Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 205


__ADS_3

Selesai makan malam tomy langsung mengajak jeny ke lantai 2 rumahnya. Pria itu dengan sangat telaten menuntun istrinya ketika menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya.


“Kamu pelan pelan sayang kalau naik ataupun turun tangga. Atau mungkin kamu bisa panggil mbak sisi atau bibi untuk membantu kamu.” Kata tomy merasa kasihan pada jeny yang mulai pelan berjalan karna perutnya yang semakin membuncit.


Jeny tertawa menanggapinya. Sesusah apapun dirinya berjalan jeny tidak akan pernah mengeluh. Jeny tau itulah resiko menjadi seorang wanita. Mengandung dan membawa kemanapun dirinya pergi janin dalam kandunganya. Dan jeny selalu merasa itulah perjuangan terindah yang sedang dia jalani. Perjuangan untuk berbagi kehidupan dengan makhluk kecil tak berdosa yang akan memanggilnya dengan sebutan mamah.


“Jangan bilang aku berlebihan. Kamu itu udah besar perutnya. Jadi harus lebih ekstra hati hati. Pokonya aku nggak mau sampe kamu dan anak kita kenapa napa.” Lanjut tomy.


“Iya iya suamiku sayang... Aku bakal hati hati banget. Aku bakal jaga dengan baik anak kita.” Senyum jeny.


Tomy tidak lagi membalas. Pria tampan itu hanya mengusap usap pinggang istrinya penuh kelembutan. Tomy tau jeny pasti banyak merasakan sakit pada bagian tubuh tertentunya. Apa lagi sekarang berat badanya naik pesat. Bisa saja kakinya merasa pegal karna menyangga tubuhnya yang 2 kali lipat dari berat badanya yang dulu.


“By...” Panggil jeny manja.


Tomy membuka pelan pintu kamarnya dan terus menuntun jeny melangkah masuk.


“Ya sayang.. Kenapa?” Saut tomy bertanya sambil mendudukan jeny di tepi ranjang.


“Kamu kan janji mau cerita sama aku tentang apa yang kamu bicarakan sama dokter axel tadi..” Rengek jeny menatap tomy dengan wajah memelas.


Tomy tersenyum mendengarnya. Pria tampan itu kemudian ikut mendudukan dirinya di samping jeny. Di raihnya tangan jeny dan di genggam dengan lembut.


“Kalau begitu cium aku dulu.” Senyum tomy menunjuk bibirnya.


Jeny tersenyum. Wanita cantik itu kemudian mengecup bibir tomy. Namun ketika jeny hendak menyudahi ciumanya tomy menahanya. Pria tampan itu menikmati bibir jeny dengan ********** menyesap manis bibir istrinya yang selalu berhasil menjadi candunya.


Ketika merasa jeny mulai kekurangan oksigen untuk bernafas tomy melepaskan tautan bibirnya. Pria itu tersenyum dan mengusap lembut bibir basah jeny dengan ibu jarinya.


“Manis..” Gumamnya menatap jeny dalam.

__ADS_1


Wajah jeny langsung merona mendengarnya. Wanita cantik itu kemudian memeluk tubuh kekar tomy menyembunyikan wajah meronanya di dada bidang pria tampanya.


Tomy tertawa pelan. Di balasnya lembut pelukan jeny.


“Jadi apa yang ingin kamu tau sayang?” Tanyanya sambil mengusap lembut punggung jeny.


“Semuanya by. Ceritakan semuanya.” Jawab jeny pelan.


Tomy menganggukan kepalanya. Pria itu mencium puncak kepala jeny.


“Tadi siang reyhan menunjukan video rekaman saat dokter malik dan lorenzo bertemu. Memang di video itu tidak terdengar percakapan antara dokter malik dan lorenzo.. Tapi melihat dari ekspresi keduanya sepertinya mereka sedang berdebat kecil.”


Jeny menghela nafas. Berarti memang benar apa yang di katakan oleh sarah padanya. Lorenzo ada hubungan dekat dengan dokter malik.


“By apa benar semua ini ulah kak lorenzo?” Tanya jeny.


Tomy mengeryit. Entah kenapa tomy selalu merasa tidak nyaman jika jeny menyebut nama lorenzo dengan embel embel kakak. Rasanya seperti lorenzo memiliki posisi tersendiri di hati jeny.


Jeny tersenyum mendengarnya. Jeny melepaskan diri dari pelukan suaminya dan mendongak menatap wajah tampan tomy yang terlihat lucu saat sedang merajuk.


