
“Ikatan apa pak leo?”
Leo menelan ludahnya. Pria tampan berambut coklat itu menyesal karna sudah mengungkit tentang apa yang sama sekali tidak di ingat angel.
“Jangan membuat aku penasaran. Ikatan indah apa yang pernah kita jalani?” Tuntut angel menatap leo serius.
Leo bingung sendiri. Jika dirinya mengatakan apa yang pernah terjadi antara dirinya, angel, dan dokter axel angel pasti tidak akan percaya. Bahkan bukan tidak mungkin angel akan marah padanya dan menuduhnya berbohong.
“Eemm.. Angel maaf.. Saya hanya bercanda. Kita tidak ada hubungan apapun sebelumnya.”
Angel mengeryit bingung. Ekspresi leo tadi tidak seperti orang yang sedang bercanda. pria itu mengatakan tentang ikatan indah mereka dengan sangat serius.
“Angel.”
Angel langsung menoleh ke arah sumber suara. Senyumnya mengembang ketika mendapati dokter axel sudah kembali dengan keadaan baik dan tanpa kurang suatu apapun.
“Dokter...” Lirihnya kemudian berlalu dari samping leo dan mendekat pada dokter axel.
Dokter axel tersenyum lega. Kini dokter malik sudah berada di tempat yang seharusnya. Cara tomy memang sangat ampuh meskipun licik. Dan dokter axel sangat memuji kemampuan tomy tadi.
“Dokter kenapa lama? Mana suaminya jeny?” Tanya angel dengan wajah sendu.
“Ada sesuatu yang perlu di selesaikan. Pak tomy langsung pulang tadi.” Jawab dokter axel.
Angel menganggukan kepalanya mengerti. Wanita itu kemudian meraih tangan dokter axel.
“Aku bikin cake. Dokter mau coba?” Tanyanya menawarkan.
Dokter axel menatap leo yang hanya diam di tempatnya kemudian tersenyum.
“Boleh.”
Dengan sangat antusias angel menuntun dokter axel menuju meja pantri. Wanita cantik itu kemudian meraih satu cup cakenya dan memberikanya pada dokter axel. Sedangkan leo, pria itu tersenyum hambar. Sedari tadi menemani angel, wanita itu bahkan sama sekali tidak menganggapnya ada.
“Bagaimana rasanya dokter?” Tanya angel menatap dokter axel yang sedang mengunyah cake buatanya.
“Emm.. Rasanya tidak buruk.” Jawab dokter axel tersenyum tipis.
Angel tersenyum senang. Meskipun dokter axel tidak menjawab bahwa cake buatanya enak namun kata tidak buruk juga sudah mampu membuat angel merasa bahagia dan di hargai.
__ADS_1
“Emm.. Angel kamu bisa tidak siapkan air hangat untuk saya?”
Leo mengangkat sebelah alisnya mendengar permintaan dokter axel pada angel. Pria itu menyuruh angel seolah angel adalah pasangan hidupnya.
“Baik dokter. Dengan senang hati.” Senyum angel kemudian berlalu cepat.
Dokter axel tersenyum menatap punggung angel yang mulai menjauh. Pria tampan itu kemudian melirik leo yang hanya diam saja dengan tatapan tidak suka padanya.
“Bisa kita bicara sebentar?” Tanya dokter axel pada leo pelan.
“Bicara apa? Bukankah kalian berdua sudah cukup hebat karna berhasil menangkap si tua bangka itu?” Tanya leo sinis.
Dokter axel tertawa mendengarnya. Bukan niatnya tidak menyertakan leo. Namun jika leo ikut denganya dan tomy angel tidak ada yang menjaga.
“Bukan hanya saya dan pak tomy. Tapi ada reyhan, rolan, juga rio.”
“Huh. Dasar beraninya main kroyokan.” Ejek leo sinis.
Dokter axel menggelengkan kepalanya. Meskipun dulu dirinya selalu terlibat adu jotos dengan leo jika bertemu tapi sekarang mereka sudah menjadi teman satu tim. Misi mereka sama yaitu ingin mengungkap kejahatan dokter malik. Dan sekarang kejahatan pria tua itu sudah terbongkar berkat kelicikan tomy.
“Pak leo. Dokter malik sudah berada di tempat yang seharusnya. Namun lorenzo belum. Kami, saya dan pak tomy butuh bantuan anda untuk sama sama menangkap pak lorenzo.” Kata dokter axel.
