Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 267


__ADS_3

Jeny meneteskan air matanya mendengar apa yang di katakan oleh suaminya. Apa yang di ucapkan oleh suaminya benar benar membuat jeny merasa terharu.


“Sayang.. Aku tidak pernah memandang kesempurnaan kamu.. Adapun aku suka itu bukan berarti kamu harus wajib mempertahankan. Aku mencintai kamu apa adanya. Aku mengagumi fisik kamu karna aku bersyukur mempunyai dan memiliki kamu. Dan sekarang, meskipun tubuh kamu berubah mau seperti apapun kamu tetap istri aku. Kamu tetap pemilik hati aku..”


Jeny langsung memutar tubuhnya dan memeluk erat leher tomy. Wanita itu menangis dengan bibir tersenyum merasa bahagia mendengar ungkapan penuh ketulusan suaminya.


“Jangan menangis sayang.. Tersenyumlah.. Karna tujuan aku mempertahankan kamu adalah untuk selalu melihat kamu tersenyum dan bahagia.”


Jeny menganggukan kepalanya. Wanita itu kemudian dengan cepat mengusap air matanya menuruti apa yang di katakan suaminya agar tidak menangis.


Tomy melepaskan pelukan istrinya pelan. Di raihnya kedua pipi jeny menggunakan kedua tangan besarnya.


“Mari kita saling melengkapi sayang. Saling percaya dan saling bekerja sama menuju kehidupan bahagia di masa mendatang.” Senyum tomy.


Jeny menganggukan kepalanya setuju. Sesuatu memang perlu di perjuangkan dan di lakukan bersama sebagai pasangan.


Cup


Jeny memejamkan kedua matanya ketika bibir tipis tomy mendarat dengan lembut di keningnya. Bahagia, hanya itu kata yang bisa mewakili seluruh rasa jeny saat ini.


“Percaya sama aku.. Selamanya cinta kita akan terus menyatu. Hingga kita menua. Bahkan jika maut memisahkan kita aku akan memohon pada tuhan supaya kita kembali di persatukan dalam kehidupan abadi. Bersama anak anak kita juga.”


Air mata jeny kembali menetes namun dengan lembut langsung di usap oleh tomy. Pria tampan itu kemudian menghujami seluruh wajah cantik istrinya dengan ciuman.


Deringan ponsel tomy membuat tomy melepaskan jeny. Pria itu merogoh saku celananya dan meraih benda pipih yang terus berdering mengganggunya dan jeny.


“Siapa by?” Tanya jeny.


Tomy menghela nafas.


“Mamah sayang..” Jawabnya.


Jeny mengangguk mengerti. Saat ini perasaan mamah mertuanya pasti sedang sangat kacau. Wanita itu harus pura pura bahagia dan selalu tersenyum di depan suaminya yang sama sekali tidak tau menau tentang kehadiran susan di jakarta.

__ADS_1


“By kok nggak di angkat?” Tanya jeny bingung.


“Aku bingung harus mengatakan apa sama mamah. Mamah pasti ngotot ingin kembali bertemu dengan susan.. Sedangkan susan saja begitu kasar dan berani main fisik sama mamah.. Kalau aku melarang atau tidak mau menemani mamah, mamah pasti akan salah mengartikan maksud aku..”


Jeny menghela nafas pelan. Posisi suaminya saat ini memang sulit. Di cintai oleh adik kandungnya sendiri itu perkara yang tidak mudah. Di tambah lagi mamahnya yang begitu sangat ingin susan mengakuinya.


“By.. Bagaimana kalau kamu membuat kesepakatan dengan susan?”


Tomy mengangkat sebelah alisnya bingung. Pria itu menatap tidak mengerti pada jeny yang tiba tiba menyarankan sesuatu yang rasanya sangat tidak mungkin tomy lakukan.


“Apa maksud kamu jeny?” Tanya tomy tidak mengerti.


Jeny meraih tangan besar suaminya kemudian mengangkat dan menggenggamnya erat. Jeny juga mencium punggung tangan besar suaminya dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.


“Kamu bilang kita harus saling percaya dan saling bekerja sama..”


Tomy mengangguk pelan. Pria itu mengfokuskan tatapanya pada jeny dan mengabaikan ponselnya yang terus berdering dalam genggaman tangan kirinya.


“Susan sangat tergila gila sama kamu by.. Aku yakin susan tidak akan menolak jika kamu ajak untuk membuat sebuah kesepakatan.”


“Sayang..”


