Cintai Aku

Cintai Aku
pertanyaan


__ADS_3

Seperti janjinya kepada Azka sekarang Malvin sedang berkutik dengan laptop nya .Dia terlihat fokus dan serius bahkan dia juga di temani oleh anak buahnya .


"Boss saya menemukan bahwa non Kayla pernah melakukan pengambilan uang di bank"


Malvin menoleh dan melihat apa yang anak buahnya lakukan. "Dimana ?"


"Liatlah user name dan data mirip dengan non kayla , jika benar ini berarti dia pernah mengambil uang di kota Bandung "pria itu menunjukkan layar laptopnya.


Malvin tersenyum karena anak buahnya sangat cepat dalam seperti ini. Sebenarnya kalau saja ia punya nomor Kayla pasti dengan cepat ia menemukan nya , namun seribu sayang nomor Kayla sudah tidak aktif,yang ia gunakan sekarang metode melacak melalui data Bank ya walaupun ini perlu banyak waktu karena ia harus menyesuaikan nya dengan data nama milik Kayla.


"Tapi ini belum cukup ,kita juga harus mencari lokasi keberadaan nya sekarang ,jika hanya bermodalkan lokasi dia pernah mengambil uang di Bandung bukan berarti dia tinggal di sana "Malvin memijat pelipisnya yang cukup pusing,ini sudah tiga hari tiga malam ia tidak istirahat untuk mencari lokasi Kayla.Namun hasilnya tidak sesuai dengan keinginan nya .


"Kalau saja kita mempunyai nomor telepon milik non Kayla pasti dengan mudah melacak nya "sahut anak buahnya.


"Hah tanpa kau beritahu pun , mungkin dari kemarin saya sudah menemukan lokasi nya"


Otak cerdas Malvin sekarang mungkin butuh istirahat ,matanya pun sangat lelah terus melihat layar monitor .Dia memang ahli kalau soal melacak ,tapi entah kenapa saat melacak Kayla sangat sulit sekali.


Dia memang bukan seorang hecker tapi kemampuan nya lebih dari seorang hecker.Kemapuanya dalam teknologi informasi membuat nya mudah dalam soal melacak lokasi orang . Bahkan kalau ia mau dia bisa membobol Bank dengan otak komputer nya .


"Istirahat lah nanti kau lanjut lagi"Malvin berdiri lalu menyuruh anak buahnya untuk istirahat.


"Baik boss "


Setelah mendengar itu Malvin langsung keluar dari kantor nya .


"Aah pegel banget tubuh gue ini "Malvin mengerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.


"Vin"pangi seseorang dari belakang membuatnya menoleh .


Orang itu mendekat ke arahnya "Gimana?"Seakan paham Malvin hanya tersenyum kecut "cuman dapet ia pernah mengambil uang di kota Bandung "

__ADS_1


"Bandung?"


"Hmmm apa Lo pernah cari lokasi disana ?"


"Tentu tapi gue sama sekali tidak menemukan nya ,tapi jika Lo bilang dia pernah ngambil uang di sana gue akan kesana lagi dan menyerahkan orang-orang kepercayaan gue untuk mencari nya lagi "pria itu adalah Azka yang menatap kosong kedepan .


"Tapi itu belum pasti bro ! Beri gue waktu untuk mencari informasi lagi "Malvin menepuk pundak temannya yang sudah di samping nya.


Azka tersenyum "Terima kasih ,lo mau bantu gue ,tapi gue bakal tetap ke sana "Malvin tertegun saat ini, bahkan kuping nya merasa ingin meledak saat mendengar kata terima kasih dari mulut Azka, karena seumur-umur Azka tidak pernah tuh ngucapin hal gitu ke dirinya.


"Gue pergi duluan"Azka melangkah pergi meninggalkan Malvin yang masih terbengong.


...----------------...


"Mah ...."ucap seorang anak kecil dengan lemah.


"Ya sayang ada apa ?"Kayla menghampiri anak nya yang sudah bangun , dengan wajah sembab akibat menangis .