Dokter axel berdecak. Ternyata leo sangat kekanak kanakan.
“Ya sudahlah kalau tidak mau.” Kesal dokter axel kemudian berlalu meninggalkan leo sendirian di dapur.
Di tempat lain, tepatnya di kediaman mewah tomy, Jeny tampak gusar menatap layar ponselnya. Hari sudah mulai gelap namun tomy belum juga pulang. Dan jeny sangat khawatir mengingat apa yang di katakan oleh angel siang tadi.
“Ya tuhan.. Kenapa sampai jam segini tomy belum pulang juga..” Gumam jeny gelisah.
Jeny mondar mandir di depan pintu utama rumahnya. Perasaanya mulai tidak enak. Jeny takut sesuatu yang buruk kembali terjadi pada susminya.
Tintiiinn ..
Suara klakson mobil dari arah gerbang membuat jeny menoleh dengan cepat. Wanita itu tersenyum lega ketika melihat mobil mewah suaminya mulai memasuki halaman luas kediamanya. Jeny langsung melangkah cepat mendekat pada mobil tomy yang baru saja berhenti.
“By...” Senyum jeny langsung berhambur memeluk tomy begitu suaminya turun dari mobil.
“Aku khawatir sama kamu.. Dari tadi sore kamu nggak bisa di hubungi. Aku takut kamu kenapa napa..”
__ADS_1
Tomy tersenyum mendengarnya. Tomy memang sengaja mematikan ponselnya. Bukan bermaksud membuat istrinya khawatir. Tomy hanya ingin fokus saat menghadapi dokter malik.
Tomy membalas lembut pelukan erat jeny. Dengan penuh sayang di usapnya punggung jeny. Tomy juga mengecup beberapa kali rambut wanita cantik itu.
“Kamu nggak perlu khawatir sayang. Aku pasti akan baik baik saja..” Lirih tomy.
Jeny memejamkan kedua matanya di dada bidang suaminya. Usapan lembut tangan tomy di punggungnya membuat jeny merasa nyaman, aman, juga terlindungi. Tiba tiba jeny teringat dengan apa yang di katakan angel siang tadi padanya lewat sambungan telephone.
Jeny melepaskan pelukanya kemudian mendongakan kepalanya menatap wajah tampan suaminya.
“Mbak angel bilang tadi siang kamu datang ke rumah dokter axel..”
Tomy tersenyum dan menganggukan kepala mengiyakan ucapan istrinya. Tomy tidak menyangka jika angel menghubungi istrinya hanya untuk melapor tentang kedatanganya siang tadi.
“Mbak angel juga bilang kalian berdua seakan tidak mengizinkan mbak angel tau apa yang kalian bicarakan.”
Tomy kembali menganggukan kepalanya mengiyakan. Pria tampan itu menatap wajah cantik penuh penasaran jeny dengan senyuman yang tidak kunjung pudar dari bibir tipisnya.
“Memangnya apa yang kalian bicarakan?” Tanya jeny pelan.
Tomy tertawa mendengar pertanyaan istrinya. Ternyata jeny juga sama penasaranya seperti angel.
“Jadi kamu juga ingin tau?” Tanya tomy meledek istrinya.
Jeny menganggukan kepalanya dengan wajah polos menjawab pertanyaan meledek suaminya. Jeny bukan tidak percaya pada tomy. Jeny hanya penasaran ingin tau dengan apa yang di lakukan dokter axel dan suaminya.
“Cium aku dulu baru aku kasih tau..” Senyum tomy sambil menyentuh bibirnya.
Jeny tersenyum malu malu mendengarnya. Wanita cantik itu kemudian menatap ke arah gerbang dimana pak satpam sedang berdiri. Tidak mungkin jika jeny mencium suaminya di depan pak satpam.
Tomy yang mengerti dengan tatapan jeny pada pak satpam tersenyum dan menganggukan pelan kepalanya.
“Baiklah.. Kamu cium aku nanti saja di dalam.” Senyum tomy.
“Tapi kamu belum menjawab pertanyaan aku by..”
Tomy meraih pipi chuby jeny dan membelainya penuh kasih sayang juga cinta.
“Kamu juga kan belum cium aku sayang..”
__ADS_1