“Iya udah nggak panggil begitu lagi.”


Tomy melirik jeny kemudian menghela nafas. Dari kuliah dulu jeny memang selalu memanggil lorenzo dengan sebutan kakak. Dan sampai saat ini bahkan meskipun sudah tau siapa lorenzo jeny tetap memanggilnya dengan sebutan kakak baik di depan mau pun di belakang pria bermata sipit itu secara langsung.


“By...” Jeny meraih tangan besar tomy kemudian mencium punggung tanganya.


Tomy tetap diam dengan wajah kesalnya. Memanggil kakak pada lorenzo sudah menjadi kebiasaan jeny. Sepertinya tidak mungkin jika jeny bisa menyebut nama lorenzo tanpa embel embel kakak.


“Aku janji by.. Aku nggak manggil dia kakak lagi.” Senyum jeny terus menatap wajah tampan suaminya.

__ADS_1


Tomy menghela nafas. Pria itu kemudian mengarahkan perhatianya pada jeny yang terus tersenyum menatapnya.


“Beneran? Kamu nggak bohongkan sama aku?” Tanya tomy seperti anak kecil.


“Beneran by.. Aku janji.” Angguk jeny tersenyum menjawabnya.


Berlahan seulas senyum terukir di bibir tomy. Pria tampan itu kemudian meraih kedua pipi jeny dan menangkupnya menggunakan kedua tangan besarnya. Tomy mendekatkan wajahnya dan mendaratkan ciuman penuh cintanya di kening jeny dengan kedua mata terpejam.


“Sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi milik aku sayang..” Lirih tomy.


Jeny tersenyum dengan kedua mata terpejam merasakan bibir hangat tomy yang menempel di keningnya. Wanita itu yakin takdirnya memang bersama tomy. Dari kecil hinga menginjak remaja bahkan sampai menuju kedewasaan mereka selalu bersama hingga akhirnya mereka terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Namun meskipun tidak saling mencintai tomy dan jeny mencoba menjalaninya dengan tetap mendewakan hubungan persahabatanya. Sempat berpisah 5 tahun lamanya jeny hampir menyerah dan putus asa. Namun pada akhirnya rasa istimewa itu tumbuh berlahan di hatinya. Meskipun memang jeny harus menelan kekecewaan sebelum merasakan indahnya rasa cinta di hatinya.


“By...” Panggil jeny kembali memeluk tubuh kekar suaminya.


“Hem...” Saut tomy memejamkan kedua matanya merasakan hangatnya tubuh jeny dalam pelukanya.


“Apa yang akan kamu lakukan pada dokter malik dan lorenzo setelah ini?” Tanya jeny penasaran.


Tomy menghela nafas kemudian membuka kedua matanya. Pertanyaan jeny membuat tomy kembali mengingat akan tak tik liciknya yang berhasil membuat istri dan anak dokter malik sampai menangis ketakutan. Tomy merasa bersalah pada kedua wanita tidak bersalah itu. Tapi jika tomy tidak melakukan itu dokter malik pasti tidak akan mengaku padanya.


“Dokter malik sudah ada di tempat yang seharusnya. Tapi lorenzo. Keberadaanya belum jelas dimana. Maka dari itu aku minta bantuan pada dokter axel juga pak leo untuk menangkap lorenzo.” Jawab tomy.


Jeny terdiam. Jeny masih mengingat kebaikan lorenzo yang selalu ada di sampingnya. Senyum tulus pria bermata sipit itu selalu membuat jeny yakin bahwa lorenzo memang orang yang baik. Tapi pada kenyataanya lorenzo adalah suami dan ayah yang tidak bertanggung jawab. Lorenzo juga merencanakan untuk mencelakai tomy dan membunuh angel. Perbuatan mustahil yang tidak mungkin di lakukan oleh orang baik.


“Reyhan sedang mencoba melacak keberadaanya sayang. Dan aku akan menangkapnya dengan tanganku sendiri.”


Jeny menelan ludahnya. Wanita itu mengangkat dan mendongakan kepalanya menatap tomy khawatir. Lorenzo pria yang penuh tak tik. Jeny takut suaminya terkena tipuan lorenzo. Jeny takut suaminya kenapa napa.


“By tapi...”

__ADS_1


“Ssssstt.. Jangan pernah meragukan tomy bagaskara.” Senyum tomy menyela.


__ADS_2