
Leo menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah sederhana yang berada di area perkampungan padat penduduk. Pria berbaju serba hitam itu menoleh pada tomy dan dokter axel yang juga mengenakan baju dengan warna yang sama.
“Jadi selama ini dia sembunyi disini?” Tanya leo pada tomy dan dokter axel.
Tomy menghela nafas. Setahunya lorenzo adalah orang kaya. Namun setelah bangkrut pria itu tiba tiba menghilang tanpa jejak dan diam diam merencanakan untuk membunuh tomy tanpa harus mengotori tanganya sendiri.
“Mungkin ini tempat persembunyianya pak leo.” Jawab dokter axel.
Leo menganggukan kepalanya. Pria itu kemudian menyapukan pandanganya ke seluruh sekitar tempat itu. Disana suasananya masih sangat asri dan ramai oleh anak kecil. Tidak ada satupun kendaraan yang lewat bahkan beberapa orang yang mungkin adalah penduduk disana menggunakan sepeda sebagai kendaraanya.
“Kalian berdua yakin lorenzo ada disini?” Tanya leo lagi.
“Menurut informasi yang di berikan reyhan iya. Lorenzo beberapa kali masuk kampung ini kemudian keluar masuk rumah ini seperti rumahnya sendiri.” Jawab tomy.
Leo menganggukan kepalanya. Entah seperti apa seorang lorenzo itu sehingga bisa menyeretnya, dokter axel, juga tomy ke dalam satu masalah yang sama.
“Kita turun sekarang.” Kata tomy tegas.
“Oke..” Angguk kompak leo dan dokter axel.
Ketika tomy, dokter axel, juga leo turun dari mobil tiba tiba reyhan, rolan, dan rio datang dengan pakaian serba hitam juga. Mereka mengendari sepeda motor dengan gaya coolnya dan berhenti tepat di samping mobil leo.
“Kalian. Ngapain kalian kesini?” Tanya leo mengangkat sebelah alisnya bingung.
Reyhan dan yang lainya turun dari motornya dan tersenyum menatap leo.
“Kami hanya ingin membantu pak.” Jawab reyhan mewakili kedua temanya.
Tomy tersenyum mendengarnya. Reyhan begitu sangat perduli padanya. Padahal tomy sudah memberikan cuti pada reyhan serta bonus dan liburan karna berhasil mengetahui dimana lorenzo berada. Namun sepertinya pria itu merasa tidak puas dengan hasil kerjanya sendiri sehingga sekarang menyusulnya untuk membantu.
“Terimakasih..” Senyum dokter axel.
“Sama sama pak..” Angguk reyhan.
Leo memutar kedua bola matanya jengah. Hanya menangkap seorang lorenzo saja mereka sampai berkomplot dengan 3 orang lagi detektif. Rasanya seperti lorenzo itu orang yang sangat hebat.
__ADS_1
“Kalau begitu saya, dokter axel, dan pak leo masuk ke dalam. Kalian tolong jaga di luar siapa tau lorenzo tiba tiba kabur.” Kata tomy.
“Baik pak.” Kompak rolan, rio, dan reyhan.
Tomy mengangguk pelan. Pria itu dengan gaya coolnya melangkah mendekat ke rumah sederhana itu kemudian masuk dengan dokter axel dan leo yang berada di belakangnya.
Ketika sampai di ruang ramu sempit rumah itu tomy langsung menyapukan penglihatanya. Ruang tamu itu begitu rapi dan bersih.
Tidak jauh berbeda dengan tomy, dokter axel dan leo pun melakukan hal yang sama. Mereka bahkan langsung mengeluarkan pistol dari saku celananya ber antisipasi kalau lorenzo menyerang tiba tiba.
Bruk !! Dog !! Dog !!
Suara gaduh seperti benda jatuh membuat tomy dan yang lainya langsung waspada. Mereka bertiga kemudian berjalan pelan mencoba mendengar darimana suara gaduh tersebut.
“Sepertinya dari dalam ruangan itu.” Kata leo menunjuk sebuah pintu yang ada di lorong sempit rumah sederhana itu.
“Kita kesana.”
Dokter axel dan leo mengangguk. Mereka berjalan pelan dan hati hati. Suara gaduh seperti orang sedang memukul mukul meja itu semakin terdengar keras. Sesampainya di depan pintu itu tomy langsung menendangnya sampai terbuka.
“Sarah..”
