Cintai Aku

Cintai Aku
Semakin sulit


__ADS_3

Viola pun menatap lekat wajahnya di kaca, luka di wajah itu segera ia obati dengan kapas dan alkohol agar segera mengempes. Sulit rasanya menerima kenyataan paling pahit yang tengah ia rasakan. Hingga waktu adalah cara terbaik untuk menyembuhkan luka.


Viola menatap cermin dan melihat dirinya yang terlihat menyedihkan. Viola selalu optimis dalam hidup ini, bahwa semua yang menjadi cita-citanya kelak akan tercapai menuju jalan kesuksesan dan kebahagiaan.


Tapi semua sirna karena suatu hal yang tak pernah ia duga terjadi hal paling pahit. Yaitu menjadi korban perdagangan manusia.


Viola pun menangis sambil menunduk. Bahkan dirinya tak sanggup mengatakan semuanya, jika ada yang bertanya kemana saja Viola selama ini.


Viola tak berani mengatakan semuanya, apalagi pada bapak atau ibu mereka pasti akan sangat kecewa. Apalagi Viola anak satu-satunya untuk mereka, pasti mereka akan merasa sedih dan merasa gagal menjadi orang tua saat mereka tahu bahwa Viola menjadi seorang plcur yang melayani pria lebih dari satu pada satu malam. Apalagi saat ada tetangga yang tahu, apa kata mereka bapak ibu pasti akan malu punya anak seperti Viola.


Akhirnya Viola pun menangis tersedu, jika kematian adalah jalan keluar mungkin Viola lakukan tapi Viola tahu betul kematian bukan jalan keluar tapi malah akan menjadi suatu dosa. Sudah cukup dosa yang selama ini Viola buat, rasa kecewa dan rasa gagal. Membuat Viola semakin hancur dan sulit membangun rasa percaya diri sendiri.


Siapa yang paling terima, tak ada...


Bahkan Viola membenci diri sendiri.


Bibir ini, wajah ini, leher ini bahkan tubuh ini. Sudah terlalu hina, ciuman belaian dan sudah berapa kali menjadi pemuas hasrat para pria hidung belang. Rasanya hina dan kotor sekali.


Viola pun memejamkan mata sambil mengepal tangan lalu kembali menangis tak ada pundak yang paling kuat selain terima. Bahkan saat ini suami Viola pun merasa Viola tak ada baiknya sama sekali selain merasa jijik dan hina bila melihat Viola.


Beberapa saat kemudian ..


Viola pun mencoba membuka laptop untuk melihat bisnis keripik tempe yang sudah ia tinggalkan sebulan. Viola tak tahu kabar bisnisnya saat ini, handphone Viola hilang saat dirinya di culik. Viola tak tahu jelas kabar usaha miliknya.


Sampai...


Bak jatuh tertimpa tangga Viola mendapat kabar buruk tentang hal paling sulit. Saat Viola mencoba buka email masuk.


Viola kaget bukan kepalang.


Yaitu usaha yang Viola jalani mengalami kebangkrutan, harus terpaksa gulung tikar. Karena ternyata teman dari Viola membawa uang dan aset yang Viola miliki.


Meski dalam hal ini Viola sudah mempercayakan kepada teman baiknya sebagai orang kepercayaan, tapi ternyata saat Viola hilang selama satu bulan lamanya dimanfaatkan dirinya untuk mengeruk semua aset yang Viola miliki pada bisnis keripik tempenya.


Viola pun menggelengkan kepala.

__ADS_1


Dan mau tidak mau viola menutup usaha miliknya, karena usaha yang ia miliki juga ada hutang yang harus di bayarkan kepada bank, karena Viola meminjam modal tambahan pada bank. Tapi keuntungan dan aset perusahaan malah raib di bawa oleh pihak tak bertanggung jawab.


Tangan Viola pun bergetar hebat saat salah satu karyawannya menyampaikan pesan pada emailnya.


Viola pun kehabisan cara selain menutup sementara toko yang ia bangun dari nol.


Selama ini Viola memang merintis usaha dari kecil bersama temannya tapi semua modal Viola yang modali dan semuanya temanya hanya modal tenaga, tapi tak pernah menyangka di saat sudah di atas dia tega mengambil aset usaha yang Viola kelola bersamanya.


" ya Tuhan aku harus bagaimana? Dalam hal paling sulit ternyata aku mengalami hal paling sulit seperti ini. Bahkan bulan ini aku tidak tahu harus membayar cicilan rumah. Nilainya cukup besar darimana aku mendapat kan uang" kata Viola mengingat beberapa tagihan.


Viola pun kembali menangis.


Hingga suami dari Viola muncul dengan wajah dinginnya dan melihat Viola yang terlihat pusing sambil menangis.


Randy duduk sambil melipat tangan menatap Viola.


Lalu Viola pun mencoba berbicara pada suaminya, meski Viola mungkin sudah hina di mata suaminya. Tapi Viola tak tahu harus kemana dirinya meminta pertolongan.


"Mas"


"Kamu mau bantu aku" ucap Viola.


Randy masih terdiam dan tak bergeming.


"Apa?" Jawaban ketus sambil menatap Viola tajam.


"Mas.. aku tertimpa musibah, usaha yang aku kelola saat ini bangkrut. Dan aku tidak tahu harus membayar cicilan rumah bagaimana? Bulan ini kamu mau kan membayarnya" ucap Viola.


"Kamu pikir uang itu turun dari langit" ucap Randy.


"Mas bulan ini saja bulan depan aku akan menggantinya" ucap Viola.


"Kamu tidak perlu membayar nya lagi, aku yang akan meneruskan pembayaran semuanya" kata Randy.


"Betulkah itu terimakasih mas" ucap Viola tersenyum.

__ADS_1


"Tapi? Segera kamu atur agar rumah itu kini menjadi milik ku" ucap Randy.


"Tapi uang yang sudah masuk seperti DP itu pakai uang ku mas" kata Viola.


Mata Randy pun langsung menyala ke arah Viola dengan tatapan tajam dan sinis.


"Dasar wanita tidak tahu diri" kata Randy terlihat kesal.


"Baiklah aku akan mengatur itu untuk atas nama mu" kata Viola pasrah.


Akhirnya Viola pun hanya bisa mengikhlaskan semuanya. Rumah yang sudah ia impikan dari dulu. Bahkan Viola rela kerja lembur saat menyanyi dulu, untuk bayar DP rumah. Kini Viola harus belajar ikhlas saat sang suami meminta agar rumah itu balik nama untuk dirinya.


"Oia satu lagi" ucap Randy.


"Apa?"


"Semua hal dunia ini tak ada yang gratis"


"Maksudnya apa mas?"


"Aku sudah membayar mu mahal untuk keluar dari tempat prostitusi itu. aku mau kamu menggantinya"


Viola pun terdiam.


Dirinya tak tahu harus bagaimana ia membayar.


"Dan satu hal lagi saat resepsi pernikahan kemarin aku mau kamu menggantinya juga"


"Bukannya itu acara itu keinginan mu mas, kenapa aku harus menggantinya" kata Viola merasa tak terima.


"Iya kamu harus menggantinya aku rugi menikahi wanita seperti mu" kata Randy lantang.


"Rugi?"


Viola pun terdiam tak bergeming disaat semua datang begitu terasa menyakitkan dan menyedihkan.

__ADS_1


__ADS_2