Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 218


__ADS_3

Angel menatap sendu barang barangnya yang sudah dia packing rapi di dalam 2 koper besarnya. Sebenarnya semua yang ada di dalam koper itu tidak bisa di klaim sebagai miliknya karna dokter axel lah yang membelikanya. Dan tadi selesai membantunya membereskan barang barang itu dokter axel langsung pergi karna ada telephone dari rumah sakit tempatnya bekerja. Sebenarnya Angel sedikit bingung karna setahunya dokter axel sudah tidak pernah lagi pergi ke rumah sakit. Dokter axel hanya fokus merawat dan menjaganya setahu angel.


“Apa mungkin dia bohong sama aku?” Gumam Angel bertanya tanya pada dirinya sendiri.


Angel menghela nafas. Wanita itu mencoba membuang jauh jauh pikiran negatifnya terhadap dokter Axel. Angel berusaha untuk percaya bahwa dokter tampan itu memang sedang ada pekerjaan mendadak. Angel juga yakin dokter axel tidak mungkin membohonginya. Dokter axel perduli padanya.


“Nggak, aku nggak boleh mikir buruk tentang dokter axel. Dia perduli sama aku..” Gumamnya yakin.


Angel menoleh kembali pada kedua kopernya yang berada di atas ranjang. Wanita itu kemudian tersenyum tipis dan melangkah keluar dari kamarnya. Angel berpikir untuk membuatkan sesuatu untuk dokter axel sebelum dirinya pergi dari rumah itu.


Ketika melewati sebuah pintu kamar yang berada tidak jauh dari tangga langkah angel berhenti. Wanita cantik itu menatap penasaran pintu itu. Dokter axel tidak pernah sama sekali terlihat keluar ataupun masuk dari kamar tersebut. Dan juga kamar itu selalu tertutup rapat seperti tidak boleh ada satupun orang yang masuk ke dalam kamar tersebut.


Angel menelan ludahnya. Dokter axel tidak pernah mengatakan angel tidak boleh masuk ke kamar itu. Dan angel yakin dokter axel tidak akan marah jika dirinya masuk dan melihat apa yang berada di dalam kamar itu.


Angel melangkahkan kakinya menuju pintu kamar tersebut. Pelan pelan di sentuh dan di putarnya handle pintu kamar itu. Angel mendorongnya pelan dan membuka lebar pintu kamar tersebut.


Angel terdiam ketika melihat isi dari kamar tersebut. Kamar bernuansa pink lengkap dengan banyak boneka dengan warna senada.


Angel mengeryit bingung juga penasaran. Wanita itu kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar serba pink tersebut mulai dari tembok bahkan sampai cat dari jendela di kamar itu. Semua barang barang di kamar itu bahkan pink semua. Boneka dari ukuran yang sangat kecil sampai yang berukuran jumbo pun semuanya berwarna pink. Dan itu semua membuat angel berasumsi mungkin kamar itu adalah kamar seorang gadis.


“Apa mungkin ini kamarnya adik dokter axel?” Gumam angel bertanya tanya.

__ADS_1


Angel menyapukan pandanganya. Saat itu juga angel menyadari banyak photo terpajang di dinding warna pink itu. Photo seorang gadis kecil dengan senyuman manis yang membuat angel ikut tersenyum melihatnya. Dan entah kenapa melihat senyuman manis gadis di dalam photo itu hati angel merasa ngilu. Dadanya terasa sesak hingga matanyapun ikut terasa panas.


Angel menghirup oksigen di sekitarnya dalam dalam kemudian menghembuskanya pelan. Wanita cantik itu berusaha menghilangkan rasa sesak di dadanya yang semakin terasa menghambat pernafasanya sehingga nafas angel mulai tidak beraturan.


“Siapa gadis kecil itu.. Kenapa menatapnya dadaku terasa sesak..” Lirih angel dengan nafas tersengal.


Angel meraih satu pigura photo berukuran sedang dari sekian banyak photo yang terpajang. Wanita itu menatap lekat wajah gadis cantik di dalam photo itu. Tanpa sadar air mata angel menetes dan jatuh tepat di permukaan photo yang di pegangnya.