Tomy langsung mendekat pada sarah dan membuka lakban yang membuat sarah tidak bisa berbicara. Pria itu kemudian melepaskan ikatan sarah.
“Tomy tolong aku.. Tolong selamatkan kedua orang tua aku.. Lorenzo sedang menuju ke rumah kedua orang tua aku sekarang... Aku takut lorenzo mencelakai kedua orang tuaku dan anakku..” Kata sarah sambil menangis.
Tomy terdiam sesaat. Entah rencana apa yang sedang di susun oleh lorenzo. Mungkin pria itu tau apa yang sudah tomy lakukan pada dokter malik.
“Kenapa kamu bisa disini?” Tanya tomy menatap sarah curiga.
“Lorenzo menyekapku disini saat aku akan keluar kota tomy.. Dia meminta uang sama aku agar bisa kabur ke luar negeri. Karna sampai sekarang aku nggak mau kasih akhirnya dia marah dan memukul aku. Dia juga mengancam akan melukai anak dan kedua orang tuaku.. Tolong aku.. Aku mohon...” Jelas sarah dengan tangisnya.
Tomy menatap leo dan dokter axel yang hanya diam saja di depan pintu. Sedangkan sarah, wanita itu terus menangis dengan keadaanya yang sangat berantakan.
Tomy menatap sarah dari atas sampai bawah. Dari baju formal yang dia kenakan tomy yakin sarah memang akan bekerja. Dan dari kotornya baju formal yang di kenakan sarah tomy juga yakin wanita itu tidak hanya 2 atau 3 hari di sekap oleh lorenzo. Di tambah dengan memar di beberapa bagian wajah cantiknya. Seperti di sudut bibir sampai sekitar mata juga keningnya.
__ADS_1
“Jadi lorenzo tidak ada disini?” Tanya tomy masih tidak percaya pada sarah.
“Sumpah demi tuhan tomy aku tidak bohong. Lorenzo pergi sekitar 1 jam yang lalu. Dia juga membawa mobil dan handphone aku.” Jawab sarah terus saja menangis.
Tomy menghela nafas. Tomy tidak mau terjebak karna tipuan lorenzo lagi. Pria itu kemudian menjauh dari sarah dan mendekat pada leo dan dokter axel.
“Saya minta tolong kalian berdua jaga wanita itu disini. Saya akan ke rumah orang tuanya.” Kata tomy.
Dokter axel menggelengkan kepalanya. Lorenzo sangatlah licik. Pria itu bahkan bisa menyusun rencana yang melibatkan banyak tersangka palsu.
“Pak tomy tapi ini sangat berbahaya.” Kata dokter axel.
“Saya kesana sama reyhan.” Jawab tomy.
“Pak tomy maaf.. Tapi ada baiknya kita periksa seluruh rumah ini dan sekitarnya dulu. Takutnya ini hanya tipuan lorenzo saja.” Kata leo berpendapat.
Tomy terdiam sesaat. Pria itu melirik sarah yang menangis kebingungan di tempatnya. Wanita itu tampak sangat ketakutan dengan keadaan kumal.
“Oke. kita periksa rumah ini dan sekitarnya dulu.” Angguk tomy setuju.
Tomy menyuruh reyhan dan yang lainya memeriksa sekitar pekarangan rumah itu. Sedangkan tomy menggeledah sendiri setiap ruangan di rumah itu memastikan bahwa apa yang di katakan sarah memang benar.
“Bagaimana?” Tanya dokter axel yang menjaga sarah.
“Tidak ada. Di luar juga tidak ada.” Jawab tomy menahan kekesalanya.
Leo hanya diam saja. Pria itu diam diam melirik sarah yang terus saja menangis terisak dan terduduk di lantai. Leo tidak mengenal wanita itu. Tapi melihatnya menangis terduduk di lantai tak berdaya membuat leo merasa iba juga kasihan.
“Pak leo, dokter, saya titip sarah sama kalian berdua. Saya akan ke rumah orang tuanya bersama reyhan. Jika kalian menyusul bahwa serta saja dia.” Kata tomy menatap leo dan dokter axel bergantian.
“Ya pak tomy. Hati hati.” Angguk dokter axel.
Dengan langkah lebar tomy keluar dari rumah sederhana itu. Kedua tanganya mengepal erat dengan tatapan tajam menahan emosinya karna merasa di permainkan oleh lorenzo.
“Saya yang bawa motornya.”
__ADS_1