"Aiggooo... anak mamah yang sudah besar ini mau nemenin mama gak ? ke toko "kayla dengan cepat mengendong anak nya ,ia juga mencoba mengalihkan pembicaraan yang akan mengarah ke sana .


"Idak mau ! mau papah"Raka menggeleng kan kepalanya dan menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca.


Kayla tersenyum lalu mengusap rambut anak nya "Dengerin Mama ,Raka tidak boleh seperti ini karena itu membuat Mama sedih , emang nya Raka mau gitu liat mama nangis?" Anak nya cepat menggeleng kan kepalanya.


"Kalau gitu Raka tidak boleh nanyain terus tentang itu ,Raka boleh bertanya tentang papah ke mama tapi Raka juga harus mengerti dan paham mama tidak bisa membuat papah kamu ada disini.Jika Raka ingin sekali bertemu dengan papa coba Raka berdoa pada Tuhan agar bisa bertemu dengan papa, karena mama takut tidak bisa buat Raka bertemu dengan papa hanya Tuhan lah yang bisa "Kayla masih dengan mengusap rambut anak penuh sayang dan memberikan pengertian kepada nya.


"Jadi arka mintanya sama tuhan bukan sama mamah?"ucap anaknya penuh tanya.


"Iya minta lah pada Tuhan , karena hanya Tuhan lah yang bisa mengabulkan "


"Sekarang kamu tidak boleh nangis lagi dan rewel ya "ucap Kayla dengan nada lembut.

__ADS_1


Kayla tersenyum saat anak nya mengangguk , sekarang ia bisa bernafas lega . Walaupun di hati kecilnya ia juga sedih sekali ketika anaknya bertanya seperti itu.


Bohong jika ia katakan tidak merindukan suaminya, bohong jika ia katakan tidak ingin bertemu dengan nya . Masih ada rasa cinta di hatinya namun ia mencoba untuk menyangkalnya .


Mungkin sekarang ia pikir suaminya telah bahagia bersama gadis lain ,dan tidak mungkin mencarinya.Oleh sebab itu ia mencoba untuk melupakan masa lalunya.


Jika liat kebelakang dia sangat sedih ketika hidup sendiri dan berjuang sendiri , bahkan yang paling menyedihkan adalah ketika waktu itu ia melahirkan anak nya tanpa di temani keluarga dan suaminya .


Namun sekarang ia telah berhasil melewati masa-masa sulit itu ,ia telah berhasil membesarkan anak nya dan ia juga bisa membuka usaha nya walaupun hanya kecil .


Tapi sekarang anak nya mulai mempertanyakan dimana ayah nya , pertanyaan itu membuat nya sedih dia tidak mampu menemukan mereka.Dia sangat takut untuk bertemu lagi dengan orang yang membuat nya seperti ini.


"Sekarang kamu mau ikut sama mama tidak "Kayla mencoba membujuk anak nya.


"Mau "dengan mata yang masih berkaca-kaca Raka menjawab dan memeluk tubuh Kayla.


"Baiklah, tapi kamu mandi dulu ya soalnya bau acem "Kayla tersenyum lalu membawa anaknya ke kamar.


Kayla dengan cekatan memandikan putranya ,dan menyiapkan segala kebutuhan untuk anaknya.


"Sekarang kamu sudah tampan ,mari kita berangkat ! kamu mau mamah gendong atau jalan"


"ayan "jawab putranya yang melangkah mendahului nya.Kayla hanya terkekeh melihat kelakuan anaknya yang sulit di tebak.


Ia juga langsung mengikuti langkah anaknya dari belakang , membiarkan anaknya berjalan sendiri karena ia ingin melihat perkembangan anaknya.


Jarak antara toko milik nya cukup tidak jauh dari rumah nya .


"Raka sini sayang mama pegang tangan nya , karena di sana takut ada mobil dan motor lewat "Kayla sedikit melangkah cepat mengajar anak nya yang jalan lebih dahulu.


"iya mamah "anaknya langsung berlari dan memegang tangan ibunya.Dengan senyum yang mengembang di kedua ibu dan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2