Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 231


__ADS_3

Dokter axel terus memikirkan apa yang di katakan dokter yang selama ini membantunya menangani angel. Jika memang benar angel menolak mengingat semuanya itu artinya angel tidak akan pernah mengingat apapun tentang masa lalunya selama angel terus menolak.


“Apa yang harus aku lakukan tuhan...” Gumam dokter axel frustasi.


Dokter axel mengusap wajah tampanya dengan kedua tanganya kasar. Entah harus bagaimana dirinya sekarang. Angel pasienya. Itu artinya selama angel belum sepenuhnya pulih angel adalah tanggung jawabnya. Tapi dokter axel tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Bayangan masa lalu menyakitkanya selalu terasa nyata ketika menatap lekat wajah cantik wanita itu.


Deringan ponsel yang berada di meja depan sofa tempat dokter axel duduk sedikit membuat pria tampan itu terkejut. Dengan helaan nafas pelan dokter axel meraih benda pipih itu untuk melihat siapa yang menelephone nya.


“Mommy..” Gumamnya bingung.


Dokter axel segera mengangkat telephone dari mommy nya. Pria tampan itu ingat terakhir mereka bertemu adalah saat mommy nya mengetahui tentang kematian putri semata wayangnya.


“Halo mom..” Sapa dokter axel pelan.


“Ya dear.. Bagaimana kabar kamu sayang?”


Dokter axel tersenyum mendengarnya. Suara lembut mommy nya selalu berhasil membuatnya merindukan wanita itu. Wanita yang dengan susah payah membesarkanya seorang diri setelah di hianati oleh suaminya.


“Axel baik mom.. Mommy bagaimana? Sudah makan?” Tanya balik dokter axel dengan sangat lembut.


“Sudah.. Eemm.. Axel, minggu depan mommy ke indonesia. Kalau kamu nggak sibuk tolong jemput mommy ke bandara yah..”


“Ya mom..” Balas dokter axel menganggukan kepala menyanggupi permintaan sang mommy.


“Baik kalau begitu mommy kembali kerja lagi.. Kamu sehat sehat ya nak.. Tunggu mommy datang.”


“Ya mom..”


Sambungan telephone terputus setelah itu. Sejenak dokter axel terdiam. Dirinya besar tanpa sosok seorang daddy di sampingnya. Dokter axel hanya hidup berdua bersama mommy nya. Dan dokter axel tidak pernah tau siapa saja keluarganya yang masih tersisa dari mommy nya. Seperti kakek, nenek, bahkan sepupu.


Dokter axel menghela nafas. Kadang pria tampan itu berpikir hidupnya dan hidup singkat fani tidak jauh berbeda. Dirinya dan fani sama sama pernah mendambakan kasih sayang yang tidak pernah di dapat. Hanya bedanya dokter axel merindukan sosok daddy. Sedang fani merindukan sosok mamahnya yaitu angel.

__ADS_1


“Ternyata takdir kita sama nak..” Lirih dokter axel meneteskan air matanya.


Dokter axel tidak pernah menyangka jika takdir pahit hidupnya sampai menurun pada buah hatinya. Memang awalnya dirinya yang salah karna memaksa angel. Dan sekarang dokter axel merasa semua penderitaan fani adalah ulahnya. Mungkin tuhan sedang menghukumnya dengan menyiksa perasaanya lewat penderitaan dan kepergian fani dari sisinya.


“Ya tuhan.. Hamba tau engkau menyayangi hamba.. Hamba tau semua ini adalah hukuman juga cobaan untuk hamba.. Tapi tolong tuhan.. Sudahi semua ini.. Berikan setitik saja kebahagiaan untuk hamba..” Batin dokter axel memohon.


Dokter axel menarik nafasnya dalam dalam kemudian menghembuskanya berlahan. Andai dirinya tidak egois dan memaksa angel saat itu mungkin tidak akan ada yang menderita. Dan dokter axel juga tidak akan terus terusan merasa tersiksa seperti saat ini.


“Papah dokter kan katanya papah aku.. Papah dokter harus kuat dong. Nggak boleh nangis. Kan papah dokter hebat bisa nyembuhin orang orang..”