“Ya tuhan.. Perasaan apa ini..” Gumam angel dengan nafas tersendat.


Angel memejamkan kedua matanya sesaat kemudian membukanya kembali. Angel tidak tau siapa gadis kecil dalam photo itu tapi entah kenapa hatinya berdenyut ngilu seperti orang yang sedang merasa kehilangan.


Angel mendudukan dirinya di atas ranjang berseprai motif hello kitty dengan selimut berwarna pink dan motif senada.


“Apa mungkin gadis kecil ini adiknya dokter axel?”


Angel kembali menghirup oksigen di sekitarnya dalam dalam kemudian kembali menghembuskanya berlahan. Setelah itu angel kembali mengedarkan pandanganya sampai akhirnya pandangan angel berhenti pada salah satu photo gadis kecil itu dengan kepala botak serta wajah pucat. Namun gadis kecil di dalam photo itu masih bisa tersenyum begitu manis. Dan senyuman manis gadis kecil itu sama persis seperti senyuman dokter axel. Mereka berdua begitu mirip bahkan seperti pinang di belah dua.


Air mata angel kembali menetes. Rasa sedih juga kehilangan tiba tiba merayapi hatinya membuat angel tidak bisa membendung tetes demi tetes air matanya.


“Ya tuhan.. Kenapa dengan hatiku.. Kenapa sakit sekali..” Tangis angel sambil memukul mukul dadanya sendiri.

__ADS_1


Angel menggelengkan kepalanya. Tubuhnya terguncang hebat karna tangisanya. Nafasnya bahkan sampai tersendat sendat karna isakanya. Angel tidak tau kenapa hatinya bisa begitu sakit hanya karna menatap senyuman manis gadis kecil itu.


Tidak mau terus menerus merasakan sakit di hatinya angel pun akhirnya bangkit dari duduknya di atas ranjang dan melangkah keluar dari kamar itu. Angel menutup cepat pintu kamar itu. Kamar bernuansa pink yang entah kenapa bisa membuatnya merasa sakit yang amat sangat di hatinya hanya karna sebuah photo gadis kecil yang angel sendiri tidak tau siapa. Entah itu adik atau bahkan mungkin saudara kembarnya dokter axel angel tidak tau.


“Angel sudah sembuh axel.. Sudah tidak ada yang perlu di khawatirkan.”


Dokter axel terdiam mendengar jawaban atas pertanyaanya pada dokter yang selama ini selalu mengecek keadaan angel.


“Tapi dok.. Kenapa sampai saat ini ingatanya belum juga pulih..?”


Pertanyaan dokter axel mengundang gelak tawa pria baya di depanya. Pria itu juga menggelengkan kepalanya merasa lucu dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh dokter muda nan tampan di depanya.


“Axel kamu juga seorang dokter.. Harusnya kamu bisa memahami tentang masalah ingatan angel.” Katanya.


Dokter axel hanya diam saja mendengarkan. Dirinya tau tentang hal itu. Hanya saja pria tampan berkemeja coklat susu itu berharap ada cara yang lebih mudah untuk membuat angel kembali mengingat tentang hal hal yang di lupakanya saat ini.


“Dari awal saya sudah bilang bukan? Kuncinya adalah ketelatenan dan kesabaran. Pelan pelan axel.. Kamu ingatkan angel pelan pelan tentang masa indahnya dulu.. Jangan dulu mengingatkanya tentang hal yang menyakitkan.. Itu akan menimbulkan hal buruk untuk syarafnya.”


Dokter axel tetap diam. Dokter axel sendiri merasa tidak sanggup jika harus kembali mengingat masa lalu indah berujung lukanya dengan angel. Semua itu akan menyiksa dirinya sendiri karna secara sengaja menggali sendiri apa yang sudah berusaha dokter axel kubur dalam dalam.


“Saya tidak bisa dokter.. Semua itu terlalu menyakitkan untuk saya.”

__ADS_1


__ADS_2