
Esoknya tomy langsung menghubungi beberapa detektif untuk menyelidiki tentang susan. Tomy juga menyuruh mereka untuk menyambangi kediaman om dan tantenya di london dan mengaku sebagai teman susan untuk menyelidiki apa yang terjadi sebenarnya.
“Gimana by?” Tanya jeny yang baru saja selesai memandikan putranya.
“Semuanya lancar. Terimakasih atas saranya sayang. Do'akan semuanya berjalan semestinya.” Senyum tomy menjawab dan kembali meletakan ponsel miliknya setelah sebelumnya menghubungi orang orang yang di percayainya.
“Itu pasti.” Angguk jeny tersenyum.
Tomy melangkah mendekat kemudian mendudukan dirinya di tepi ranjang. Senyumnya kembali mengembang sempurna ketika mendapati buah hatinya yang bergerak aktif sembari memasukan jari jari kecilnya ke dalam mulut.
“Jangan gigit jari sayang..” Katanya pelan sambil menghalangi putranya menggigit jarinya sendiri.
Ketika tomy meraih tangan kecilnya, faraz menggenggam erat jari sang papah. Bayi tampan itu menatap wajah tampan tomy dengan tatapan polosnya. Faraz memang belum bisa tersenyum apa lagi bergumam karna memang usianya yang bahkan belum genap 1 bulan.
Tomy melirik istrinya yang sedang sibuk memilih baju yang akan di kenakan putranya. Jeny memang selalu menangani putranya sendiri. Mulai dari memandikan, mengganti popok, bahkan sampai mengurus segala keperluan bayi itu.
“Sayang..” Panggil tomy pelan.
“Hem..”
Tomy menghela nafas. Tidak tega rasanya melihat istrinya yang kelelahan sendirian. Jeny juga sering tidak bisa tidur saat malam hari karna faraz yang tiba tiba menangis dan tidak mau di baringkan di atas ranjang sampai menjelang pagi. Alhasil jeny harus mengayunya bahkan sampai tertidur dengan posisi duduk di atas sofa dengan faraz yang tetap aman di dekapanya.
“Bagaimana kalau aku carikan baby siter untuk faraz?”
Pertanyaan itu berhasil menarik perhatian jeny yang sedari tadi sedang bingung memilih baju yang akan di pakaikan pada putranya. Jeny mengangkat sebelah alisnya menatap tomy yang tersenyum padanya.
“Baby siter? Untuk apa?” Tanya jeny pelan.
“Ya untuk meringankan beban kamu sayang.. Supaya kamu bisa istirahat dengan tenang dan faraz juga ada yang mengurus.” Jawab tomy santai.
Jeny tersenyum mendengarnya. Pemikiran suaminya memang tidak seimbang dengan pemikiranya. Tomy pikir mengurus bayi mungkin merepotkan. Tapi bagi jeny itu sangat menyenangkan sebagai seorang ibu Kesibukanya mengurus faraz sendiri adalah bentuk syukurnya atas karunia yang telah tuhan titipkan dan percayakan padanya.
__ADS_1
Jeny meraih baju bermotif jerapah untuk di kenakan putranya kemudian melangkah menjauh dari lemari baju putranya mendekat ke ranjang dimana tomy dan putranya berada.
“Aku sama sekali tidak merasa apa yang aku lakukan adalah beban by..” Katanya.
Tomy melirik jeny yang kini berada di sampingnya. Istrinya memang wanita yang sangat telaten dalam menekuni sesuatu.
“Aku seorang mamah sekarang. Mengurus faraz adalah tugas utamaku sebagai seorang mamah. Dan aku senang dengan tugas ini.”
“Sayang tapi aku lihat kamu kurang istirahat akhir akhir ini.. Kamu sering terbangun tengah malam sampai pagi kadang kadang.” Kata tomy menatap sendu wajah cantik istrinya.
Jeny tertawa pelan. Menjadi seorang mamah memang tidak mudah. Jeny harus benar benar sabar dan telaten. Jeny juga harus bisa menahan diri untuk tidak marah apa lagi sampai berkeluh kesah jika putranya sedang rewel.
“Itu memang konsekuensinya by.. Tapi aku baik dan aku senang melakukanya. Kamu nggak perlu khawatir berlebihan. Ada bibi dan mbak sisi yang siap membantu aku.” Senyum jeny.
