Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 133


__ADS_3

“Saya nggak perduli..”


Rachel langsung mendongak begitu mendengar ucapan tomy. Dengan air mata yang menganak sungai di kedua pipinya rachel tersenyum.


“Saya nggak perduli mau kamu cacat, lumpuh, atau bahkan mati sekalipun.” Lanjut tomy tersenyum sinis.


“Itu bukan urusan saya.” Tekan tomy memegang kedua sisi kanan dan kiri kursi roda yang di duduki rachel.


Rachel menelan ludahnya. Ucapan tomy sangat menohok dan meremas keras hatinya.


“Kamu...”


“Saya paling tidak suka dengan orang yang mengganggu atau mengusik kebahagiaan istri saya.” Sela tomy menatap tajam pada rachel.


Rachel menggelengkan kepalanya. Saat itu juga rachel merasakan aura mengerikan seorang tomy yang selama ini dia kenal baik dan bijak dalam menyikapi segala sesuatu.


“Tomy aku... Awwh..”


Ucapan rachel terhenti karna tiba tiba tomy mencengkram lehernya begitu kuat. Rachel meringis merasakan ngilu di lehernya. Nafasnya pun mulai tersendat karna cengkraman tangan tomy.


“Ya tuhan !! Nak tomy lepaskan anak saya..!!” Teriak ibu rachel histeris.


Wanita baya itu memukul mukul lengan tomy berharap bisa membuat cengkraman kuat tangan tomy di leher rachel terlepas.


“Ayah tolong !! Ayah..!!” Teriak ibu rachel menangis.


Wanita baya itu tampak sangat panik dengan terus berteriak dan memukul lengan tomy. Namun sepertinya tenaga wanita baya itu sama sekali tidak apa apanya bagi tomy. Karna pria itu terus saja mencengkram leher rachel dan tidak perduli dengan rachel yang mulai kesulitan bernafas.


“Tom.. my.. Aku..hhh..”


“Dengar baik baik rachel. Kebahagiaan jeny sangat penting untuk saya. Dan keutuhan rumah tangga saya adalah prioritas utama dalam hidup saya.” Tekan tomy menatap rachel tajam.


“hhkkkhh... Tom... myyhh.. Ap apa maksud kamuhh.. Hhkkhh..”

__ADS_1


Rachel memukul mukul tangan tomy berharap cekikan tangan pria itu dapat terlepas. Namun sayang semakin rachel berusaha melepaskan tomy justru semakin mengeratkan cekikanya.


“Jangan pura pura bodoh.. Kamu pikir saya percaya dengan tampang memelas kamu.. Kamu pikir saya tidak tau apa yang kamu katakan pada istri saya?”


Rachel menggelengkan kepalanya. Air mata mulai kembali menetes dari kedua mata indahnya. Rachel merasa tidak mengatakan apapun pada jeny. Rachel hanya menelephone tomy dan mengatakan apa yang ingin dia katakan. Rachel sama sekali tidak menyinggung jeny.


“Nak tomy tolong lepaskan anak saya.. Ayah...!!! Tolong putri kita..!!”


Tomy seakan menulikan pendengaranya dari teriakan dan isak tangis ibu rachel. Amarah sedang benar benar menguasai dirinya saat ini. Dan semua itu tidak lain karna rasa takutnya akan kehilangan jeny.


“Saya bisa saja habisi kamu sekarang juga..” Kata tomy penuh penekanan.


Air mata rachel semakin deras mengalir di pipinya. Tomy seperti orang yang sedang kesurupan saat ini. Dan baru kali ini rachel melihat tomy seperti itu.


“Tomh... my.. Aku.. hhkkhh..”


BRAK !!


Tomy melempar rachel begitu saja sampai tubuh wanita itu terpental bersama dengan kursi roda yang di dudukinya. Dan lemparan keras tomy berhasil membuat rachel langsung tidak sadarkan diri.


Pria baya itu langsung berlari menghampiri tubuh putrinya yang terkulai lemas dengan kursi roda yang menindih sebagian kakinya. Tangis pria itu pecah melihat keadaan memilukan putri tunggalnya.


“Racheelll !!” Teriak ibu rachel sambil menangis.


Wanita baya berambut ikal sebahu itu langsung berlari dan menubruk tubuh rachel yang sudah berada di pangkuan sang ayah.