Tangis dokter axel pecah ketika suara cempreng fani kembali terngiang di indra pendengaranya. Dadanya terasa sangat sesak sekarang. Hatinya terasa terhimpit 2 batu besar dan dokter axel tidak sanggup untuk terlepas dari himpitan itu.


“Ya tuhan...” Lirihnya dalam tangis.


Dokter axel menyeka kasar air matanya. Dokter tampan itu kemudian bangkit dari duduknya dan meraih kunci mobilnya.


“Dokter..”


“Angel..” Lirih dokter axel.


“Dokter mau kemana?” Tanya angel menatap dokter axel bingung.


Angel melangkah pelan menghampiri dokter axel yang masih berdiri di tempatnya. Wanita cantik berdress warna moca itu menatap lekat wajah tampan dokter axel yang juga menatapnya. Angel menutup mulutnya menggunakan tangan terkejut ketika melihat mata merah dan sembab dokter axel.


“Dokter.. Kamu menangis?” Tanyanya lagi dengan suara lirih bahkan hampir tak terdengar oleh dokter axel.


Angel mengangkat tanganya hendak mengusap air mata yang membasahi pipi tirus dokter axel namun dokter tampan itu menghindar dengan memundurkan langkahnya.


“Kamu ngapain lagi kesini?” Tanya dokter axel dingin dengan tatapan datarnya pada angel.


Angel terdiam. Dengan pelan angel kembali menurunkan tanganya. Wanita itu tersenyum hambar. Dokter axel tidak mau di sentuh oleh nya. Dan dokter axel juga sepertinya tidak mengharapkan kehadiranya.

__ADS_1


“Aku kesini untuk melihat dokter..” Jawab angel pelan.


Dokter axel tersenyum miring. Antara dirinya dan angel sudah tidak ada apa apa lagi. Dan itu akan terus berlanjut sampai kapanpun.


“Angel.. Kamu sudah tidak perlu lagi menemui saya. Kamu sudah sembuh..”


Angel ingin sekali menangis mendengarnya. Tapi angel terus mencoba untuk menahanya. Angel tidak ingin dokter axel mengasihaninya.


“Dokter apa kita tidak bisa berteman baik?”


Dokter axel melengos. Dirinya sudah cukup sakit dan tersiksa. Dan angel adalah salah satu wanita penyebab semua itu. Jika saja angel tidak berhianat mungkin sekarang mereka masih bersama. Dan mungkin juga mereka berdua sekarang hidup bahagia dengan anak anaknya. Dan lagi, tidak akan ada fani yang tersiksa dan menderita.


“Tidak bisa angel.” Jawab dokter axel.


Bibir angel bergetar. Kedua matanya berkaca kaca. Dokter axel bahkan menolak untuk menjalin hubungan pertemanan denganya. Padahal saat dirinya masih tinggal bersama dokter axel, pria tampan itu begitu baik dan telaten mengurusnya.


“Kenapa? Kenapa dokter?” Tanya angel lagi dengan suara lirih dan bergetarnya.


“Angel.. Dengarkan saya. Saya tidak mau berteman dengan seorang yang sudah menyia nyiakan anak saya. Dan saya tidak bisa berteman dengan bagian dari masa lalu saya. Saya memang pernah menyakiti kamu angel.. Tapi semua itu karna kamu yang memulai lebih dulu.. Dan sekarang semuanya sudah impas. Saya sudah cukup tersiksa dengan apa yang sudah saya perbuat sama kamu.. Jadi tolong kamu jangan lagi muncul di hidup saya. Kamu bisa cari kebahagiaan kamu pada orang lain.”


Angel menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan apa yang di katakan oleh dokter axel.


“Lalu kenapa? Dan untuk apa dokter selama ini merawat aku? Kenapa dokter tidak biarkan saja aku gila? Kenapa dokter tidak biarkan saja aku mati?”


Dokter axel menelan ludahnya dengan susah payah. Angel kembali menangis di depanya. Dan wanita itu terlihat sangat kesakitan karna ucapanya tadi.


“Kenapa dokter? Jawab aku.” Tuntut angel dengan linangan air mata.


Dokter axel memejamkan sejenak kedua matanya. Pria itu hampir saja melupakan penyebab semua kesakitan yang di rasakanya juga angel.


“Maaf..”

__ADS_1


__ADS_2