Tomy menghela nafas. Pria tampan itu kemudian mengangggukan kepalanya tidak bisa lagi membalas ucapan istrinya. Tomy merasa kalah dengan jawaban tenang yang di lontarkan istrinya. Dan tomy juga tau istrinya memang wanita yang mandiri juga tangguh.
“Baiklah..” Angguk tomy menghela nafas.
Jeny tersenyum mendengarnya.
“Aku juga sangat mencintai kamu istriku..” Balas tomy yang juga ikut mengungkapkan rasa cintanya yang begitu besar pada jeny.
Di sisi lain sarah sedang menyiapkan bekal untuk elo. Wanita itu bersenandung kecil sembari menutup kotak makan dimana di dalamnya berisi sandwich coklat kesukaan putranya.
“Mamah..”
Sarah menoleh ketika mendengar suara putranya. Wanita itu tersenyum dan mengusap lembut kepala putra semata wayangnya itu.
“Ada apa sayang?” Tanyanya lembut.
Elo mendongak menatap wajah cantik sarah. Anak kecil itu kemudian menundukan kepalanya dan menghela nafas lesu.
__ADS_1
“Loh, anak mamah kenapa?” Tanya sarah yang mulai menyadari sikap sendu putranya.
“Mamah, papah bukan tinggal di aslama kan mah? Papah di penjala yah..?”
Pertanyaan sendu elo membuat sarah menelan ludahnya. Sarah sudah berusaha menutupinya dari elo. Tapi sebisa apapun dirinya menutupi elo akhirnya bisa mengetahui dengan sendirinya.
“Teman elo bilang yang masuk penjala itu olang jahat. Papah olang jahat ya mah?”
Dada sarah terasa sesak mendengarnya. Bagaimana mungkin elo bisa mengetahuinya dengan cepat. Sedang setiap bertemu elo saja lorenzo tidak pernah memakai baju tahanan. Lorenzo selalu mengganti bajunya terlebih dulu berharap putranya tidak merasa kecil hati jika mengetahui dirinya adalah seorang tahanan.
Tes
Tanpa sadar sarah meneteskan air matanya. Sarah tidak tau apa yang harus dia jelaskan pada elo. Elo masih terlalu kecil untuk tau bahwa lorenzo sudah banyak melakukan kejahatan. Selain karna tidak mau elo kecewa, sarah juga tidak mau jika putranya samlai membenci lorenzo.
Sarah buru buru mengusap air matanya kemudian menggelengkan cepat kepalanya. Sarah meraih dagu putranya kemudian mendongakanya lembut menyuruh agar putra tampanya mau membalas tatapanya.
“Papah bukan orang jahat kok.. Papah cuma..”
Sarah berhenti berkata. Wanita itu tidak tau harus mengatakan apa pada elo. Karna berbohongpun ujungnya tidak akan baik untuk putranya. Elo pasti akan lebih kecewa jika tau kejahatan papahnya dari orang lain..
“Eem.. Kita sudah hampir terlambat. Ayo kita berangkat nak..” Kata sarah mengalihkan topik pembicaraanya dengan elo.
Elo menggelengkan kepalanya menolak ajakan sarah. Anak kecil itu kemudian meraih tangan sarah dan menggenggamnya erat.
“Teman elo juga bilang kalau tempat yang banyak polisi itu tempatnya olang olang jahat di hukum mamah. Apa itu benal?” Tanya elo menatap sarah dengan wajah polos.
Sarah tidak bisa lagi membendung air matanya. Tetes demi tetes air mata meluncur bebas membentuk anak sungai di kedua pipinya. Sarah tau berbohong tidak baik. Tapi sarah juga sadar jujur untuk sekarang pada elo juga tidak baik.
“Mamah kenapa nangis? Apa ucapan elo menyakiti mamah?”
Sarah menggelengkan kepalanya. Wanita itu kemudian berlutut di depan putranya dan langsung memeluk tubuh kecil elo erat. Sarah tidak tau harus bagaimana dirinya menjelaskan pada elo. Karna pada kenyataanya lorenzo memang memiliki riwayat tidak baik selama pernikahan mereka. Selain suka main tangan, lorenzo juga mengejar istri orang lain. Yang paling parahnya lorenzo juga melakukan penipuan juga perbuatan kriminal dan hampir mencelakai tomy juga angel.
__ADS_1
“Jangan dengarkan apa kata orang lain sayang. Mamah sama papah menyayangi kamu.”