“Apa apaan kamu tomy !!” Teriak ayah rachel menatap marah tomy.


Tomy tersenyum miring. Pria itu tidak merasa kasihan sama sekali pada rachel yang tidak sadarkan diri dengan air mata yang membasahi kedua pipinya karna menurutnya apa yang di lakukanya pada rachel sudah setimpal. Air mata dan rasa sakit istrinya harus terbalaskan.


“Itu baru peringatan om.. Kalau sampai sekali lagi putri om berusaha merusak rumah tangga saya, saya tidak akan segan untuk melakukan yang lebih dari ini.” Kata tomy santai.


“Kamu..”

__ADS_1


“Maaf om saya tidak ada waktu untuk meladeni om. Tante, saya permisi.”


Tomy melenggang dengan santai. Entah setan apa yang sedang merasukinya sehingga sampai bisa begitu kejam pada rachel yang hanya seorang wanita lemah di kursi roda.


Tomy melangkah lebar di halaman depan rumah mewah rachel. Pria itu menghela nafas ketika hendak keluar lewat pintu gerbang. Sejenak tomy terdiam. Pria itu menunduk menatap tanganya. Tomy sebenarnya tidak ingin menyakiti siapapun apa lagi seorang wanita. Tapi rachel sudah membuat jeny marah bahkan sampai meninggalkan rumah. Dan tomy yakin jeny merasakan sakit dalam hatinya.


“Apa yang kamu lakukan sudah benar tomy. Tidak perlu menyesal.” Batin tomy meyakinkan dirinya sendiri bahwa tindakan yang di lakukanya sudah benar.


Sekali lagi tomy menghela nafas. Pria berjaket kulit hitam itu kemudian menoleh menatap kediaman mewah rachel. Senyum sinisnya mengembang. Tomy yakin setelah ini rachel tidak akan lagi berani merecoki hubunganya dengan jeny.


Tomy keluar lewat pintu gerbang dan segera masuk ke dalam mobil mewahnya. Urusan rachel sudah selesai dan sekarang saat nya tomy mengejar jeny dan menjelaskan semuanya.


Tomy mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Apapun respon jeny dan kedua orang tuanya nanti tomy siap menghadapinya. Tomy juga siap jika harus mendapat tamparan bahkan hantaman keras kepalan tangan papah jeny.


“Sayang... Kok kamu sendiri? Tomy mana?”


Jeny hanya tersenyum saja saat mamahnya bertanya. Jeny tidak ingin mamahnya tau apa yang sedang di rasakanya. Bagi jeny masalah rumah tangganya adalah masalah yang memang hanya tomy dan dirinya yang tau. Adapun tujuan jeny datang kerumah kedua orang tuanya adalah untuk menenangkan dirinya sejenak dari kemelut masalah yang sedang melanda rumah tangganya.


“Tomy belum pulang mah... Nanti juga dia nyusul kesini.” Senyum jeny.


Mamah jeny mengangguk. Wanita itu kemudian menggandeng tangan jeny dan membawanya menuju dapur.


“Mamah lagi bikin cemilan sehat loh.. Kamu mau belajar bikin nggak?” Tanya wanita itu sambil terus menggandeng jeny dan membawanya melangkah menuju dapur dimana asisten rumah tangganya sedang sibuk dengan adonanya.


Jeny tersenyum tipis. Mungkin dengan melakukan sesuatu bisa membuatnya lupa akan masalah yang sedang di hadapinya dengan tomy.


“Tunggu tunggu. Ini mamah yang bikin atau mbak yang bikin?” Tanya balik jeny meledek mamahnya.


Mamah jeny meringis. Resepnya memang dari majalah yang di bacanya. Ide membuatnya pun tercetus dari mulutnya. Namun sebagian besar yang membuat adonanya adalah asisten rumah tangganya.


“Eemm.. Kita berdua dong. Kan kerja sama. Ya kan mbak ya?”


Asisten rumah tangganya yang sedang fokus mengulen adonanya langsung menoleh kemudian mengangguk dengan senyuman di bibirnya.

__ADS_1


“Iya nyonya.” Jawabnya.


Jeny menggelengkan kepalanya. Mamahnya memang suka sekali mencari resep resep makanan sehat juga alami untuk di jadikan cemilan.


__ADS_2