“Please dengerin aku dulu by.. Kita lakukan bersama. Aku percaya kamu bisa..” Sela jeny lembut.


Tomy menghela nafas kemudian melengos. Masalah sekecil apapun jika menyangkut susan semuanya tidak akan mudah untuk di selesaikan.


“Kamu tidak tau siapa susan jeny.. Dia itu seperti psykopat. Dia bisa melakukan apa saja selama dia mau..”


Jeny tersenyum kemudian meraih dagu suaminya dan menuntun wajah tampan pria itu agar mau menatapnya.


“Karna aku tidak tau makanya kamu kasih kesempatan aku untuk tau. Caranya ya dengan kita menarik dan memasukan susan ke dalam perangkap kita..”


Tomy diam dan memikirkan apa yang di sarankan istrinya. Jika tomy menolak saran itu jeny pasti akan marah dan menganggap tomy tidak mau bekerja sama denganya. Namun jika tomy menerima saran itu sama saja dirinya memberi celah untuk susan masuk ke dalam rumah tangganya.

__ADS_1


“Apa kesepakatanya?” Tanya tomy pada jeny.


Jeny tersenyum senang. Wanita cantik itu merasa senang karna tomy mau menerima saranya.


“Gini by.. Kamu untuk sementara baik baikin susan.. Jangan buat dia marah apa lagi sampai curiga. Dengan begitu susan pasti tidak akan berulah. Dan pelan pelan susan pasti akan gampang kita tangani.”


Tomy menghela nafas.


“Sayang, kalau begitu caranya yang ada susan nanti salah faham. Terus kalau aku baik baikin dia nanti dia malah ngelunjak dan mengira aku balas perasaan dia..”


Jeny menghela nafas dan berdecak sebal. Tomy sangat susah untuk di ajak kompromi dari dulu.


“Ya udah kalau begitu aku nggak mau ikut ikutan. Kamu urusin aja susan sendiri. Aku males.” Kesal jeny kemudian keluar dari kamar tempat barang barangnya berada meninggalkan tomy yang menghela nafas sendu.


Tomy meraih dress yang di letakan jeny di meja kecil samping cermin besar tersebut dan memasukanya kembali ke dalam lemari kaca tempat dress itu tergantung. Setelah meletakan dress itu pada tempatnya, setelah itu tomy pun melangkah keluar dari kamar itu menyusul jeny yang merajuk karna saranya tidak di setujui oleh tomy.


Pelan pelan tomy melangkah masuk ke dalam kamarnya dan jeny. Pria tampan itu tersenyum menatap istrinya yang berbaring di tengah ranjang dengan posisi membelakanginya. Tomy mendekat ke ranjang king zise mereka kemudian naik dan mensejajari jeny dengan ikut berbaring di sampingnya.


“Sayang.. Bisa tidak rencananya di ubah.. Aku mau kok mengajukan kesepakatan dengan susan. Tapi jangan dengan cara seperti itu..” Kata tomy sambil melingkarkan tanganya di perut jeny.


Jeny mengerucutkan bibir mendengarnya. Hanya dengan membaik baiki susan semuanya akan berjalan lancar. Tapi jika tomy tidak mau tentu saja rencana mereka untuk menyelidiki susan akan sulit dan memakan waktu yang tidak sebentar.


Jeny melepaskan tangan tomy kemudian bangkit dan terduduk menatap kesal pada tomy yang masih juga tidak mengerti dengan rencana yang di rancangnya.


“Kamu nggak ngerti ngerti sih.. Hanya dengan cara itu susan akan mendekat tanpa susah susah kita menyelidikinya. Susan pasti akan sangat terbuka jika kamu bisa mengakalinya.”


Tomy menghela nafas lagi. Pria itu ikut bangkit dari berbaringnya. Pria itu berpikir tidak ada salahnya mengikuti rencana istrinya kali ini.


“Ya udah iya sayang.. Tapi kamu jangan cemburu yah kalau susan manja manja sama aku nantinya..” Senyum tomy menoel ujung hidung mancung istrinya merasa gemas.


“Iisshh.. Dari tadi begitu kenapa? Bikin orang BT aja.” Kesal jeny mencebikkan bibirnya.


Tomy terkekeh pelan kemudian meraih tubuh mungil jeny dan membaringkanya dengan pelan.

__ADS_1


“Sekarang kita istirahat siang dulu. Untuk rencananya nanti kita pikirkan lagi.” Bisik tomy.


__ADS_2