
Setelah tau hubungan dokter malik dengan lorenzo, tomy semakin mantap menyuruh reyhan untuk selalu mengawasi pergerakan dokter malik. Seperti saat ini contohnya reyhan sedang menguntit dokter malik yang sedang menunggu seseorang di sebuah caffe yang cukup ramai pengunjung. Dengan menggunakan baju layaknya remaja masa kini reyhan duduk tidak jauh dari meja dimana dokter malik berada. Namun reyhan tidak sendiri. Pria berjambul itu duduk di temani kedua rekanya yang tidak lain adalah orang suruhan dokter axel dan leo. Awalnya mereka bertiga terus bersaing dan merasa harus lebih dulu mengetahui siapa dalang di balik kegilaan angel. Karna dengan begitu pelaku yang mencelakai tomy juga akan ketahuan siapa.
“Menurut kalian siapa yang sedang di tunggu si tua bangka itu?” Tanya rio yang tidak lain adalah detektif suruhan dokter axel.
Pria berkaos pendek berwarna coklat gelap dengan gaya slengeanya mengedikan bahu tidak tau. Pria bernama rolan dengan paras bule itu melirik reyhan yang hanya diam dan terus fokus mengawasi dokter malik.
“Pak tomy mengatakan pak lorenzo adalah keponakan dokter malik. Aku yakin saat ini yang sedang di tunggunya adalah dia.” Kata reyhan.
Rolan dan rio terdiam. Di antara mereka bertiga reyhan memang paling pandai dalam berasumsi. Profesinya yang sebagai asisten merangkap detektif pribadi untuk tomy juga patut di acungi jempol.
“Rey boleh tidak kami tau berapa gajimu?”
Pertanyaan rolan membuat reyhan menoleh cepat. Pria berjambul itu langsung melayangkan tatapan tajamnya pada rolan juga rio yang menatapnya. Dan mendapat tatapan tajam dari reyhan, rolan dan rio langsung bergidig ngeri.
“Bercanda rey. Rolan memang suka gitu. Nggak usah di tanggepin.” Kata rio nyengir takut.
Reyhan berdecak. Pria tampan itu kemudian kembali mengfokuskan pandanganya pada dokter malik yang masih duduk anteng di tempatnya.
Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya lorenzo muncul. Pria bermata sipit itu tersenyum menatap dokter malik yang tidak lain adalah omnya.
“Om..” Senyum lorenzo berdiri di depan meja dokter malik.
“Lorenzo. Lama sekali kamu. Om sampai jenuh menunggu.”
Lorenzo tertawa mendengar apa yang di katakan dokter malik. Pria itu kemudian menarik kursi dan duduk tepat di depan dokter malik.
“Maaf om. Jalanan macet.” Katanya.
Dokter malik mengangguk anggukan kepalanya. Pria tua itu kemudian memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan juga lorenzo.
__ADS_1
“Om??” Kaget rio tidak percaya.
“Itu artinya lorenzo..”
“Keponakan dokter malik.” Sambung reyhan.
Rio dan rolan saling menatap. Selama mereka mengikuti dokter malik sekalipun pria tua itu tidak terlihat bertemu dengan lorenzo. Tapi sekarang pria tua itu sedang bersama lorenzo dan tampak sangat akrab.
“Pasang kuping kalian baik baik. Sudah waktunya kita bongkar semuanya.” Kata reyhan tegas.
Rolan dan rio menganggukan kepalanya kompak. Mereka berdua kembali saling menatap dan tersenyum karna sebentar lagi dokter axel dan leo akan memberikanya bonus yang cukup besar.
“Bagaimana angel om?” Tanya lorenzo pada dokter malik.
Dokter malik tersenyum penuh makna.
Lorenzo tersenyum senang mendengarnya. Rencananya yang sudah tersusun begitu sangat rapi tidak boleh gagal. Niatnya untuk merebut jeny dari tomy sudah benar benar bulat. Meskipun pada kenyataanya jeny sudah tau semua tentangnya. Tentang sarah juga elo putranya.
“Bagus.”
“Lorenzo kalau boleh om tau apa sebenarnya tujuanmu? Angel sudah gila dan sebentar lagi mungkin dia akan mati.”
