan Viola di lempar dan tubuh Viola di dorong untuk tidak memeluknya.


"Apakah kamu sudah tak mencintai ku lagi"


"Bagaimana aku bisa mencintai wanita, dengan keadaan yang seperti ini. Dengan wanita yang tubuhnya sudah di jual banyak pra. Aku belum menyentuh mu sedikit pun tapi saat aku pulang kamu sudah sangat hina Viola, wanita hina" ucap Randy.


"Aku di jebak tak ada yang mau menolong ku" kata Viola sembari menangis.


"Di jebak atau tidak, yang kamu tahu aku merasa jijik dengan tubuh mu yang terbalut dosa dan penuh noda" ucap Randy dengan raut wajah sedih dan kecawa.

__ADS_1


Viola pun terdiam dengan air mata kesedihan. Merasa kecewa dan sedih dengan semua termasuk pada dirinya sendiri.


__ADS_2