Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 9


__ADS_3

Daniel terbelalak saat pertama memasukkan juniornya kedalam inti anisa seperti anda cairan hangat yang membasahi juniornya “ masih perawan” gumam daniel dalam hati , danil menggangkat tubuhnya dan melihat kearah inti anisa yang mengeluatkan darah segar , tanpa sadar daniel mengecup kening anisa , ini pertama kalinya dia merasakan gairah yang luar biasa , dan pertama kalinya dia merasakan bercinta dengan wanita yang masih perawan,


Bahkan saat dia bercinta dengan alisa dia bukan yang pertama yang merenggut keperawanan alisa,


Daniel mulai mengoyangkan pinggulnya berlahan , dia melapas ikatan tangan anisa dan melihat noda darah yang ada di tangan wanita itu, daniel merasa emosinya meningkat saat dia melihat wajah anisa yang pucat pasi , dia teringat dengan mendiang alisa saat wanita yang dia cintai itu terbaring lemah di ranjang rumah sakit ,


Ahhh” suara erangan anisa keluar begitu saja,  saat daniel mulai bermain kasar , bukan erangan karna kenikmatan melainkan erangan rasa sakit , perih yang dia rasakan dibagian kewanitaanya , Daniel mempercepat ritme permainannya tampa menghiraukan rasa sakit yang anisa rasakan , anisa merasa sesuatu bergejolak didalam perutnya , begitupun danile dia mempercepqt ritmenya tanpa aba aba keduanya mengeluarkan secara bersamaan , danile menyemburkan sepermanya didalam rahim anisa,


Nafar keduanya tersenggal senggal, sedangkan danile belum mencabut juniornya dari selangkangan anisa, dia masih menindih wanita itu dia menenggelamkan wajahnya di payudara anisa, hingga dia bisa merasakan detak jantung anisa yang tak karuan,


Cukup lama daniel menenggelamkan wajahnya disana , sedangkan anisa merasa sakit disekujur tubuhnya dia tak menghiraukan daniel yang menenggelamkan wajahnya di dadanya, perlahan mata anisa tertutup rapat,

__ADS_1


Daniel mendengar detak jantung anisa mulai terstur dia mengangkat wajahnya dan melihat anisa yang sudah terlelep tidur menututnya , “ kau pikir aku akan melepaskanmu karna kau tertidur” ucap danile pada dirinya sendiri


Daniel tak menyia nyiakan kesempatan dia kembali menyetubuhi anisa walau wanita yang ada di depannya itu tertidur ,


Sampai berkali kali daniel memuaskan hasratnya sampai tubuhnya lelah , dia mencabut juniornya dan merebahkan tubuhnya di dekat anisa, dia meraba kening anisa yang terasa panas “ dia demam, mungkin kelelahan ” daniel menyelimuti tubuh anisa dan mendekap tubuh wanita itu, sampai dirinya terlelap .


jam menunjukkan jam 5.10 menit anisa mebuka matanya , walau tak ada alarm yang membangunkannya namun anisa sudah terbiasa dan dia akan mebuka matanya dengan sendirinya seakan ada orang yang telah membangunkannya


anisa melihat ke sampingnya dia mendapati daniel tertidur pulas dan mendekap tubuhnya , sebenarnya anisa sudah terbangun saat daniel melepaskan penyatuan keduanya ,  anisa memindakhan tangan danile dan juga kaki daniel dari tubuhnya , air mata anisa menetes dengan derasnya tanpa aba aba pada dirinya sendiri , dia berusaha untuk duduk meski pinggulnya terasa sakit yang teramat sangat , anisa berdiri dengan berlahan sambil menahan nyeri di selangkangannya , sedangkan air matanya masih jatuh membasahi pipinya tatapannya kosong dia berjalan kearah kamar mandi tanpa menggunakan sehelai kain pun , berjalan tertatih menahan rasa nyeri , dia memegang gagang pintu dan membukanya ,


masuk kedalam kamar mandi berlahan dia menutup pintu kamar mandi itu , dia melihat tampilan dirinya didepan cermin , dia tersenyum sinis melihat tampilan tubuhnya yang penuh dengan bercak merah menghapur air matanya dengan kasar , anisa berjalan kearah Bathtub menyalakan air hingga terisi penuh anisa menuang sabun cair yang ada didekat bathtub , menuang sampai tak tersisa kemudia melempar botol kosong itu kesembarang arah  , anisa menenggelamkan tubuhnya masuh kedalam bathtub  yang sudah dipenuhi busa , anisa sesekali memejamkan matanya mengingat semua kejadia dalam hidupnya saat dia tinggal dengan orang tua kandungnya.

__ADS_1


Sesekali anisa tersenyum mengingat semua yang telah menimpa dirinya , rasa sesak yang ada didadanya sudah tak dapat dia bendung lagi , isakan tangisnya memenuhi kamar mandi itu,


Dia melihat ke arah bunga kaca yang tertata rapi di dekat jendelq yang tertutup korden , bayangan wajah orang orang yang membencinya muncul di pikirannya begitu saja, mata anisa tertuju ke arqh bunga bunga kaca itu , beranjak dari bathtub dan meraih bunga itu , senyum mengukir dibibir anisa matanya melihat ke arah perut dan juga pergelangan tangannya , dia memukan bunga kaca itu pada meja yang tak jauh darinya


Prang


Anisa melihat ujung dari bunga kaca yang sudah pecah itu , dia menggores tangannya hingga mengeluarkan darah segar , saat dia mau memperdalam goresan itu wajah ratna melintas di benaknya, sossok ibu yang telah merawatnya selama ini


Prang


Bunga kaca yang awalnya ingin dia gunakan untuk memotong urat nadinya itu jatuh  ke lantai , anisa berjalan mundur sambil menaup mulutnya dengan kedua tangannya , “ Ya Allah apa yang baru saja aku lakukan, ampuni hamba mu ini ya rob”, anisa berjalan kearah sower dia tak memperdulikan luka yang ada dilengannya , dia mengguyur tubuhnya dibawah sower

__ADS_1


Bersambung


Ikutin terus yaaa


__ADS_2