Lorenzo tersenyum mendengarnya. Tujuan utama sebenarnya bukanlah angel melainkan jeny. Lorenzo ingin bisa memiliki jeny. Maka dari itu lorenzo nekat menculik angel dan mencuci otaknya. Namun karna niatnya membunuh tomy gagal lorenzo langsung membuat angel layaknya orang gila dengan bantuan dokter malik tentunya. Dan sekarang membunuh angel adalah cara untuk menghilangkan jejak kejahatanya.
“Aku hanya kurang suka dengan angel.”
Dokter malik mengeryit. Lorenzo adalah seorang pria yang sudah beristri juga beranak. Rasanya sangat aneh hanya karna benci lorenzo sampai berniat membunuh angel.
“Apa salah angel sama kamu? Kenapa harus sampai membunuh dan memfitnahnya sebagai tersangka dalam kecelakaan tomy bagaskara?” Tanya dokter malik lagi.
__ADS_1
Lorenzo hanya mengedikan bahunya tanpa berkata apapun. Pria itu kemudian menyambar orange jusnya dan menyeruputnya sedikit. Untuk saat ini mendekati jeny memang sangat susah. Apa lagi tomy juga menyuruh 4 body guard yang menjaga jeny kemanapun jeny pergi bahkan sampai di depan gerbang dan belakang rumahnya. Dan lorenzo pikir tomy benar benar gila sampai menyewa 4 body guard untuk menjaga rumahnya.
“Lorenzo om bukan orang yang buta berita. Om membantu kamu karna om perduli sama kamu. Dan tentang kecelakaan tomy bagaskara apakah itu bentuk pembalasan kamu karna tomy bagaskara berhasil membuat kamu bangkrut?”
Lorenzo menghela nafas. Lorenzo memang sangat dendam pada tomy karna membuatnya bangkrut juga mempermalukanya di depan umum bahkan publik. Di tambah karna jeny yang lebih memilih tomy dari pada dirinya. Semua itu membuat lorenzo buta dan menghalalkan segala cara sampai akhirnya memper alat angel yang sedang terpuruk setelah fani meninggal saat itu.
“Om tidak perlu tau.. Tugas om hanya memastikan angel mati. Dengan begitu kita aman. Ingat om kalau sampai angel mengingat semuanya om juga bakal masuk penjara. Angel pasti sangat mengingat om yang memaksanya untuk meminum obat gila itu sebelum mencuci otaknya.”
Dokter malik terdiam. Dalam hatinya pria tua itu sebenarnya sangat menyesal karna telah berbuat jahat pada angel.
“Lorenzo tapi...”
“Sudahlah om.. Semuanya sudah hampir berhasil. Kenapa sekarang om ragu? Om mau masuk penjara? Perlu om tau ya, om juga bisa menjadi tersangka rencana pembunuhan pada tomy. Dan kalau sampai mereka tau om tau sendirikan bagaimana akibatnya?” Tanya lorenzo dengan wajah meremehkan.
Dokter malik kembali terdiam. Pria itu tidak bisa berkata apa apa. Lorenzo memang benar, dokter malik bisa saja menjadi tersangka utama rencana pembunuhan pada tomy karna saat itu dokter malik yang mempengaruhi otak angel dengan suruhan lorenzo.
“Apa yang mereka bicarakan sebenarnya? Kenapa tidak terdengar sama sekali?” Tanya kesal rolan yang sedari tadi menajamkan indra pendengaranya untuk mendengarkan apa yang di bicarakan dokter malik dan lorenzo.
Rio yang juga sedang memasang kuping berdecak sebal. Obrolan lorenzo dan dokter malik memang tidak dapat terdengar.
Sedangkan reyhan, meskipun tidak dapat mendengar obrolan lorenzo dan dokter malik karna suara bising alunan musik dan ramainya para pengunjung malam itu namun pria tampan itu tidak kehilangan akal. Reyhan merekam video kebersamaan dokter malik dan lorenzo untuk di tunjukan pada tomy setelah ini.
Rolan dan rio yang tau dengan apa yang sedang di lakukan reyhan tersenyum. Kedua remaja palsu itu saling menatap lagi dan tersenyum penuh makna.
“Rey, jangan lupa kirim videonya nanti.” Kata rolan menyender santai.
Reyhan tersenyum kemudian menyudahi merekam videonya karna saat itu lorenzo pun sudah berlalu pergi. Pria berjambul itu menatap rolan dan rio yang menaik turunkan alis menatapnya.
“Kalau kerja itu jangan cuma ngandelin fisik. Otak juga di pake.”
__ADS_1