
Sementara itu mata Viola terpejam dengan rasa sakit yang ada tubuhnya terlalu mudah Viola di sakiti hingga Viola seperti wadah untuk disakiti.
Viola pun membuka mata kembali.
Viola pun memandang diri di depan cermin dan menatap diri dengan tatapan sedih.
Hingga dirinya menangis dan menghancurkan kaca yang berada di depan cermin.
Brraakkk ...
"Huhu hiks hiks huhuhu" tangisan Viola tedengar begitu menderita dan begitu dalam penuh kesakitan.
Viola tak menyangka jika dirinya dalam hidup yang menyakitkan
Hingga saat itu Viola merasakan tubuhnya menggigil Kedinginan merasakan sedih yang membara dalam hati.
Mimpi adalah cara terbaik untuk Viola melupakan segala keluh kesah dan asa yang sudah pupus termakan takdir pahit.
Mata Viola pun terpejam lagi dan tanpa terasa dirinya bermimpi.
Dalam mimpi Viola melihat cahaya yang terang dan langit yang cerah hingga dirinya melihat sang suami di depan matanya.
Tanpa terasa dirinya memeluk mendekap erat sang suami yang kini tengah berdiri di hadapannya. Pelukan hangat hingga sanubari begitu viola rasakan. Hingga tangisan Viola curahkan di dalam dekap sang suami, Viola menangis tersedu dengan air mata berlinang menahan rasa sakit dan rindu pada sang suami yang terlihat cuek akhir akhir ini.
"Sayang bawalah aku pergi dari tempat ini aku tak bisa jika tidak dengan mu" kata Viola dalam pelukan dengan air mata mengalir dan sesegukan.
"Aku takan pergi dari mu, aku janji" jawab Randy.
"Aku sangat mencintai mu jangan tinggalkan aku" kata Viola lagi.
"Tentu aku pun begitu dirimu satu-satunya wanita di hati ku saat ini Viola kaulah istri tercinta" kata Randy mendekap Viola erat dan dalam.
Hingga Viola yang sedang terbalut dalam mimpi yang indah bersama sang suami yang kini dalam dekapan.
Tiba-tiba....
__ADS_1
Bruuuggghhhh... Suara pintu terbuka lebar dan Viola kaget atas suara yang membangunkan dirinya saat itu.
"Bangun dan segera layani pria yang baru lagi, pakailah baju ini" sebuah kata kata maut yang terdengar sangat menjijikan di telinga Viola.
Viola pun hanya terdiam dan merasakan sakit setelah ia sadar bahwa dirinya hanya bermimpi.
"Aku bermimpi" Kata Viola yang menatap ke jendela.
"Mas semoga mimpi ku ini menjadi nyata, aku tak sanggup untuk di sini. Segara bawalah aku pergi dari tempat ini mas" kata Viola yang merasakan sedih yang mendalam.
Hingga Viola pun di paksa untuk mengganti baju yang diberikan oleh Eflin dan wajah Viola di make up agar lebih terlihat cantik dan mempesona. Viola pun hanya menelan salivanya dalam-dalam, dirinya dalam hal ini tak pernah tahu siapa yang akan ia layani. Berharap tidak ada dan dirinya tak laku untuk di jual, sampai hari dimana dia dapat di pertemukan kembali dengan suaminya nanti.
"Senyumlah" kata Eflin.
"Bagaimana aku bisa tersenyum jika hati ku saja menderita" kata Viola.
"Lakukan itu jika dirimu tak mau aku siksa dengan menambah jam terbang mu" kata Eflin.
Viola terdiam dan berusaha tersenyum palsu untuk hal yang paling tidak ia sukai. Paling tidak tersenyum kaku penuh dusta dan merasa terhina seperti hidup tak berguna dan mati pun tak menyelesaikan apa-apa.
Hingga Viola kembali melayani pria yang haus akan belaian begitu pun Viola yang tak pernah tersentuh sekalipun dengan seroang suami yang jauh nan disana.
Viola menatap penuh dengan tatapan kosong tanpa arti. Berharap segera berakhir dan suami nya segera menjemput dirinya.
Hingga saat itu.....
Viola menyapa bintang langit penuh sakit dan perih batin.
.
.
.
Begitu pula dengan Randy dan Jane yang sedang menikmati candle light dinner di sebuah restauran mewah di Bali sambil menatap bintang dan langit yang begitu indah.
__ADS_1
Menjalani hari bahagia mengulang kisah mereka bersama seperti mereka merasa tak ada yang tersakiti dengan kemesraan mereka berdua.
Randy dan Jane saling tesenyum saling menatap satu sama lain, menikmati hari bahagia.
"Begitu indah malam ini" kata Jane.
"Ya sayang" ucap Randy memberikan sebuah hadiah yang ia taruh di atas meja.
"Bukalah" kata Randy.
"Apa ini mas?" Tanya Jane kepada Randy.
"Hadiah lalu apalagi? Bukalah " kata Randy.
Lalu dengan cepat Jane pun membuka dengan cepat dan melihat isi dari sebuah hadiah yang di berikan. Dan ternyata adalah sebuah cincin mewah yang terlihat elegan dan mahal.
"Ini untuk ku" kata Jane yang tak menyangka di berikan hadiah oleh Randy.
"Iya itu tanda aku melamar mu" kata Randy yang mencium tangan Jane dan membelai tangan Jane.
"Kita akan menikah mas?" Tanya Jane.
"Iya kita akan menikah sayang, cinta akan bersatu dalam ikatan halal kita akan bahagia bersama dengan cinta dan kasih kita akan memiliki keluarga bahagia dan saling mencintai" Kata Randy tersenyum.
Keduanya pun saling berpelukan dan lalu berdansa bersama, memeluk erat dan penuh cinta.
.
.
Jika Randy dan Jane saling memadu kasih dan cinta bersama tidak ada yang menggangu.
Beda halnya dengan Viola yang sedang menunggu suaminya yang datang agar segera menjemput, di sebuah tempa hina di mana Viola harus tiap hari penuh siksa karena melayani pria hidung belang.
Sungguh menyedihkan.........
__ADS_1
Bahkan air mata Viola belum sempat mengering sudah kembali basah dengan kesakitan sebuah kenyataan yang tak pernah ia inginkan.